8 Contoh Program Kerja PMR yang Bisa Jadi Referensi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Palang Merah Remaja (PMR) adalah organisasi di sekolah untuk pembinaan remaja Palang Merah Indonesia (PMI). Program kerja PMR yang paling utama berkaitan dengan kesehatan warga dan lingkungan sekolah.
PMR sebenarnya tidak hanya ditemukan di sekolah, tapi juga di sanggar atau kelompok masyarakat lainnya. Mengutip buku PMR Meski Pandemi Tetap Beraksi oleh Dies Hindra Wibawa, anggota PMR telah tersebar di seluruh kota dan kabupaten Indonesia, dengan jumlah anggota lebih dari 5 juta orang.
Dengan demikian, PMR termasuk salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan seluruh kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan. Lalu, seperti apa program kerja PMR? Simak uraiannya di bawah ini.
Mengenal Organisasi PMR di Indonesia
Mengutip informasi dari situs resmi SMKN 7 Surakarta, Palang Merah Remaja (PMR) didirikan di Indonesia pada 1 Maret 1950 oleh Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Tujuannya adalah membangun dan mengembangkan karakter remaja agar siap menjadi relawan PMI di masa depan.
Masih dari sumber yang sama, organisasi PMR di Indonesia terdiri atas tiga tingkatan, yaitu sebagai berikut:
PMR Mula (10-12 tahun), berfungsi sebagai peer leadership, yaitu dapat menjadi contoh keterampilan hidup sehat bagi teman sebaya. Warna slayer-nya adalah hijau muda.
PMR Madya (12-15 tahun), berfungsi sebagai peer support, yaitu memberikan dukungan, bantuan, dorongan kepada teman sebaya untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat. Warna slayer-nya adalah biru.
PMR Wira (15-17 tahun), berfungsi sebagai peer educator, yaitu rekan pendidik keterampilan hidup sehat. Warna slayer-nya adalah kuning cerah.
Baca Juga: Visi Misi PMR yang Perlu Dipahami Para Anggotanya
Contoh Program Kerja PMR
Program kerja PMR dapat berbeda-beda, tergantung tingkatan dan kebijakan yang berlaku di sekolah. Berikut beberapa contohnya secara umum.
1. Membuat Pelatihan Pertolongan Pertama
Setiap siswa akan dibekali ilmu mengenai teknik-teknik pertolongan dasar dalam keadaan darurat, seperti penanganan luka ringan, pingsan, dan situasi darurat lainnya.
2. Menjadi Petugas Medis dalam Kegiatan Penting
Menjadi petugas medis dalam kegiatan penting, seperti upacara bendera setiap Senin atau lainnya. Anggota PMR harus sigap melakukan evakuasi serta tindakan medis dasar saat melaksanakan program ini.
3. Melakukan Kampanye Kesehatan
Membuat kampanye kesehatan di sekolah dengan fokus pada pencegahan penyakit dan promosi gaya hidup sehat. Misalnya, penyuluhan tentang pola makan seimbang, olahraga, kebersihan diri, dan lainnya.
4. Rutin Melaksanakan Donor Darah
Program pelaksanaan kegiatan donor darah bisa dilakukan setiap 2 bulan sekali, atau disesuaikan dengan kemampuan organisasi PMR dalam penyelenggaraannya.
5. Pendidikan Bencana
Melakukan pelatihan atau seminar tentang pengetahuan dasar dalam menghadapi bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, atau kebakaran.
6. Membersihkan Lingkungan Sekolah
Mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah untuk mencegah penyakit. Kegiatan ini dapat melibatkan seluruh siswa.
7. Program Donasi Pakaian Bekas
Mengadakan program donasi pakaian bekas yang masih layak pakai, kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan, seperti korban bencana alam atau masyarakat tidak mampu.
8. Aksi Sosial Lingkungan
Merencanakan kegiatan aksi sosial, seperti penggalangan dana untuk kebutuhan lingkungan, penanaman pohon, atau kegiatan lingkungan lainnya.
(DEL)
