Al Furqan Ayat 63: Ciri Hamba Allah Yang Maha Pengasih

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Al Furqan ayat 63 merupakan salah satu firman Allah yang menjelaskan tentang ciri-ciri orang yang disebut hamba Allah Yang Maha Pengasih atau Ibadurrahman. Berikut bunyi ayat surat Al Furqan ayat 63:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
Artinya: "Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan 'salam'." (QS. Al Furqan: 63)
Surat Al Furqan Ayat 63
Mengutip dari Tafsir Kementerian Agama (Kemenag), kandungan surat Al Furqan ayat 63 membahas tentang ciri-ciri dari Ibadurrahman atau hamba Allah Yang Maha Pengasih. Salah satu ciri Ibadurrahman adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan tidak dibuat-buat.
Orang tersebut berjalan tanpa menyombongkan diri dalam sikap maupun tindakan. Sebab dia tahu bahwa itu adalah sikap tidak terpuji dan mengakibatkan hal-hal yang negatif dalam pergaulan.
Apabila ada orang yang datang menghina dan berkata kasar padanya, ia tidak akan membalasnya dengan perlakuan serupa. Bahkan, ia malah membalasnya dengan sopan dan rendah hati sambil mengucapkan salam.
Hal tersebut sesuai dengan sikap Rasulullah SAW saat ia diserang dan dihina dengan kata-kata yang kasar. Beliau tidak kembali menyerang mereka, tetapi justru malah semakin santun, arif, dan bijaksana.
Sedangkan menurut Tafsir Quraish Shihab oleh Muhammad Quraish Shihab, hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu adalah sebagai berikut:
Mereka yang bersikap rendah hati di dunia ini. Apabila berjalan di muka bumi, mereka selalu berjalan dengan tenang.
Dalam amal perbuatan, jika mereka dicaci oleh orang-orang musyrik yang jahil, mereka membiarkannya dan mengatakan kepada mereka "Kami tidak ada urusan dengan kalian, bahkan kami berdoa untuk keselamatan kalian."
Mengutip buku Kun Ibadurrahman yang ditulis oleh Muhammad Farid Wajdi, Lc, seseorang juga bisa disebut sebagai Ibadurrahman atau hamba Allah Yang Maha Pengasih jika memiliki kriteria berikut:
Orang yang senantiasa hidup dalam ketaatan kepada Allah. Tidak pernah menunda dalam beribadah dan beramal sholeh. Kemudian, menjadikan ridho Allah sebagai tujuan utama dan sangat berharap untuk berjumpa dengan-Nya.
Orang yang senantiasa setia pada nasihat Rasulullah dan menjadikan Rasul sebagai contoh tauladannya. Mencintai keluarga beserta para sahabat beliau dan berkeinginan untuk bertemu bersama Rasul kelak di surga.
Orang yang senantiasa rendah hati bukan menyombongkan diri. Serta menyayangi bukan untuk membenci sesama. Ia juga merupakan orang yang banyak menebarkan manfaat hingga mewariskan kebaikan untuk umat dan menjadi amal jariyah.
(NDA)
