Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.94.0
Konten dari Pengguna
Alur Pelaksanaan Proyek Modul P5 Gaya Hidup Berkelanjutan
13 Juni 2024 12:00 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Modul P5 Gaya Hidup Berkelanjutan adalah modul pembelajaran yang memuat proyek yang bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya gaya hidup berkelanjutan dan bagaimana menerapkan konsep-konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
Modul ini biasanya berisi langkah-langkah, tujuan, asesmen, dan media pembelajaran yang diperlukan untuk mengajarkan siswa tentang gaya hidup berkelanjutan. Contoh proyek ini meliputi pengolahan sampah plastik menjadi pupuk organik, penggunaan limbah botol plastik untuk membuat barang yang memiliki nilai estetis, dan lain-lain.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan serta membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan.
Alur Pelaksanaan Proyek Modul P5 Gaya Hidup Berkelanjutan
Menurut Arisya Falah Silmi, dkk dalam buku Implementasi Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Kurikulum Merdeka untuk SMK, gaya hidup berkelanjutan adalah cara hidup yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi.
Dengan menerapkan gaya hidup ini, sumber daya yang ada bisa digunakan secara berkelanjutan untuk generasi sekarang dan masa mendatang.
ADVERTISEMENT
Pada modul P5, siswa akan diajak membuat proyek dengan tujuan meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya penerapan gaya hidup berkelanjutan. Proyek pada modul P5 Gaya Hidup berkelanjutan umumnya terdiri dari beberapa tahapan.
Mengutip modul Ayo Membangun Pola Pikir Pangan Berkelanjutan yang disusun oleh Muhammad Fachrizal Helmi, berikut alur pelaksanaan proyek Gaya Hidup Berkelanjutan:
1. Tahap Eksplorasi
Pada tahap eksplorasi, para siswa akan diajak untuk mempelajari dan memahami konsep gaya hidup berkelanjutan. Tujuan utama dari tahap ini adalah memberikan pengetahuan dasar mengenai pentingnya menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan.
Melalui berbagai materi dan diskusi, siswa juga diharapkan dapat memperoleh pemahaman mendalam tentang bagaimana aktivitas sehari-hari mereka dapat memengaruhi lingkungan.
2. Tahap Ideasi
Tahap ideasi adalah tahapan ketika para siswa mengumpulkan informasi dan data valid yang berkaitan dengan prinsip-prinsip pangan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
Dalam tahap ini, siswa akan diajak untuk berpikir kritis dan kreatif, memanfaatkan informasi yang telah mereka kumpulkan untuk menemukan solusi yang praktis dan inovatif. Tahap ini bertujuan untuk mendorong siswa agar mampu menghubungkan teori dengan praktik nyata dari prinsip gaya hidup keberlanjutan.
3. Tahap Aksi
Pada tahap aksi, para siswa didorong untuk menerapkan ide-ide yang telah mereka kembangkan dalam tindakan nyata. Siswa juga diajak melakukan aksi nyata yang mencerminkan gaya hidup berkelanjutan. Siswa akan menerapkan ide-ide yang telah diperoleh dari hasil analisis sebelumnya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Tahap Refleksi
Tahap refleksi adalah tahapan ketika para siswa diajak untuk meninjau kembali dan mengevaluasi seluruh kegiatan yang telah mereka lakukan sepanjang proyek.
ADVERTISEMENT
Dalam tahap ini, siswa akan merefleksikan pengalaman mereka, menilai pencapaian yang berhasil diperoleh serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan mencari cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut.
Refleksi ini bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dari pengalaman, memperbaiki kesalahan, dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan.
Dengan demikian, siswa diharapkan dapat terus mengembangkan dan mengaplikasikan prinsip-prinsip gaya hidup keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
(SAI)