9 Contoh Rhizopoda dan Ciri-Cirinya, Ada yang Bisa Menginfeksi Manusia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rhizopoda termasuk kelompok protozoa yang bergerak menggunakan pseudopodia atau kaki semu. Salah satu contoh Rhizopoda paling terkenal adalah Amoeba.
Organisme ini umumnya ditemukan di lingkungan perairan, tanah lembap, dan juga sebagai parasit. Perannya sangat penting dalam ekosistem sebagai bagian dari rantai makanan mikroba.
Apa itu Rhizopoda?
Menurut buku Biologi SMA Kelas X (2006) oleh Sudjadi dan Laila, Rhizopoda berasal dari kata rhizo berarti akar dan podos berarti kaki. Rhizopoda adalah makhluk hidup satu sel yang bentuk tubuhnya mudah berubah.
Alat gerak Rhizopoda adalah pseudopodia (kaki semu) yang berupa penonjolan atau penjuluran sitoplasma (cairan sel) mereka. Selain untuk bergerak, kaki semu ini juga berfungsi untuk menangkap makanan.
Proses menangkap makanan ini disebut fagositosis, yakni pseudopodia akan mengepung partikel makanan dan memasukkannya ke dalam sel untuk dicerna dalam vakuola makanan.
Rhizopoda memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Bersel satu (Uniseluler): Seluruh fungsi kehidupan dilakukan oleh satu sel saja.
Bentuk tidak tetap: Karena pergerakan sitoplasmanya, bentuk tubuh mereka terus berubah-ubah.
Alat gerak: Bergerak menggunakan pseudopodia.
Bersifat Heterotrof: Tidak dapat membuat makanan sendiri dan memangsa organisme lain.
Habitat: Hidup bebas di perairan atau hidup sebagai parasit di tubuh organisme lain.
Contoh Rhizopoda dan Ciri-cirinya
Dirangkum dari buku Biologi SMA Kelas X (2006) oleh Sudjadi dan Laila serta sumber lainnya, berikut contoh Rhizopoda dan ciri-ciri khasnya.
1. Amoeba Proteus
Amoeba proteus adalah contoh rhizopoda paling umum karena dianggap mewakili kelompok secara keseluruhan dan sering dipelajari di laboratorium biologi. Amoeba proteus banyak ditemukan hidup bebas di dasar kolam air tawar, danau, atau selokan yang kaya bahan organik. Amoeba ini memiliki ciri khas tidak memiliki cangkang sehingga bentuknya sangat fleksibel.
2. Pelomyxa palustris
Pelomyxa palustris adalah amoeba raksasa bersel tunggal yang hidup di dasar lumpur kolam air tawar. Tidak seperti amoeba biasa, ia berukuran sangat besar sampai bisa dilihat dengan mata telanjang dan memiliki ribuan inti sel (multinukleat).
Hal yang paling unik adalah Pelomyxa tidak memiliki mitokondria dan bergantung sepenuhnya pada bakteri simbion di dalamnya untuk menghasilkan energi. Ia bergerak dan makan dengan menjulurkan satu pseudopodia besar yang tumpul, menelan lumpur dan bakteri di habitatnya.
3. Entamoeba
Entamoeba berisi spesies-spesies yang hidup sebagai parasit di dalam tubuh inangnya, seperti manusia. Entamoeba dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia.
Entamoeba histolytica: Jika masuk ke tubuh manusia melalui air atau makanan yang terkontaminasi, ia akan hidup di usus besar dan dapat menyebabkan penyakit disentri amoeba. Gejalanya berupa diare berdarah, kram perut, dan demam.
Entamoeba gingivalis: Ditemukan hidup di rongga mulut manusia, tepatnya di sela-sela gusi dan gigi. Adanya Entamoeba ini menandakan kondisi kebersihan mulut yang buruk atau radang gusi.
Entamoeba coli: Spesies ini juga hidup di usus besar manusia, tetapi tidak berbahaya dan hanya memakan sisa makanan.
4. Naegleria fowleri
Naegleria fowleri adalah amoeba bersel tunggal mikroskopis yang dijuluki sebagai amoeba pemakan otak. Amoeba ini hidup di lingkungan air tawar yang hangat, seperti danau, sungai, dan mata air panas.
Infeksi pada manusia bisa terjadi jika air yang terkontaminasi masuk ke hidung saat berenang atau menyelam. Begitu masuk, ameoba ini akan menyebabkan infeksi Primary Amebic Meningoencephalitis (PAM) yang menghancurkan jaringan otak dan hampir selalu berakibat fatal.
5. Acanthamoeba
Acanthamoeba adalah genus amoeba yang sangat umum ditemukan di berbagai lingkungan, seperti tanah, debu, air keran, dan kolam renang. Dalam kebanyakan kasus, amoeba ini tidak berbahaya bagi manusia dan hanya memakan bakteri.
Namun, amoeba ini juga berisiko menyebabkan infeksi Acanthamoeba keratitis, yaitu infeksi kornea mata. Infeksi mata ini paling sering terjadi pada pengguna lensa kontak yang tidak menjaga kebersihan lensanya dengan baik atau berenang saat memakainya.
6. Arcella
Arcella adalah salah satu genus dari kelompok Rhizopoda yang dikenal sebagai amoeba bercangkang. Cangkang ini disebut testa dan berbentuk simetris, terlihat seperti kubah, mangkuk, atau tempurung yang agak pipih. Arcella bisa ditemukan di lingkungan perairan tawar, seperti dasar kolam atau danau, genangan air, lumut basah, tanah lembab, dan di antara serasah daun.
7. Difflugia
Sama seperti Arcella, Difflugia adalah contoh Rhizopoda yang hidup di air tawar, seperti dasar kolam atau lumpur. Ciri khasnya adalah membangun cangkang pelindung yang kokoh di sekitar tubuhnya.
Berbeda dari yang lain, cangkang ini dibuat dengan cara menempelkan butiran pasir atau serpihan kecil lain dari lingkungannya. Difflugia menjulurkan pseudopodia keluar dari satu lubang di cangkangnya untuk bergerak dan menangkap makanan.
8. Globigerina
Globigerina adalah salah satu jenis Foraminifera, yaitu Rhizopoda yang hidup sebagai plankton di lautan. Globigerina memiliki cangkang khas terbuat dari kalsium karbonat (kapur) dan tersusun dari beberapa bilik bulat yang menggembung.
Saat Globigerina mati, cangkangnya yang sangat banyak akan tenggelam ke dasar laut. Endapan cangkang ini selama jutaan tahun membentuk lapisan sedimen tebal yang disebut lumpur Globigerina atau batu kapur.
9. Spaerostylus
Spaerostylus juga termasuk kelompok Rhizopoda sebagai plankton di lautan, tetapi bedanya dari genus Radiolaria. Ia memiliki ciri khas berupa rangka internal berbentuk bola dan terlihat sangat rumit.
Rangka ini terbuat dari silika (SiO₂) yang sering digunakan sebagai bahan pembuat kaca. Dari pusat rangkanya, menjulur duri-duri (spikula) tajam yang kaku ke segala arah untuk membantunya mengapung dan menangkap mangsa.
(FHK)
Baca juga: Amoeba: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Fungsi Strukturnya
