Konten dari Pengguna

Adab dan Doa Ketika Dipuji Oleh Seseorang dalam Islam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi adab dan doa ketika dipuji. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi adab dan doa ketika dipuji. Foto: pixabay

Pujian dari manusia kerap datang kepada seorang Muslim tatkala selesai melakukan amal kebaikan. Ini bisa dimaknai sebagai ujian keikhlasan untuk menghindarkan diri dari sikap riya.

Kembali kepada individu masing-masing, pujian bisa dimaknai sebagai suatu hal yang positif atau negatif. Syekh Ahmad Zarruq dalam As-Syirkatul Qaumiyyah mengatakan bahwa pujian itu tidak tercela dan tidak juga terpuji, karena pujian itu dapat mengantarkan seseorang pada kesempurnaan, kekurangan, atau sesuatu selain keduanya.

Islam sebagai agama yang mementingkan kemaslahatan umat telah mengatur adab seorang Muslim ketika dipuji. Bahkan ada bacaan doa yang dianjurkan dibaca ketika mendapatkan pujian. Agar lebih memahaminya, simak penjelasan berikut.

Adab dan Doa Ketika Dipuji dalam Islam

Pujian yang diterima dari manusia bisa meruntuhkan atau meningkatkan martabat seseorang di sisi Allah. Semua tergantung dari sudut pandang mana pujian itu dimaknai oleh seseorang.

Ilustrasi adab dan doa ketika dipuji. Foto: iStock

Mengutip NU Online, ketika mendapat pujian, seorang Muslim hendaknya memahami hanya Allah yang berhak menerima pujian itu. Sehingga untuk menyikapinya, ia akan mengembalikan pujian tersebut kepada Allah SWT.

Selain itu, dianjurkan juga membaca doa untuk menghindarkan diri dari sikap ujub dan sombong. Berikut bacaan doanya yang dikutip dari buku Syarah Hisnul Muslim: Kumpulan Doa-doa Pilihan oleh Abdul Rosyad:

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ بِمَا يَقُوْلُوْنَ، وَاغْفِرْلِيْ مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ [وَاجْعَلْنِيْ خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ

Allahumma laa tu akhidzni bima yaquuluuna, waghfirlii maa laa ya'lamuuna Waj 'al nii khairommimmaa yazhunnuun

Artinya: "Ya Allah, semoga Engkau tidak menghukumku karena apa yang mereka katakan. Ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui. Dan jadikanlah aku lebih baik daripada yang mereka perkirakan."

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa doa ini sering dibaca oleh Abu Bakar ketika menerima pujian dari orang lain. Melalui doa ini beliau meminta pada Allah agar tidak disiksa karena pujian tersebut dan memohon agar Allah menjadikan dirinya lebih baik dari pujian yang ditujukan kepadanya.

(MSD)