9 Puisi Hari Santri yang Indah dan Menyentuh Hati

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Santri Nasional dapat diperingati dengan berbagai kegiatan dan aktivitas menarik, salah satunya dengan merangkai kata-kata indah melalui puisi Hari Santri.
Mengutip Majalah Risalah NU edisi 112 "Kiprah Santri Membangun Negeri" (2020) oleh Risalah NU, Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober diadakan untuk meneladani uswatun hasanah para ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Puisi bisa menjadi media yang tepat untuk mengenang peran dan jasa mereka dalam momen yang spesial ini. Setiap baitnya diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat perjuangan dan pengabdian dalam diri para santri.
Contoh Puisi Hari Santri
Dikutip dari berbagai sumber, berikut contoh puisi Hari Santri yang bisa dijadikan referensi:
Contoh 1
Pembela Agama dan Negara
Santri harapan bangsa
Penerus para ulama
Pembela agama
Pemersatu umat di Nusantara
Hati yang begitu suci
Di dalam terdapat jiwa Qur’ani
Untuk selalu mengimani
Kepada Ilahi Robbi
Keinginan untuk berusaha
Setia semangat yang luar biasa
Demi menjadi santri yang berguna
Untuk menegakkan bangsa dan negara
Wahai para santri!
Mari kita berkarya
Dalam hal yang luar biasa
Untuk membangun Indonesia
Agar menjadi sejahtera
(Sumber: karya Alfarida dari buku Segalanya Santri Santri Segalanya (2021) oleh Coretsyav, dkk)
Contoh 2
Hari Santri
Hari Jumat yang sangat spesial
Anak-anak pesantren pun bersuka cita
Rakyat se-nusantara kembali peringati
Indonesia menjadi inisiatornya
Santri siaga jiwa dan raga
Adalah tema yang diusung kali ini
Nahdlatul Ulama menjadi motor penggeraknya
Tentang perjuangan para santri
Resolusi jihad menjadi basis keyakinan
Indahnya kebersamaan sebagai semangat
(Sumber: karya H. Tajuddin Idris dari buku Antologi Puisi Menjejaki Waktu (2024) oleh H. Tajuddin Idris)
Contoh 3
Kang Santri
Kang Santri…
Kau yang menimba ilmu agama suci
Kau yang bertekad dalam hati
Tuk perluas wawasan Islami
Kang Santri…
Kau kusebut demikian
Kau istiqomah dalam mengaji
Kau perjuangan kemulian
Kang Santri…
Kau menjaga tata krama
Kau hormati para kiayi
Kau penerus para ulama
O… engkau, kusebut Kang Santri
Namamu ranum di dalam hati
Kau tegakkan kalam Ilahi
Kaum pewaris perjuangan Nabi
(Sumber: karya Gagak Lumayung dari buku Puisi adalah Senjata (2022) oleh Gagak Lumayung)
Contoh 4
Santri Kiai
Santri
Setiap hari kami mengaji
Pagi siang sore dan malam hari
Kami mengaji bersama kiai
Agar mendapat ilmu dan akhlak terpuji
Nasihat kiai kami taati
Untuk menjalin persaudaraan di antara kami
Kami sesama santri layaknya saudara sendiri
Agar terjalin persaudaraan di antara kami
Takdim kepada kiai
Itu kebanggaan kami
Mematuhi nasihat dan perkataan kiai
Agar mendapat berkah dari Sang Murabbi
(Sumber: karya Muhammad Faqih Abu Abdillah dari buku Kumpulan Puisi Aksara Jiwa (2022) oleh Literasi Al-Hidayah)
Contoh 5
Santri Terdepan
Melihat sejarah bangsa Indonesia
Banyak santri yang berperan
Melawan para penjajah
Merebut kemerdekaan
Sebuah peristiwa bersejarah
17 Agustus hari kemerdekaan Indonesia
Banyak alim ulama dan santri
Yang andil dalam peristiwa tersebut
Mengingat perjuangan santri
Yang sangat besar kontribusinya
Di Indonesia….
(Sumber: karya Akbar Marfianda dari buku Seuntai Ungkapan Hati : Kumpulan Puisi (2023) oleh Akbar Marfianda)
Contoh 6
Santri
Wahai negeri, wahai Ibu Pertiwi
Engkau telah melahirkan para pejuang hingga kini
Lewat kibaran merah putih di hati para santri
Hatimu ada pada hatinya
Keresahanmu ada pada kerisauannya
Dukamu ada pada kedukaannya
Bahagiamu juga ada pada kebahagiaan santri
Berjuang untuk bangsa ini
Melatih diri menahan angan
Untuk generasi penerus negeri
Walaupun nama tak menjadi arti
Tetaplah berada di garda terdepan
Bersama iman dan kesetiaan
Hingga tiba pada waktunya
Hayat tak lagi kau dapat
(Sumber: karya P.P. Pamungkas dari Kanal Youtube As-Syifa Al-Khoeriyyah)
Contoh 7
Citra Santri
Bung Karno pernah berkata: "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri."
Kini telah kurasakan, kini telah kurasakan. Kaum bersarung selalu berbuat ulah, merubah citra perjuangan menjadi sebuah kehinaan.
Entah mengapa tak ada peduli, tak ada simpati. Belajar telah berubah menjadi "mabar".
Seakan ucapan, "Saudara-saudara, mari kita perjuangkan masa depan generasi bangsa," menjadi ucapan yang telah terlupakan.
Kebiasaan yang tak baik telah menjadi budaya, menjadi ajang mereka berlomba-lomba.
Kini, santri tidak lain hanya julukan tanpa arti.
(Sumber: karya Muhammad Fuad Rafel Imrani dari Kanal Youtube PP. Darul Lughah Wal Karomah)
Contoh 8
Aku Bangga Menjadi Santri
Aku bangga menjadi santri
Jauh dari keluarga tak menjadikanku sepi
Aku bahagia belajar dan mengaji
Aku ceria berselawat kepada Nabi
Aku bangga menjadi santri
Menuntut ilmu menggapai ridho Ilahi
Keterbatasan bukan alasanku untuk mengurung diri
Karena ada harapan kedua orang tua yang tertancap di sanubari
Aku bangga menjadi seorang santri
Karena santri juga harapan negeri
Tidak sekedar jihad, tidak juga resolusi
Tapi bersatu wujudkan impian Bumi Pertiwi
Santri berusaha setiap hari
Doakanlah yang terbaik untuk para santri
Karena mereka adalah harapan nusantara
Jadikan sabar dan salat sebagai bekal diri
Lalu siapkan tenaga untuk mengabdi kepada negara
Wahai pondok tempatku
Laksana ibu kandungku
Kau beri kasih serta sayang padaku
Oh, pondokku
(Sumber: karya Zalfa Alivia Ramadhani dari Kanal Youtube Darussalam Ngesong Official)
Contoh 9
Dari Santri Untuk Negeri
Santri, produk asli negeri ini
Demi menyambut seruan Ilahi, untuk mencari berkah tholabul ilmi
Sampai rela mereka khidmat kepada kiai
Angin berhembus menerpa derita
Berkat rahmat Tuhan, negeri kami merdeka
Puji syukur senantiasa dipanjatkan
Perjuangan dan pengorbanan membuahkan hasil kemerdekaan
Doa khidmat dari Kiai
Santri berjuang membela negeri
Seikat niat yang suci
Mengusir penjajah dari negeri
22 Oktober, tanggal bersejarah
Dibekali doa dan modal Alfiyah
Nekat menang tanpa mengalah
Santri berjuang mengusir penjajah
Sakit ditempuh, derita dijalani
Berjuang jauh dari orang tua
Keinginan dan harapan yang mulia
Membela bangsa dan agama
Diajarkan untuk mencintai negeri
Dididik untuk menunjang toleransi
Dibina untuk mengabdi kepada NKRI
Tanah air dan Bumi Pertiwi
(Sumber: karya Raihan Syahrul Muharram dibacakan Tasya Prasetya di Kanal Youtube Al Hamid Cintamulya)
(FHK)
Baca juga: 3 Pidato tentang Hari Santri yang Menyentuh dan Menginspirasi
