Amalan Bulan Dzulqa’dah dan Keutamaannya sebagai Bulan Haram dalam Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dzulqa’dah adalah bulan kesebelas dalam penanggalan Islam atau Hijriah. Bulan ini termasuk bulan haram yang dimuliakan Allah SWT dan termasuk ke dalam salah satu bulan haji.
Menukil buku Yang Perlu Dilakukan Muslimah Sepanjang Tahun (2013) Dzulqa’dah termasuk bulan haram karena pada masa Rasulullah SAW di dalam bulan ini tidak ada peperangan. Sebab, kezaliman yang dilakukan pada bulan haram merupakan sebuah dosa.
Allah SWT berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 26 yang berbunyi.
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."
Selain dilarang berbuat zalim di bulan haram, umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Sebab, salah satu keutamaan bulan haram adalah setiap ibadah atau amalan yang dilakukan di bulan Dzulqa’dah akan mendapat pahala berlipat ganda.
Amalan Bulan Dzulqa’dah
Pada dasarnya, setiap amalan di bulan Dzulqa’dah pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Berikut beberapa amalan bulan Dzulqa’dah untuk ditunaikan yang dikutip dari buku Yang Perlu Dilakukan Muslimah Sepanjang Tahun (2013) dan Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah Rekomendasi Rasulullah (2012).
1. Puasa Senin Kamis
Puasa senin kamis merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan berguna untuk meningkatkan ketakwaan umat Muslim.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW mengatakan, “Amal-amal itu diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang jika amalku ditampakkan pada saat aku sedang berpuasa.” (HR. at-Tirmidzi)
Amalan pada hari Senin dan Kamis diperlihatkan karena pada kedua hari tersebut pintu-pintu surga dibuka oleh Allah SWT untuk hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda:
“Pintu-Pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka, diampuni pada kedua hari itu setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, kecuali orang yang terlibat permusuhan dengan saudaranya. Kemudian dikatakan, ‘Lihatlah kedua orang itu hingga keduanya berdamai.’” (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, dan Nasa’i)
2. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa ayyamul bidh dilaksanakan setiap tanggal 13,14, dan 15 bulan qamariyah (penanggalan hijriah). Puasa ini disebut ayyamul bidh atau puasa hari-hari putih karena bertepatan dengan bulan purnama.
Umat Muslim yang melaksanakan puasa ayyamul bidh akan mendapatkan pahala yang nilainya sama dengan berpuasa satu tahun penuh. Sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah ibn Amr ‘Ash ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Berpuasalah selama tiga hari setiap bulan. Karena, sesungguhnya kebaikan pada hari itu dihitung sepuluh kali lipat dan nilainya sama seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)
3. Sedekah
Sedekah adalah salah satu amal salih yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim, karena pahalanya akan dirasakan di dunia dan akhirat. Di mana pahala sedekah dapat menyucikan dan membersihkan seseorang dari kekikiran berlebihan terhadap harta. Allah SWT berfirman dalam surat At Taubah ayat 103 yang berbunyi:
خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(DND)
