Konten dari Pengguna

8 Pantangan Malam 1 Suro Menurut Kepercayaan Masyarakat Jawa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi malam 1 Suro. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi malam 1 Suro. Foto: Unsplash

Malam 1 Suro bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Dalam tradisi Jawa, momen ini dianggap sakral dan dimaknai sebagai waktu untuk refleksi diri sekaligus mendekatkan diri kepada Tuhan.

Karena kesakralannya, sebagian masyarakat Jawa masih memegang tradisi dan pantangan yang dipercaya hingga kini. Salah satunya yaitu menghindari aktivitas hiburan yang berlebihan.

Lantas, apa saja pantangan Malam 1 Suro lainnya? Yuk, simak daftar lengkapnya dalam artikel berikut ini!

Daftar Pantangan Malam 1 Suro

Ilustrasi pantangan malam 1 Suro menurut Masyarakat Jawa. Foto: Unsplash

Dalam buku Misteri Bulan Suro: Perspektif Islam Jawa karya Muhammad Sholikhin (2010), dijelaskan bahwa masyarakat Jawa memandang malam 1 Suro sebagai waktu ketika batas dunia nyata dan dunia gaib dianggap lebih tipis. Karena keyakinan tersebut, muncul berbagai pantangan yang masih dipercaya hingga kini.

Merujuk pada jurnal berjudul Larangan Beserta Tradisi Malam 1 Suro di Surakarta karya Riskha Nadia Ayuputri (2023), berikut daftar pantangan pada malam 1 Suro yang perlu diketahui.

1. Tidak menggelar hajatan

Mengadakan acara besar seperti pernikahan atau hajatan pada bulan Suro dianggap kurang baik karena dipandang sebagai waktu untuk menyepi dan berdoa, bukan untuk perayaan.

2. Menghindari konflik atau pertengkaran

Dalam tradisi Jawa, bulan Suro dianggap memiliki nilai spiritual yang tinggi sehingga masyarakat dianjurkan menjaga hubungan baik, menghindari pertikaian, dan lebih fokus melakukan introspeksi diri.

3. Tidak melakukan perjalanan jauh

Sebagian masyarakat percaya bahwa bepergian jauh di bulan Suro dapat membawa risiko, seperti kecelakaan atau hal-hal buruk lainnya. Itu mengapa, perjalanan yang tidak penting disarankan untuk dihindari.

4. Menghindari aktivitas duniawi yang berlebihan

Bulan Suro sering dimaknai sebagai waktu untuk beribadah, berdoa, dan menenangkan diri, sehingga kegiatan yang terlalu berorientasi pada kesenangan dianggap kurang selaras dengan nilai spiritualnya. Di berbagai daerah, bulan Suro biasanya diisi dengan tradisi seperti:

  • Kirab pusaka atau arak-arakan benda pusaka

  • Jamasan pusaka (pembersihan pusaka)

  • Tapa bisu atau laku diam sebagai bentuk refleksi diri

  • Doa bersama atau ritual keagamaan di masyarakat

5. Tidak keluar rumah pada malam hari

Masyarakat meyakini bahwa malam 1 Suro sebaiknya dihabiskan di rumah, karena keluar malam dipercaya dapat membawa kesialan atau hal-hal negatif.

6. Tidak membuat kegaduhan atau berisik

Berbicara dengan keras atau membuat keributan dihindari karena berkaitan dengan tradisi tapa bisu mubeng beteng yang menekankan ketenangan dan kesunyian.

7. Tidak berkata kasar atau buruk

Menjaga ucapan menjadi hal penting. Masyarakat Jawa percaya bahwa berkata kasar pada malam 1 Suro dapat mendatangkan hal-hal negatif.

8. Tidak pindah atau membangun rumah

Pindah tempat tinggal atau membangun rumah pada malam 1 Suro dianggap kurang baik karena diyakini dapat membawa kesialan menurut kepercayaan masyarakat Jawa.

Baca juga: Kapan Malam 1 Suro 2026, Cari Tahu di Sini

(RK)