Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.103.0
Konten dari Pengguna
Amal Jariyah Istri: Pengertian, Keutamaan, dan Contoh Perbuatannya
26 April 2022 10:31 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Islam mengenal istilah amal jariyah sebagai amalan yang pahalanya tak akan terputus sampai seseorang meninggal dunia. Keberkahan senantiasa tercurahkan kepada umat Muslim yang mau mengerjakan amalan tersebut.
ADVERTISEMENT
Mengutip buku Mengenal Keutamaan dan Berkah Amal Ibadah Jariyah terbitan Jannah Firdaus Mediapro (2020: 14), secara harfiah, amal jariyah berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, yakni “amal” yang berarti perbuatan dan "jariyah" yang berarti mengalir.
Jika dimaknai lebih mendalam, pengertian amal jariyah merujuk pada sebuah perbuatan yang kebaikan dan amalannya akan terus mengalir sampai kapan pun. Sehingga, amalan ini bisa menjadi bekal bagi seseorang di akhirat kelak.
Kesempatan untuk meraih amal jariyah terbuka untuk siapa saja, termasuk seorang istri. Lantas, apa saja amal jariyah istri yang bisa dikerjakan? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan berikut.
Amal Jariyah Istri
Amal jariyah seorang istri yang paling utama ialah mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang soleh dan solehah. Merawat anak tidak cukup memberinya makan, pakaian, dan mainan, melainkan juga menanamkan ajaran agama kepada mereka.
Seorang istri hendaknya mengenalkan kemuliaan Islam kepada anak-anaknya sejak dini. Ia harus mengajarkan akhlak yang baik, nilai-nilai sosial, dan pengetahuan agama kepada mereka.
ADVERTISEMENT
Karena sejatinya anak-anak adalah makhluk Allah SWT yang diciptakan dalam kondisi fitrah (suci). Sehingga, orangtua dan lingkungan lah yang berperan dalam menentukan karakter mereka. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidaklah setiap anak yang lahir, kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka, kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagal Yahudi, Nasrani, dan Majusi, seperti hewan yang melahirkan anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada tellinga)." (HR. Abu Hurairah)
Mengutip buku Bahkan Bidadari Surga Cemburu Padamu karya Zanuba Muhlisin (2020), berkaca pada hadits tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa peran istri dalam mendidik anak sangatlah penting. Ini bisa menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya, bahkan sampai ia meninggal dunia.
Selain mendidik anak, seorang istri juga bisa mengerjakan amal jariyah lainnya yang tak kalah utama. Rasulullah SAW menyebutkan ada tiga amal jariyah bagi umat Muslim, yaitu ilmu bermanfaat, sedekah jariyah, dan anak sholeh.
عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثَةِ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
ADVERTISEMENT
Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim).
Selain itu, seorang istri juga bisa melakukan amal jariyah lain yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitar. Ia bisa memperbanyak sedekah dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada siapapun, khususnya ilmu Alquran.
(MSD)