Konten dari Pengguna

9 Puisi Hari Santri yang Indah dan Menyentuh Hati

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi Hari Santri. Sumber: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi Hari Santri. Sumber: Unsplash.

Hari Santri Nasional dapat diperingati dengan berbagai kegiatan dan aktivitas menarik, salah satunya dengan merangkai kata-kata indah melalui puisi Hari Santri.

Mengutip Majalah Risalah NU edisi 112 "Kiprah Santri Membangun Negeri" (2020) oleh Risalah NU, Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober diadakan untuk meneladani uswatun hasanah para ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Puisi bisa menjadi media yang tepat untuk mengenang peran dan jasa mereka dalam momen yang spesial ini. Setiap baitnya diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat perjuangan dan pengabdian dalam diri para santri.

Contoh Puisi Hari Santri

Ilustrasi puisi Hari Santri. Sumber: Unsplash.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut contoh puisi Hari Santri yang bisa dijadikan referensi:

Contoh 1

Pembela Agama dan Negara

Santri harapan bangsa

Penerus para ulama

Pembela agama

Pemersatu umat di Nusantara

Hati yang begitu suci

Di dalam terdapat jiwa Qur’ani

Untuk selalu mengimani

Kepada Ilahi Robbi

Keinginan untuk berusaha

Setia semangat yang luar biasa

Demi menjadi santri yang berguna

Untuk menegakkan bangsa dan negara

Wahai para santri!

Mari kita berkarya

Dalam hal yang luar biasa

Untuk membangun Indonesia

Agar menjadi sejahtera

(Sumber: karya Alfarida dari buku Segalanya Santri Santri Segalanya (2021) oleh Coretsyav, dkk)

Contoh 2

Hari Santri

Hari Jumat yang sangat spesial

Anak-anak pesantren pun bersuka cita

Rakyat se-nusantara kembali peringati

Indonesia menjadi inisiatornya

Santri siaga jiwa dan raga

Adalah tema yang diusung kali ini

Nahdlatul Ulama menjadi motor penggeraknya

Tentang perjuangan para santri

Resolusi jihad menjadi basis keyakinan

Indahnya kebersamaan sebagai semangat

(Sumber: karya H. Tajuddin Idris dari buku Antologi Puisi Menjejaki Waktu (2024) oleh H. Tajuddin Idris)

Contoh 3

Kang Santri

Kang Santri…

Kau yang menimba ilmu agama suci

Kau yang bertekad dalam hati

Tuk perluas wawasan Islami

Kang Santri…

Kau kusebut demikian

Kau istiqomah dalam mengaji

Kau perjuangan kemulian

Kang Santri…

Kau menjaga tata krama

Kau hormati para kiayi

Kau penerus para ulama

O… engkau, kusebut Kang Santri

Namamu ranum di dalam hati

Kau tegakkan kalam Ilahi

Kaum pewaris perjuangan Nabi

(Sumber: karya Gagak Lumayung dari buku Puisi adalah Senjata (2022) oleh Gagak Lumayung)

Contoh 4

Santri Kiai

Santri

Setiap hari kami mengaji

Pagi siang sore dan malam hari

Kami mengaji bersama kiai

Agar mendapat ilmu dan akhlak terpuji

Nasihat kiai kami taati

Untuk menjalin persaudaraan di antara kami

Kami sesama santri layaknya saudara sendiri

Agar terjalin persaudaraan di antara kami

Takdim kepada kiai

Itu kebanggaan kami

Mematuhi nasihat dan perkataan kiai

Agar mendapat berkah dari Sang Murabbi

(Sumber: karya Muhammad Faqih Abu Abdillah dari buku Kumpulan Puisi Aksara Jiwa (2022) oleh Literasi Al-Hidayah)

Contoh 5

Santri Terdepan

Melihat sejarah bangsa Indonesia

Banyak santri yang berperan

Melawan para penjajah

Merebut kemerdekaan

Sebuah peristiwa bersejarah

17 Agustus hari kemerdekaan Indonesia

Banyak alim ulama dan santri

Yang andil dalam peristiwa tersebut

Mengingat perjuangan santri

Yang sangat besar kontribusinya

Di Indonesia….

(Sumber: karya Akbar Marfianda dari buku Seuntai Ungkapan Hati : Kumpulan Puisi (2023) oleh Akbar Marfianda)

Contoh 6

Santri

Wahai negeri, wahai Ibu Pertiwi

Engkau telah melahirkan para pejuang hingga kini

Lewat kibaran merah putih di hati para santri

Hatimu ada pada hatinya

Keresahanmu ada pada kerisauannya

Dukamu ada pada kedukaannya

Bahagiamu juga ada pada kebahagiaan santri

Berjuang untuk bangsa ini

Melatih diri menahan angan

Untuk generasi penerus negeri

Walaupun nama tak menjadi arti

Tetaplah berada di garda terdepan

Bersama iman dan kesetiaan

Hingga tiba pada waktunya

Hayat tak lagi kau dapat

(Sumber: karya P.P. Pamungkas dari Kanal Youtube As-Syifa Al-Khoeriyyah)

Contoh 7

Citra Santri

Bung Karno pernah berkata: "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri."

Kini telah kurasakan, kini telah kurasakan. Kaum bersarung selalu berbuat ulah, merubah citra perjuangan menjadi sebuah kehinaan.

Entah mengapa tak ada peduli, tak ada simpati. Belajar telah berubah menjadi "mabar".

Seakan ucapan, "Saudara-saudara, mari kita perjuangkan masa depan generasi bangsa," menjadi ucapan yang telah terlupakan.

Kebiasaan yang tak baik telah menjadi budaya, menjadi ajang mereka berlomba-lomba.

Kini, santri tidak lain hanya julukan tanpa arti.

(Sumber: karya Muhammad Fuad Rafel Imrani dari Kanal Youtube PP. Darul Lughah Wal Karomah)

Contoh 8

Aku Bangga Menjadi Santri

Aku bangga menjadi santri

Jauh dari keluarga tak menjadikanku sepi

Aku bahagia belajar dan mengaji

Aku ceria berselawat kepada Nabi

Aku bangga menjadi santri

Menuntut ilmu menggapai ridho Ilahi

Keterbatasan bukan alasanku untuk mengurung diri

Karena ada harapan kedua orang tua yang tertancap di sanubari

Aku bangga menjadi seorang santri

Karena santri juga harapan negeri

Tidak sekedar jihad, tidak juga resolusi

Tapi bersatu wujudkan impian Bumi Pertiwi

Santri berusaha setiap hari

Doakanlah yang terbaik untuk para santri

Karena mereka adalah harapan nusantara

Jadikan sabar dan salat sebagai bekal diri

Lalu siapkan tenaga untuk mengabdi kepada negara

Wahai pondok tempatku

Laksana ibu kandungku

Kau beri kasih serta sayang padaku

Oh, pondokku

(Sumber: karya Zalfa Alivia Ramadhani dari Kanal Youtube Darussalam Ngesong Official)

Contoh 9

Dari Santri Untuk Negeri

Santri, produk asli negeri ini

Demi menyambut seruan Ilahi, untuk mencari berkah tholabul ilmi

Sampai rela mereka khidmat kepada kiai

Angin berhembus menerpa derita

Berkat rahmat Tuhan, negeri kami merdeka

Puji syukur senantiasa dipanjatkan

Perjuangan dan pengorbanan membuahkan hasil kemerdekaan

Doa khidmat dari Kiai

Santri berjuang membela negeri

Seikat niat yang suci

Mengusir penjajah dari negeri

22 Oktober, tanggal bersejarah

Dibekali doa dan modal Alfiyah

Nekat menang tanpa mengalah

Santri berjuang mengusir penjajah

Sakit ditempuh, derita dijalani

Berjuang jauh dari orang tua

Keinginan dan harapan yang mulia

Membela bangsa dan agama

Diajarkan untuk mencintai negeri

Dididik untuk menunjang toleransi

Dibina untuk mengabdi kepada NKRI

Tanah air dan Bumi Pertiwi

(Sumber: karya Raihan Syahrul Muharram dibacakan Tasya Prasetya di Kanal Youtube Al Hamid Cintamulya)

(FHK)

Baca juga: 3 Pidato tentang Hari Santri yang Menyentuh dan Menginspirasi