Konten dari Pengguna

9 Tema Kegiatan Kokurikuler SD yang Bisa Diterapkan di Sekolah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tema kegiatan kokurikuler SD. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tema kegiatan kokurikuler SD. Foto: Unsplash.

Kokurikuler menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan di Indonesia. Panduan resmi dari Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 memuat ketentuan lengkap soal pelaksanaannya.

Dalam panduan tersebut, terdapat sejumlah referensi tema kegiatan kokurikuler SD yang dapat dijadikan inspirasi oleh sekolah. Tema-tema ini dirancang agar relevan dengan konteks sosial budaya dan karakteristik siswa di masing-masing sekolah. Simak informasi selengkapnya berikut ini!

Apa itu Kokurikuler?

Ilustrasi tema kegiatan kokurikuler SD. Foto: Unsplash.

Mengutip Panduan Kokurikuler BSKAP 2025, kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa.

Kompetensi yang ingin dicapai melalui kokurikuler mencakup delapan dimensi profil lulusan, yaitu:

  • Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

  • Kewargaan

  • Penalaran kritis

  • Kreativitas

  • Kolaborasi

  • Kemandirian

  • Kesehatan

  • Komunikasi

Kedelapan dimensi ini menjadi acuan utama dalam merancang setiap kegiatan kokurikuler di sekolah, termasuk di jenjang Sekolah Dasar.

Tema Kegiatan Kokurikuler SD

Ilustrasi tema kegiatan kokurikuler SD. Foto: Unsplash.

Satuan pendidikan didorong untuk mengembangkan tema kontekstual sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah. Panduan tersebut juga memberikan beberapa referensi tema yang bisa dijadikan inspirasi pelaksanaan kokurikuler di SD.

1. Generasi Sehat dan Bugar

Tema ini berfokus pada pembiasaan hidup sehat sejak dini. Kegiatan yang bisa dilakukan antara lain olahraga bersama, pembuatan jurnal kesehatan, hingga kampanye gizi sehat di lingkungan sekolah. Tema ini berkaitan erat dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) yang menekankan kebiasaan berolahraga dan makan sehat.

2. Peduli dan Berbagi

Tema peduli dan berbagi mengajak siswa untuk peka terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Bentuk kegiatannya bisa berupa bakti sosial, kunjungan ke panti asuhan, hingga kegiatan berbagi dengan sesama di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

3. Aku Cinta Indonesia

Tema ini ditujukan untuk menguatkan rasa kebanggaan terhadap budaya dan identitas bangsa. Siswa bisa diajak menampilkan seni daerah, membuat pameran budaya lokal, atau mengeksplorasi permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

4. Hidup Hemat dan Produktif

Tema hidup hemat dan produktif mengenalkan siswa pada nilai-nilai kemandirian serta tanggung jawab. Kegiatan sederhana yang bisa dilakukan, seperti menabung, membuat produk dari bahan bekas, atau simulasi jual beli.

5. Berkarya untuk Sesama dan Bangsa

Tema ini mendorong siswa untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi orang lain. Misalnya membuat kerajinan tangan untuk disumbangkan, membuat konten edukatif, atau merancang solusi atas masalah di lingkungan sekitar sekolah.

6. Gaya Hidup Berkelanjutan

Gaya hidup berkelanjutan mengajarkan siswa untuk peduli terhadap lingkungan hidup. Beberapa kegiatan relevan yang bisa dilakukan mencakup daur ulang sampah, menanam tumbuhan, membuat kompos, hingga kampanye hemat energi di sekolah.

7. Sekolahku Ramah Lingkungan

Tema ini mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang bersih, hijau, dan nyaman. Siswa bisa terlibat dalam kegiatan kerja bakti, pembuatan taman sekolah, atau pengelolaan bank sampah sederhana.

8. Teman yang Baik dan Peduli

Tema ini mengutamakan penguatan karakter sosial siswa, termasuk empati, toleransi, dan sikap anti perundungan. Kegiatan bisa berupa simulasi peran, pembuatan poster persahabatan, hingga diskusi tentang cara menjadi teman yang baik.

9. Cerdas Gunakan Teknologi

Literasi digital menjadi tema yang relevan di tengah meningkatnya penggunaan gawai di kalangan anak usia sekolah dasar. Tema ini mengajak siswa untuk bijak dalam menggunakan teknologi, mengenal etika bermedia sosial, serta memahami dampak positif dan negatif penggunaan gawai.

Baca juga: Program Belajar Bersama Maestro 2026 untuk Mahasiswa, Ini Informasinya

(FHK)