Konten dari Pengguna

Adab Berhubungan Suami Istri dalam Kitab Fathul Izar

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi berhubungan suami istri. Foto: Shutterstock.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berhubungan suami istri. Foto: Shutterstock.com

Kitab Fathul Izhar umumnya digunakan di pesantren sebagai rujukan pendidikan pranikah. Kitab ini banyak menjelaskan perkara-perkara penting yang berhubungan dengan perkawinan, seperti etika berhubungan intim, doa ketika berhubungan suami istri, dan masih banyak lagi.

Dalam Islam, berhubungan intim atau jima’ merupakan bentuk ibadah yang bernilai pahala. Dalam hadis riwayat Muslim para sahabat bertanya pada Nabi Muhammad SAW: "Wahai Rasulullah, apakah jika salah seorang dari kami mendatangi syahwatnya (berhubungan suami istri), mendapat pahala?"

Rasulullah SAW menjawab: "Apa pendapat kalian seandainya dia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, bukankah dia mendapatkan dosa. Demikian pula jika dia melampiaskan syahwatnya pada yang halal, dia memperoleh pahala".

Oleh sebab itu, untuk meraih rida Allah dan agar istri dan suami sama-sama bahagia, maka jima’ harus dilakukan sesuai adab. Di sinilah peran kitab Fathul Izar untuk membantu pasangan Muslim menciptakan rumah tangga yang harmonis.

Lantas, apa itu Fathul Izhar dan bagaimana tahapan serta adab dalam berhubungan intim bagi pasangan suami istri? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Tuntunan Sholat dan Doa Sebelum Berhubungan Suami Istri

Apa Itu Fathul Izhar?

Ilustrasi pasangan yang siap punya anak. Foto: Shutterstock.com

Mengutip dari jurnal Pendidikan Seks Pra Nikah dalam Islam Perspektif KH. Abdullah Fauzi (Telaah Kitab Fath Al-Izar) karya Alwi Yahya, kitab Fathul Izhar adalah kitab munahakat yang berisi ilmu pernikahan.

Pembahasan dalam kitab ini memang dikhususkan tentang bersenggama. Isinya mencakup waktu, rahasia dalam melakukan hubungan intim, tata cara, etika, dan doa-doa yang bisa dibaca oleh umat muslim ketika melakukan hubungan intim.

Tidak hanya itu, kitab ini juga mengungkap rahasia mengetahui keperawanan seorang perempuan dan membahas cara memiliki anak laki-laki atau perempuan. Pembahasan dalam kitab ini diambil berdasarkan pengalaman para kiai dan teori medis yang dirangkum menjadi satu kesatuan.

Berhubungan intim bagi suami istri merupakan sebuah ladang pahala baik yang bisa dilakukan. Dengan begitu, berhubungan intim tidak bisa dilakukan secara asal tanpa memiliki pengetahuan dasarnya terlebih dahulu.

نِسَاۤؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ ۖ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladang bagimu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah pada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. (QS. Al-Baqarah (2): 223).

Oleh karena itu, kitab Fathul Izhar digunakan sebagai acuan pendidikan seks pra-nikah di masyarakat umum, seperti perguruan tinggi. Pendidikan seks pra-nikah ini bertujuan sebagai pengetahuan tentang pernikahan supaya nantinya pasangan suami istri memiliki bekal ilmu saat berhubungan intim.

Dengan bekal tersebut diharapkan pasangan suami dan istri memiliki kesiapan untuk melakukan hubungan intim setelah menikah. Selain itu, kitab ini juga dapat membantu dalam mengatasi permasalahan rumah tangga lainnya.

Tahapan Berhubungan Intim dalam Kitab Fathul Izhar

Ilustrasi berdoa. Foto: Shutterstock.com

Menurut buku Wejangan Pengantin Anyar dan Terjemah Fathul Izhar oleh Firman Arifandi, berhubungan intim yang paling ideal adalah hubungan intim yang diiringi dengan sifat agresif, kerelaan hati, dan menyisakan nafsu (syahwat).

Sedangkan berhubungan intim yang buruk adalah hubungan yang diiringi rasa gelisah, anggota badan terasa mati, badan gemetar, dan ada rasa kecewa di antara suami serta istri.

Berhubungan intim juga memiliki beberapa tahapan yang dijelaskan dalam kitab Fathul Izhar. Tahapan tersebut bisa menjadi panduan bagi pasangan suami istri ketika ingin melakukan hubungan intim di malam pertama.

Berikut ini beberapa tahapan hubungan intim pasangan suami istri dalam kitab Fathul Izhar:

  1. Dilakukan dengan posisi istri tidur telentang dan suami berada di atasnya. Posisi ini merupakan cara terbaik dalam berhubungan intim.

  2. Suami melakukan kemesraan yang halus (foreplay), seperti memeluk, mencium, dan sebagainya.

  3. Lakukan kemesraan tersebut hingga istri terangsang, setelah itu masukkan penis suami dan lakukan gesekan pada liang vagina.

  4. Ketika suami mengalami klimaks (ejakulasi), jangan terburu-buru untuk mencabut penis. Suami bisa menahannya beberapa saat disertai dengan pelukan mesra ke sang istri.

  5. Apabila kondisi tubuh suami sudah tenang, penis dapat dicabut dari vagina istri dengan cara mendoyongkan tubuh ke samping kanan atau kiri.

  6. Selesai berhubungan, hendaknya suami istri membersihkan alat kelamin masing-masing dengan dua helai kain. Satu helai kain untuk istri dan satu helai kain untuk siami.

  7. Pasangan suami istri juga bisa membersihkan badan dengan mandi wajib untuk membersihkan hadas besar dalam tubuhnya

Adab Berhubungan Intim dalam Kitab Fathul Izhar

Ilustrasi sepasang suami istri. Foto: Unsplash.com

Setelah membahas tahapan berhubungan intim dalam kitab Fathul Izhar, ada juga beberapa etika dalam melakukan hubungan intim yang perlu diperhatikan oleh suami.

Menurut buku Wejangan Pengantin Anyar dan Terjemah Fathul Izhar oleh Firman Arifandi, berikut ini adab berhubungan intim dalam kitab Fathul Izhar yang dibagi menjadi tiga tahapan utama:

Sebelum berhubungan intim

1. Bermesraan

Mendahului dengan bermesraan supaya hati istri tak merasa tertekan dan mudah melampiaskan hasratnya. Lakukan hal tersebut hingga napas istri naik turun dan tubuhnya menggeliat. Setelah itu biasanya istri akan meminta suaminya mendekap, maka rapatkanlah tubuh suami ke istri.

2. Posisi yang dilarang dan dibolehkan

Adab sebelum berhubungan intim selanjutnya adalah jangan menyetubuhi istri dengan posisi berlutut. Hal tersebut karena sangat memberatkan di posisi sang istri.

Suami juga dilarang menyetubuhi istri dengan posisi miring karena dapat menyebabkan sakit pinggang. Selain itu, istri juga tidak dibolehkan berada di posisi atas saat berhubungan badan karena dapat mengakibatkan kencing batu.

Sementara itu, posisi berhubungan intim yang baik adalah istri telentang di bawah suami dengan posisi kepala lebih rendah dibandingkan posisi bokongnya. Untuk membuat posisi tersebut, istri dapat mengganjal bokongnya dengan bantal.

Sedangkan posisi paha istri dapat diangkat dan dibuka dengan lebar. Lalu, suami dapat mendatangi istri dari atas dengan bertumpu pada sikunya. Posisi ideal ini kerap dipilih oleh para ahli fikih Islam (fuqaha) dan juga ahli medis.

3. Membaca taawuz dan basmalah

Beretika saat hendak memasukkan penis ke dalam vagina, yaitu dengan membaca taawuz dan basmalah. Selain itu, hendaknya suami juga menggosokkan penis di sekitar vagina, meremas payudara, dan melakukan kegiatan lainnya yang dapat membangkitkan nafsu istri.

Ketika berhubungan intim

  1. Berhubungan intim dapat dilakukan secara pelan-pelan dan lembut.

  2. Menahan keluarnya mani saat birahi bangkit, sambil menunggu sampai istri mengalami penurunan (inzal). Hal ini juga berguna untuk menciptakan rasa cinta di hati istri.

  3. Tidak terburu-buru mencabut penis ketika suami merasa istri akan keluar mani. Hal tersebut bisa melemahkan ketegangan penis dan suami juga dilarang mengeluarkan air mani di luar vagina.

Setelah berhubungan intim

  1. Meminta istri tidur miring ke arah kanan supaya anak yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki.

  2. Apabila istri tidur miring ke arah kiri, anak yang dilahirkan kelak berjenis kelamin perempuan.

  3. Membaca zikir dalam hati sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW.

  4. Disunahkan berwudu ketika hendak tidur dan membasuh penis ketika hendak mengulangi hubungan intim.

(ERA) dan (FNS)

Frequently Asked Question Section

Apa itu Kitab Fathul Izar

chevron-down

Fathul Izar adalah kitab yang banyak digunakan sebagai referensi dalam pendidikan pra nikah karena berisi perkara-perkara penting yang berhubungan dengan perkawinan seperti etika bersenggama, doa ketika berhubungan suami istri, dan masih banyak lagi.

Pandangan Islam Mengenai Hubungan Suami Istri

chevron-down

Jima’ merupakan bentuk ibadah yang bernilai pahala asalkan syahwat disalurkan pada yang halal.

Posisi yang Dihindari Saat Berhubungan Intim

chevron-down

Menyetubuhi istri dengan posisi berlutut dapat memberatkan istri. Sementara posisi tidur miring dapat menyebabkan sakit pinggang. Jika istri berada di atas suami, ini dapat menyebabkan kencing batu.