8 Penyebab Sering Mengantuk, dari Kurang Tidur hingga Masalah Kesehatan Tertentu

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara ilmiah, mengantuk terjadi karena kurangnya oksigen yang masuk ke dalam otak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya karena tubuh sudah merasa kelelahan.
Mengutip jurnal Drowsiness, Fatigue and Poor Sleep’s Causes and Detection: A Comprehensive Study oleh Muhammad Ahmad Kamran, dkk., kebutuhan otak akan oksigen dinilai mencapai 20 persen dari kebutuhan seluruh tubuh.
Otak membutuhkan banyak oksigen karena setiap saat harus menghidupi jutaan sel saraf yang mengendalikan seluruh sistem tubuh secara terus-menerus. Untuk menjalankan fungsinya dengan sempurna, otak memerlukan pasokan oksigen dari aliran darah.
Jika oksigen yang beredar di aliran darah tidak mencukupi kebutuhan metabolisme dasar, maka otak akan kekurangan oksigen sehingga seseorang menjadi mudah mengantuk. Lantas, apa saja faktor yang menyebabkan seseorang sering mengantuk?
Penyebab Sering Mengantuk
Seseorang yang sering mengantuk biasanya ditandai dengan menguap tak terkendali, kelopak mata berat, dan keinginan kuat untuk tidur siang. Apabila kondisi ini terjadi terlalu sering, maka bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebab paling umum dari kantuk yang berlebihan adalah kurang tidur dan gangguan kesehatan tertentu, seperti sleep apnea. Dikutip dari Sleep Foundation, berikut adalah beberapa penyebab sering mengantuk yang bisa dipahami.
1. Kekurangan Tidur
Terkadang, seseorang tidak memiliki waktu tidur yang cukup. Kebutuhan tidur orang dewasa adalah sekitar 7-8 jam sehari. Karena memiliki banyak aktivitas, tidur biasanya menjadi hal sepele yang kurang diperhatikan.
Ketika waktu tidur seseorang kurang dari cukup, hal ini dapat menyebabkan fungsi otak tidak bekerja secara maksimal sehingga memicu sejumlah gejala, seperti mudah mengantuk dan tubuh terasa lemas.
Selain mengantuk, orang yang kurang tidur sering bermasalah dengan cara berpikir mereka, seperti sulit berkonsentrasi dan daya ingat menurun.
2. Anemia
Kurang darah atau anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat dibandingkan dengan jumlah normalnya. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama penyebab seseorang sering mengantuk.
Anemia menyebabkan tubuh seseorang mengalami kekurangan zat besi. Alhasil, sel darah merah yang diperlukan untuk membawa oksigen ke jaringan organ tubuh pun berkurang. Hal ini mengakibatkan penderitanya sering mengantuk.
3. Hipotiroid
Hipotiroid adalah kelainan yang terjadi pada kelenjar tiroid karena tidak mampu memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Tiroid merupakan kelenjar kecil di dasar leher yang berfungsi mengontrol metabolisme dalam tubuh.
Ketika seseorang menderita hipotiroid, kelenjar di dasar lehernya menjadi kurang aktif dan fungsi metabolisme menjadi sangat lambat, sehingga badannya cenderung lesu dan selalu mengantuk.
4. Diabetes
Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingkat glukosa darah yang tinggi sehingga tubuh tidak dapat menggunakannya untuk menyediakan energi. Kondisi ini menyebabkan penderita diabetes sering mengantuk dan cepat lelah.
Baca Juga: Sering Mengantuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya
5. Dehidrasi
Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsi. Apabila tubuh kekurangan cairan, maka seseorang akan lebih mudah mengantuk.
Oleh sebab itu, jika ingin tubuh lebih segar dan tidak cepat mengantuk, Anda bisa memenuhi kebutuhan cairan tubuh secukupnya dengan mengonsumsi air putih.
6. Depresi
Sering mengantuk juga bisa disebabkan oleh depresi yang berlebihan. Depresi dapat mempengaruhi fungsi otak dan mengacaukan produksi berbagai zat kimia di dalamnya.
Hal ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami sejumlah gejala, seperti sering mengantuk, merasa kurang berenergi, dan kehilangan semangat hidup.
7. Terlalu Lelah
Setiap orang pasti mengalami kelelahan setelah melakukan berbagai aktivitas selama seharian. Biasanya, rasa lelah itu akan hilang setelah tubuh diistirahatkan meski hanya sesaat.
Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi orang yang mengalami sindrom kelelahan kronis. Rasa lelah tidak akan mudah hilang dan cenderung menyebabkan orang tersebut merasa lesu sepanjang waktu, sering mengantuk, mudah marah, dan nyeri otot.
8. Sleep Apnea
Sleep apnea atau apnea tidur adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang terhenti sementara di malam hari. Kondisi ini biasanya menyebabkan seseorang mengantuk di siang hari dan merasa kurang berenergi.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa akibatnya jika otak kekurangan oksigen?

Apa akibatnya jika otak kekurangan oksigen?
Jika oksigen yang beredar di aliran darah tidak mencukupi kebutuhan metabolisme dasar, maka otak akan kekurangan oksigen sehingga seseorang menjadi mudah mengantuk.
Apa itu sleep apnea?

Apa itu sleep apnea?
Sleep apnea atau apnea tidur adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang terhenti sementara di malam hari.
Mengapa depresi bisa menyebabkan penderitanya sering mengantuk?

Mengapa depresi bisa menyebabkan penderitanya sering mengantuk?
Depresi dapat mempengaruhi fungsi otak dan mengacaukan produksi berbagai zat kimia di dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami sejumlah gejala, seperti sering mengantuk.
