Alasan Mengapa Allah Sangat Melarang Manusia Melakukan Perbuatan Zina

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat banyak dalil dalam Islam yang melarang manusia melakukan perzinaan. Bahkan sebatas mendekati zina pun sudah termasuk dosa. Namun, sebenarnya mengapa Allah sangat melarang manusia melakukan perbuatan zina?
Alasan yang telah umum diketahui adalah karena zina membawa banyak dampak buruk, baik di dunia maupun akhirat. Dampak yang paling tampak adalah dari sisi kesehatan. Perzinaan membuka lebar pintu penyebaran berbagai penyakit kelamin.
Dengan demikian, jika dilihat menggunakan kacamata lain, larangan zina tidak lain merupakan bentuk kasih sayang Allah Swt kepada hamba-Nya. Lebih lanjut, simak alasan pelarangan zina di bawah ini.
Mengapa Allah Melarang Manusia Melakukan Zina?
Allah Swt menyejajarkan zina dengan syirik dan pembunuhan dalam ayat ke-68 di surat Al-Furqan. Menurut buku Jangan Dekati Zina oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, ayat itu mengindikasikan bahwa zina merupakan dosa yang sangat besar dan dibenci Allah Swt.
"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)." (QS. Al-Furqan: 68)
Dalam surat Al-Isra ayat 32, Allah Swt juga menyebut tindakan mendekati zina sebagai perbuatan yang keji.
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32)
Melihat betapa Allah Swt sangat melarang zina, Imam Ahmad berkata, "Aku tidak mengetahui sesuatu yang lebih besar dosanya setelah pembunuhan daripada zina."
Sesungguhnya hanya Allah Swt yang mengetahui alasan sebenarnya di balik kerasnya pelarangan zina, serta mengapa Dia mengategorikan dosanya setara tindakan pembunuhan bahkan syirik.
Namun, jika dilihat dari dampak yang ditimbulkan zina, pelarangan tersebut jadi masuk akal. Berikut deretan dampak buruk dari aktivitas zina dikutip dari Cendikia Kemenag:
Menimbulkan berbagai jenis penyakit kelamin seperti AIDS. Penyakit AIDS adalah tahap lanjut dari infeksi HIV, yakni virus yang menyerang sistem imun tubuh.
Pezina akan dihukum berupa dera (cambuk) sebanyak seratus kali atau dirajam sampai mati. Hukuman ini berfungsi memberikan efek jera kepada pelakunya.
Mendapat hukuman sosial dari masyarakat, yaitu dikucilkan masyarakat. Para pezina telah merusak dan mengotori tatanan kehidupan masyarakat, sehingga masyarakat memberikan hukuman sosial kepada mereka.
Merusak dan mengaburkan hubungan nasab. Keturunan yang sah menurut Islam adalah anak yang dilahirkan dari pernikahan yang sah. Sedangkan anak hasil perzinaan akan memiliki nasab yang tidak jelas.
Menghancurkan masa depan anak. Anak yang lahir dari perbuatan zina akan mengalami tekanan psikologi dan menghadapi kehidupan yang sulit karena tidak memiliki identitas ayah yang jelas.
Memicu perbuatan dosa besar yang lain, seperti menggugurkan kandungan, membunuh anak hasil zina, membunuh wanita yang telah hamil karena perzinaan, atau bunuh diri karena malu telah berzina.
Baca Juga: Hukum Mencintai Istri Orang dalam Islam, Apakah Termasuk Berdosa?
(DEL)
