Konten dari Pengguna

7 Unsur Intrinsik Cerpen yang Tak Boleh Dilewatkan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Unsur intrinsik cerpen. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Unsur intrinsik cerpen. Foto: Pixabay

Cerpen atau cerita pendek adalah karya sastra berbentuk prosa yang isinya tidak nyata atau fiktif. Dalam sebuah cerpen ada unsur-unsur yang bertujuan untuk membuat penulisannya lebih mudah dipahami.

Unsur-unsur karya sastra ini meliputi intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik cerpen adalah satuan terkecil yang dapat membentuk sebuah cerpen menjadi satu kesatuan utuh prosa fiksi dari dalam karyanya sendiri. Unsur intrinsik cerpen juga terbagi ke dalam tujuh bagian, yakni tema, tokoh dan penokohan, sudut pandang, latar, plot dan alur, gaya bahasa, dan amanat.

Berikut ini penjelasan masing-masing tujuh unsur intrinsik cerpen.

Unsur intrinsik cerpen. Foto: Pixabay

Tema

Tema merupakan gagasan utama dari sebuah cerpen. Tema menjalin struktur cerita atau persoalan peristiwa yang dibawakan pada suatu cerpen. Tema cerpen dibagi menjadi dua jenis yakni cerpen sempurna dan cerpen tak utuh.

Cerpen sempurna fokus pada satu tema dengan plot yang jelas dan ending cerita yang mudah dipahami. Sedangkan cerpen tak utuh tidak fokus pada satu tema dan menjalar ke tema lain.

Tokoh dan Penokohan

Tokoh dan penokohan memiliki arti yang berbeda. Tokoh adalah pemain yang menjadi karakter dengan pembawaan pesan dan amanat. Sedangkan penokohan adalah cara penulis untuk membedakan jenis karakter yang ingin dibangun.

Penokohan juga dibedakan menjadi 3 jenis, yakni:

  1. Protagonis atau tokoh utama yang mendukung cerita

  2. Antagonis yaitu tokoh yang memiliki konflik dengan tokoh utama

  3. Tritagonis atau tokoh pembantu, penengah, atau penyangga baik untuk protagonis maupun antagonis.

Sudut Pandang

Sudut pandang ialah perspektif yang ingin dibagikan dalam cerita. Sudut pandang dibedakan menjadi sudut pandang pertama dengan penggunaan kata ganti "aku" dan sudut pandang ketiga dengan penggunaan kata ganti "dia".

Latar

Latar adalah setting tempat, waktu, lingkungan kebudayaan dan sosial, dan tempat tertentu yang melatarbelakangi terjadinya kisah dan cerita.

Plot dan Alur

Unsur intrinsik cerpen. Foto: Pixabay

Plot, alur, atau struktur adalah bagian yang membentuk suatu cerita dan kisah dari cerpen. Plot dan alur yang biasanya ada di dalam cerita adalah sebagai berikut:

  1. Abstraksi, yaitu gambaran umum secara keseluruhan mengenai berbagai situasi, peristiwa dan berbagai unsur lain dalam cerita.

  2. Orientasi, yaitu pengenalan tokoh dan latar belakang.

  3. Komplikasi awal muncul konflik.

  4. Pencapaian konflik merupakan bagian di mana konflik sudah mulai berkembang.

  5. Klimaks, yaitu konflik telah mencapai puncaknya.

  6. Evaluasi ialah bagian di mana konflik sudah mulai mendapatkan titik terang.

  7. Resolusi, yaitu penyelesaian dari konflik.

  8. Koda, yaitu bagian penutup atau akhir dari keseluruhan isi cerita.

Gaya Bahasa

Gaya bahasa merupakan cara penggunaan bahasa dalam sebuah cerita. Diperlukan Diksi atau pemilihan kata yang tepat untuk membangun suasana cerita yang sesuai.

Amanat

Amanat adalah pesan moral yang terdapat dalam sebuah cerita. Amanat tidak hanya diberikan di bagian akhir cerita, namun juga bisa diambil dari bagaimana pembawaan tokoh serta karakter.

(HDP)