Konten dari Pengguna

Alfabet Fonetik Internasional Fungsinya Apa? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fonetik merupakan studi yang mempelajari produksi, transmisi, dan penerimaan bunyi ujaran, yakni bunyi yang dihasilkan rongga mulut manusia. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Fonetik merupakan studi yang mempelajari produksi, transmisi, dan penerimaan bunyi ujaran, yakni bunyi yang dihasilkan rongga mulut manusia. Foto: Pexels.com

Dalam ilmu linguistik, terdapat istilah yang disebut dengan fonetik. Fonetik merupakan studi yang mempelajari produksi, transmisi, dan penerimaan bunyi ujaran, yakni bunyi yang dihasilkan rongga mulut manusia.

Fonetik menganalisis aspek-aspek fisik dari suara, seperti bagaimana suara dihasilkan oleh alat ucap manusia, serta bagaimana suara itu didengar dan diterima oleh pendengar. Ilmu fonetik dapat membantu seseorang melafalkan huruf dalam suatu kata.

Setiap bahasa memiliki sistem fonetik yang berbeda-beda. Namun, terdapat sistem yang umumnya diterapkan secara global, yakni Alfabet Fonetik Internasional. Lantas, apa itu Alfabet Fonetik Internasional? Alfabet Fonetik Internasional fungsinya apa? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Alfabet Fonetik Internasional?

Alfabet Fonetik Internasional adalah sistem standar yang digunakan untuk menulis bunyi-bunyi huruf dalam berbagai bahasa.

Mengutip buku Fonologi karya Ria Yulianti dan Frida Unsiah, Alfabet Fonetik Internasional atau International Phonetic Alphabet (IPA) adalah sistem standar yang digunakan untuk menulis bunyi-bunyi huruf dalam berbagai bahasa.

Dikembangkan oleh Perhimpunan Fonetik Internasional pada akhir abad ke-19, IPA dirancang untuk membantu memahami berbagai bunyi yang ada dalam bahasa. Ini merupakan sistem fonetik yang paling tua dalam dan paling umum digunakan di seluruh dunia.

IPA memiliki lebih dari 160 simbol yang dikategorikan menjadi tiga jenis, yakni konsonan tekanan paru-paru (pulmonik), konsonan non-paru-paru, dan vokal. Sebagian besar simbol atau lambang dalam IPA berasal dari alfabet Latin dan Yunani.

Dengan menggunakan simbol-simbol khusus tersebut, IPA membantu kita untuk memahami bunyi dari setiap alfabet dalam berbagai bahasa, terlepas dari adanya perbedaan ejaan atau pelafalan di antara bahasa-bahasa itu.

Misalnya simbol /ʃ/. Simbol ini merepresentasikan bunyi "sh" seperti yang digunakan dalam kata "ship". Bunyi ini dihasilkan dengan cara menempatkan lidah di belakang gigi-gigi depan, tapi juga agak dekat dengan langit-langit bagian tengah. Hal ini membuat suara yang terhalang oleh lidah dan menimbulkan suara desis yang khas, seperti "sh".

Salah satu keunggulan dari sistem fonetik ini adalah mampu merepresentasikan bunyi fonetik yang ada dalam berbagai bahasa. Dengan demikian, sistem ini mempermudah seseorang untuk memahami bagaimana suatu alfabet atau huruf dibaca pada suatu kata dalam bahasa tertentu.

Baca Juga: Kaidah Kebahasaan: Pengertian, Unsur, dan Contohnya dalam Teks

Alfabet Fonetik Internasional Fungsinya Apa?

Alfabet Fonetik Internasional fungsinya apa? Fungsi IPA secara keseluruhan digunakan untuk memahami pelafalan bunyi huruf dalam suatu bahasa. Foto: Pexels.com

Ria Yulianti dan Frida Unsiah dalam buku yang sama menjelaskan bahwa IPA umumnya digunakan untuk untuk merepresentasikan bunyi-bunyi dalam berbagai bahasa. Fungsinya untuk memberikan sistem standar yang dapat digunakan oleh penutur dan peneliti bahasa di seluruh dunia untuk mendeskripsikan dan mentranskripsikan suara-suara alfabet dengan jelas serta akurat.

Menurut M. Yusi Kamhar dalam jurnal Pembelajaran Fonetik Bahasa Indonesia pada Mahasiswa Asal Nusa Tenggara Timur, fungsi IPA secara keseluruhan digunakan untuk memahami pelafalan bunyi huruf dalam suatu bahasa.

IPA membantu dalam memperjelas pengucapan suatu kata atau frasa, terutama ketika berbicara dengan orang yang menggunakan bahasa asing atau dialek yang berbeda.

Selain itu, sistem fonetik ini juga membantu seseorang untuk belajar bahasa baru dengan mudah. Dengan mengetahui bagaimana pelafalan yang benar dari suatu kata atau frasa, IPA membantu seseorang menjadi lebih lancar dan akurat dalam berbicara.

Dalam kajian ilmu linguistik, IPA menganalisis bunyi bahasa-bahasa di seluruh dunia dan mempermudah transkripsi fonetik. Dengan begitu, para peneliti mampu memahami dan mendalami perbedaan serta kesamaan antara bunyi-bunyi dalam bahasa-bahasa tersebut.

Secara garis besar, IPA berfungsi sebagai alat standar yang penting dalam memahami bunyi dari setiap alfabet dalam berbagai bahasa di seluruh dunia.

(SAI)