9 Tahapan Siklus Hidrologi, Evaporasi hingga Infiltrasi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siklus hidrologi atau daur air memegang peranan penting untuk kelangsungan makhluk hidup di bumi. Siklus ini membuat jumlah air di bumi relatif sama. Tanpa kehadiran siklus ini, pasokan air yang digunakan bisa saja habis.
Siklus hidrologi adalah proses sirkulasi air dari laut ke atmosfer lalu ke bumi dan kembali lagi ke laut, dan begitu seterusnya. Sebagaimana dilansir dari jurnal Analisia Curah Hujan Efektif dan Curah Hujan dengan Berbagai Periode Ulang untuk Wilayah Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut oleh Asep Kurnia Hidayat dan Empung.
Sejatinya, siklus hidrologi terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
Siklus Pendek
Dalam siklus pendek, air laut akan menguap dan melewati proses kondensasi. Setelah itu, uap air membentuk awan dan jatuh ke laut lewat hujan.
Siklus Sedang
Siklus sedang adalah kondisi di mana air laut menguap dan terjadi kondensasi. Kemudian, uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan. Selanjtunya, hujan jatuh ke daratan dan menjadi air darat. Hingga akhirnya air kembali ke laut.
Siklus Panjang
Seperti namanya, siklus ini mengalami proses yang panjang. Siklus ini diawali dengan air laut yang menguap dan mengalami kondensasi.
Uap air terbawa angin dan menjadi awan di atas daratan hingga pegunungan. Kemudian air jatuh sebagai salju dan menjadi gletser. Lalu, air yang ada mengalir ke sungai dan selanjutnya kembali ke laut.
Siklus hidrologi yang terjadi terdiri dari beberapa tahapan. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini.
Evaporasi
Evaporasi adalah proses penguapan di wilayah perairan akibat panas sinar matahari. Pada proses ini, air di wilayah perairan akan mengalami perubahan wujud menjadi gas atau uap air ke atmosfer.
Transpirasi
Transpirasi adalah proses penguapan air dari tanaman melalui stomata atau mulut daun. Dalam tahapan ini, tumbuhan mengeluarkan uap pada siang hari. Faktor yang mempengaruhi transpirasi, yakni suhu, kelembaban udara, jenis tanaman, dan pergerakan angin.
Evapotranspirasi
Evapotranspirasi merupakan gabungan proses evaporasi dan transpirasi. Di tahap ini, akan terjadi proses penguapan air dari permukaan tanah ke atmosfer. Proses ini mencakup penguapan dari seluruh perairan dan makhluk hidup.
Sublimasi
Sublimasi adalah proses penguapan di kutub atau puncak gunung, di mana es berubah menjadi uap air tanpa mengalami fase pencairan.
Kondensasi
Di tahapan ini, uap air berubah menjadi partikel-partikel es atau hujan es. Proses ini terjadi ketika uap air dari evaporasi, transpirasi, dan evapotranspirasi berada di ketinggian tertentu. Nantinya, partikel es ini akan berdampingan dan bersatu hingga menjadi awan.
Adveksi
Setelah partikel es menjadi awan, wujud awan itu dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam satu horizontal. Proses ini memungkinkan awan untuk menyebar dan berpindah tempat dari laut ke darat. Biasanya, tahap ini tidak terjadi dalam siklus hidrologi pendek.
Presipitasi
Usai melalui proses adveksi, awan akan mengalami presipitasi atau mencair akibat suhu udara tinggi. Di tahap ini, awan yang terbentuk mencair dan jatuh ke bumi.
Kendati demikian, proses presipitasi tidak selalu berakhir dengan hujan. Jika suhu di suatu daerah sangat rendah atau kurang dari 0 derajat celcius, awan dapat berubah menjadi hujan salju.
Run Off
Dalam tahapan run off, air akan mengalir dari tempat tinggi ke tempat lebih rendah. Proses ini bisa terjadi di sungai, muara, danau, hingga saluran got.
Infiltrasi
Proses presipitasi tidak dialami oleh semua air di bumi. Sebagian air mengalami proses infiltrasi atau kondisi di mana air menyerap ke tanah. Nantinya, proses infiltrasi akan membawa air tanah untuk kembali ke laut dalam waktu yang lambat.
Setelah melewati proses ini, air kembali ke laut dan menyatu dengan lautan. Kemudian, air kembali mengalami siklus hidrologi yang dimulai dari evaporasi.
(GTT)
