Konten dari Pengguna

9 Puisi Menyambut Bulan Ramadhan untuk Refleksi Diri

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi menyambut bulan Ramadhan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi menyambut bulan Ramadhan. Foto: Unsplash

Daftar isi

Sebentar lagi, umat Muslim akan menyambut bulan suci Ramadhan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyemarakkan momen spesial ini, salah satunya dengan membagikan puisi menyambut Ramadhan di media sosial.

Puisi tersebut bisa memuat pesan yang menggambarkan keindahan, ketenangan, dan makna spiritual Ramadhan. Dengan rangkaian kata yang indah, puisi tidak hanya dapat menginspirasi orang lain tetapi juga menjadi sarana refleksi diri.

Tentu, puisi tersebut tidak bisa dibuat sembarangan. Anda harus menyusun kata-kata yang sesuai agar maknanya bisa tersampaikan dengan baik. Jika butuh referensi, simak beberapa contoh puisi menyambut bulan Ramadhan selengkapnya berikut ini.

Contoh Puisi Menyambut Bulan Ramadhan

Ilustrasi puisi menyambut bulan Ramadhan. Foto: Pexels/Rumeysa Nur Çelik

Dihimpun dari buku Antalogi Puisi Ramadhan Upgrade Level oleh Remaja Islam Online, Antalogi Puisi Ramadhan Kita oleh Dandy Arie Pramudya, dkk., dan sumber lainnya, berikut beberapa contoh puisi menyambut bulan Ramadhan yang bisa dijadikan referensi:

1. Sahur Ramadhan oleh Barkah Wulandari

Pagi yang benar-benar buta

Matahari pun tertidur

Bulan tak ada

Semua bangun untuk sahur

Meski waktu ini adalah waktu terdingin

Saat mata ingin terlelap manja

Namun saat ini adalah saat umat muslim penuh makan dalam kehidupan

Saatnya berniat untuk berpuasa

2. Bulan Candu Rindu oleh Dandy Arie Pramudya

Menulis aksara tentang rindu

Rindu akan suasana kala itu

Masa yang paling indah dan mulia

Satu tahun sekali untuk dijumpa

Aku hanya terdiam di sudut ruang rindu

Mengingat akan kenangan itu

Suara adzan maghrib yang selalu dinantikan

Dan suasana imsak subuh yang selalu dirindukan

Menahan lapar dan dahaga

Berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan

Zakat fitrah yang harus dilakukan

Penuh adorasi hingga puncak kemenangan

Berdiam diri

Menunggu bulan mulia

Semoga dipertemukan kembali

Atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa

3. Doa oleh Chairil Anwar

Kepada pemeluk teguh

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut namamu

Biar susah susah

mikirnya Sepenuhnya

Cahaya Mu panas suci

Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk remuk

Tuhanku

Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

Di pintu Mu aku bisa mengetuk

Aku tidak bisa berpaling

Baca Juga: 3 Teks Khutbah Jumat tentang Puasa Ramadhan Singkat dan Penuh Makna

4. Lailatul Qadar oleh Taufik Ismail

Margasatwa tak berbunyi

Gunung menahan nafasnya

Angin pun berhenti

Pohon-pohon tunduk

Dalam gelap malam

Pada bulan suci

Qur'an turun ke bumi

Qur'an turun ke bumi

Inilah malam seribu bulan

Ketika cahaya sorga menerangi bumi

Ketika cahaya sorga menyinari bumi

Inilah malam seribu bulan

Ketika Tuhan menyeka airmata kita

Ketika Tuhan menyeka dosa-dosa kita

5. Tarawih Pertama oleh Pensil Kajoe

Penuh sesak para jamaah

Hingga meluber ke halaman masjid

Penuh semangat berjajar

Dalam shaf di belakang imam

Tarawih pertama

Sangat menggoda

Tak ada jeda di antara

Rapat berderet

Serempak mengangkat tangan

Ketika imam mengucap Takbiratulihram

Allahu Akbar

Allah maha besar

Jaga hati

Dihadapannya manusia

Tak ada seujung kuku

Untuk pantas mencela

Sebab kita masih manusia

Sama seperti teman kita

Tarawih pertama

Di Masjid samping rumah

Di bawah langit beralas sajadah

Aku pasrahkan

Lillah

6. Dahaga oleh Krisna Tama

Angin mengembus-eratkan pelukan

Pelupuk mata jingga menari dalam bayang-bayang kelam

Kembali hadir sebagai teman, sanak saudara layaknya musuh bebuyutan

Sajak-sajak loka kian hari kian liar bercengkerama lepas, mencintai ego, meluapkan ikhlas

Hanya tersisa dua cangkang kerang

Terpecah lalu menusuk hingga mengerang

Hebat bukan berarti kalah

Hanya sesal, sungguh kesal

Kini kepiting-kepiting lapar itu tersungkur, sujud

Pintu gerbang ampunan terbuka lebar, pacuan waktu tak lagi segila dulu

Kau katakan, "detik ini aku berjanji, sucinya bulan Ramadan ini akan menjadi saksi"

Kembali, sendiri namun jauh dari kata sunyi

Ditemani ribuan bintang dan suara jangkrik menembang,

berniat akan bertauabt dengan maksud akan taat

Di bulan berkah,

Bulan Ramadan, yang dimulai hari ini

7. Akankah Sampai oleh Rahayu Purwatiningsih

Kau ku nanti-nanti datangnya

Banyak orang yang tak sampai menemuimu

Akankah aku sampai menemuimu?

Bulan penuh berkah dan pahala dilipatgandakan

Tilawah dikencangkan

Sedekah diperbanyak

Sholat dan ibadah lainnya dimaksimalkan

Titik akhir kedatanganmu ialah taqwa

Titik akhir kedatanganmu ialah hari kemenangan

Titik akhir kedatanganmu ialah manusia kembali fitrah

Semoga aku bisa mencapai titik akhir kedatanganmu

8. Rasa Ku yang Bertanya "Inikah Ramadhan Terakhirku?" oleh Putri Ayu Anandita

Ramadhan, adalah bulan yang telah aku tunggu-tunggu akan datang

Serta kemenangan dalam beribadah hanya kepada-Nya

Tetapi, aku terlalu bodoh

Aku tidak menyambut dengan meriah

Seperti meriahnya aku menyambut tahun baru

Aku mengabaikan shalat sunnah tarawih dan witir berjamaah

Serta aku mengabaikan kandungan isi dalam kitab suci Al-Quran

Dan aku lebih memilih untuk ke rumah makan bersama teman-temanku

Tertawa terbahak-bahak hingga lupa

Apa yang harus aku lakukan untuk mengakhiri bulan yang suci ini

Saat ini adalah saat-saat terakhir

Ya, Ramadhan akan pergi

Pergi jauh dari kehidupanku

Dan ia berjanji akan datang apda tahun berikutnya

Saat itu aku bertanya pada hatiku

Apakah aku masih bernafas di tahun itu?

9. Kini Berbeda oleh Maylani Lovvita Jiyanto

Ramadhan kini berbeda

Beda cara juga penyampaian

Tetapi makna sesungguhnya

Harus tetap ada dan terjaga

Menahan lapar dan dahaga

Sebulan penuh menjaga raga

Perbanyak ibadah saat puasa

Dua kali lipat akan pahalanya

Rindu saat bersama keluarga

Petasan di malam sebulan Ramadhan

Keramaian di rumah tetangga

Kumpul dengan sanak saudara

Lindungi keluarga dari bahaya

Jangan lupa dengan tradisinya

Mohon maaf kata kuncinya

Tetap di rumah adalah caranya

(NSF)