Konten dari Pengguna

8 Manfaat Dzikir Kepada Allah, Diangkat Derajatnya hingga Membersihkan Hati

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi manfaat dzikir kepada Allah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manfaat dzikir kepada Allah. Foto: Pixabay

Dzikir merupakan satu di antara banyaknya bentuk ibadah yang bisa dilakukan oleh umat Islam. Dalam setiap kalimat dzikir berisikan makna mengagungkan dan memuji Allah SWT. Dzikir juga menjadi media komunikasi antara hamba dengan Tuhannya yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Dalam surat Al Ahzab ayat 41, Allah memerintahkan umat Islam untuk senantiasa memperbanyak dzikir dan mengingat-Nya sebanyak-banyaknya, “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya”.

Mengutip Imam al-Qusyairi selaku tokoh sufisme dalam Pendidikan Tasawuf, beliau mengatakan, "Dzikir adalah tiang yang kokoh bagi jalan menuju Allah bahkan merupakan penyangga tiang tersebut. Seseorang tidak akan sampai kepada Allah kecuali harus dengan melanggengkan dzikir (mudawamah adz-dzikr)".

Berdzikir kepada Allah mampu membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati, membersihkan jiwa, menganugerahkan keamanan, ketenangan, keridhaan, kebahagian, kedamaian serta optimisme dalam menjalani kehidupan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT surat Ali Imran ayat 191-192 yang artinya:

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran: 191-192)

Manfaat Dzikir Kepada Allah

Ilustrasi manfaat dzikir kepada Allah. Foto: Pixabay

Sebagai amalan yang dianjurkan, berdzikir tentu dapat memberi manfaat bagi yang mengamalkannya. Berikut manfaat dzikir kepada Allah seperti yang dihimpun dari Jika Surga Neraka (tak Pernah) Ada oleh Wawan Susetya.

1. Mendapatkan perlindungan dari Allah

Orang yang senantiasa memuji kebesaran Allah SWT akan selalu dilindungi dari keburukan. Dzikir juga dapat membuka pintu keselamatan di dunia dan akhirat.

"Barangsiapa yang mengucapkan zikir ini di sore hari sebanyak tiga kali maka ia tidak akan mendapat bahaya racun di malam tersebut." (HR. Ahmad 2/290).

2. Sebagai pembersih jiwa

Berdzikir kepada Allah SWT dapat membersihkan hati dan jiwa seorang Muslim. Semakin bersih hati dan jiwa seseorang, maka semakin jauh pula ia dari siksa neraka.

"Sesungguhnya bagi setiap segala sesuatu itu ada alat pembersihnya, dan sesungguhnya alat pembersih hati (jiwa) adalah dzikir kepada allah. Dan tidak ada sesuatu yang lebih dapat menyelamatkan dari siksa Allah daripada dzikrullah" (H.R Baihaqi).

3. Mendapat pahala besar

Keutamaan lainnya dari berdzikir kepada Allah yakni akan diampuni dosa-dosanya dan memperoleh pahala yang sangat besar. Allah SWT berfirman yang artinya: “Orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, lelaki maupun perempuan, maka Allah sediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.” (QS. al-Ahzab: 35)

4. Meningkatkan derajat

Meski sederhana, berdzikir kepada Allah SWT mampu mengangkat derajat seseorang. Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat, "Maukah aku beritahu tentang suatu amal yang paling baik, paling suci di sisi Tuhan, yang mampu meningkatkan derajat, lebih dari memberi sedekah emas dan perak, bahkan lebih baik daripada bertempur dengan musuh? (Yaitu) Dzikir kepada Allah." (HR Muslim, Nasai dan al-Bazzar).

Ilustrasi manfaat dzikir kepada Allah. Foto: Pixabay

5. Menurunkan rahmat Allah

Berdzikir akan mendapat rahmat dan berkah dari Allah SWT. Ia juga akan dibanggakan Allah kepada para malaikat.

Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang yang duduk untuk berdzikir, maka malaikat mengitari mereka, Allah melimpahkan rahmat-Nya, dan Allah juga menyebut (membanggakan) mereka kepada para malaikat di sekitarnya."

6. Melunakkan hati

Dijelaskan oleh seorang ahli hadits bernama Al Hakim Abu Muhammad at-Turmidzi, berkata "Dzikir kepada Allah bisa membasahi hati dan melunakkannya. Sebaliknya, bila hati kosong dari dzikir, ia akan menjadi panas oleh dorongan nafsu dan api syahwat, sehingga hatinya menjadi kering dan keras. Anggota badannya pun menjadi sulit (menolak) untuk diajak taat kepada Allah."

7. Membersihkan hati yang berkarat

Segala sesuatu yang berkarat pasti sudah tidak sehat, begitu juga dengan hati. Ketika hati berkarat artinya sudah tidak sehat dan menyimpan banyak penyakit hati. Untuk membersihkan hati yang berkarat ini dapat dilakukan dengan cara bertaubat dan istighfar.

8. Semakin tunduk kepada Allah

Membuahkan ketundukan yaitu berupa kepasrahan diri kepada Allah dan kembali kepada-Nya. Selagi seseorang lebih banyak kembali kepada Allah dengan cara menyebut Asma-Nya, maka dalam keadaan seperti apapun dia akan kembali kepada Allah dengan hatinya.

Sehingga, Allah menjadi tempat mengadu dan tempat kembali, kebahagiaan dan kesenangannya, tempat bergantung tatkala senang dan mendapat bencana atau musibah.

(ANS)

Frequently Asked Question Section

Apakah berdzikir dapat meningkatkan derajat?
chevron-down

Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat, "Maukah aku beritahu tentang suatu amal yang paling baik, paling suci di sisi Tuhan, yang mampu meningkatkan derajat, lebih dari memberi sedekah emas dan perak, bahkan lebih baik daripada bertempur dengan musuh? (Yaitu) Dzikir kepada Allah." (HR Muslim, Nasai dan al-Bazzar).

Apakah dzikir dapat membersihkan hati yang berkarat?
chevron-down

Hati yang berkarat artinya sudah tidak sehat dan menyimpan banyak penyakit. Untuk membersihkannya bisa dengan brtaubat dan istighfar.

Apa itu dzikir?
chevron-down

Dzikir merupakan satu di antara bentuk ibadah yang bisa dilakukan oleh umat Islam. Dzikir juga suatu media komunikasi antara hamba dengan Tuhannya yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.