Amdal: Pengertian, Jenis, Tujuan dan Manfaatnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Amdal adalah akronim dari analisis mengenai dampak lingkungan. Amdal adalah salah satu kegiatan yang diatur dalam perundang-undangan nasional.
Mengutip laman Kementerian LHK, amdal diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Seberapa penting amdal dan apa saja manfaatnya? Berikut informasi lengkap yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Pengertian Amdal
Menurut UU 32/2009, amdal adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.
Amdal sendiri merupakan salah satu instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. Dalam pasal 14 disebutkan terdapat 13 instrumen pencegahan pencemaran kerusakan lingkungan hidup.
Selain amdal, instrumennya terdiri dari KLHS, tata ruang, baku mutu lingkungan hidup, dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. Sisanya yaitu UKL-UPL, perizinan, dan instrumen ekonomi lingkungan hidup.
Ada juga peraturan perundang-undangan berbasis lingkungan hidup, anggaran berbasis lingkungan hidup, analisis risiko lingkungan hidup, audit lingkungan hidup, serta instrumen lain sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan ilmu pengetahuan.
Oleh sebab itu, amdal tak boleh dilakukan sembarangan. Menurut Sudarwanto yang dikutip dari buku Teknik Lingkungan karya Handayani dkk., proses penyusunan amdal dilakukan melalui delapan tahapan.
Mulai dari proses penapisan (screening) wajib amdal, pengumuman dan konsultasi publik, dan pelingkupan (scooping). Lalu ada penyusunan kerangka acuan, penyusunan analisis dampak lingkungan (andal), penyusunan RKL-RPL, penilaian andal dan RKL-RPL, dan persetujuan kelayakan lingkungan.
Jenis-Jenis Amdal
Dalam praktiknya, ada beberapa jenis amdal yang dikenal di Indonesia. Berikut adalah jenis-jenis amdal yang dikutip dari buku Teknik Lingkungan oleh Raharjo.
1. Amdal proyek tunggal
Seperti namanya, studi kelayakan lingkungan ini dilakukan untuk satu jenis usaha atau kegiatan. Contohnya adalah pembangunan jalan tol, masjid, rumah sakit, sekolah, dan lainnya.
2. Amdal kawasan
Studi kelayakan lingkungan ini dilakukan untuk beberapa jenis usaha atau kegiatan yang terletak di satu hamparan ekosistem dan dikelola satu instansi. Contohnya yaitu amdal untuk pembangunan kawasan industri atau pariwisata.
3. Amdal terpadu multi sektor
Jenis amdal ini merupakan studi kelayakan lingkungan yang dilakukan untuk beberapa kegiatan atau usaha di suatu hamparan ekosistem, namun dikelola berbagai instansi. Contohnya pembangunan kawasan permukiman terpadu.
4. Amdal regional
Studi kelayakan lingkungan ini dilakukan untuk berbagai jenis usaha atau kegiatan yang terkait antara satu sama lain di beberapa hamparan ekosistem dan dikelola oleh beberapa instansi terkait. Contohnya adalah amdal untuk lahan gambut sejuta hektar.
Tujuan dan Manfaat Amdal
Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012, tujuan penyusunan amdal untuk sebagai salah satu syarat mendapat izin lingkungan adalah untuk memberikan perlindungan terhadap lingkungan hidup yang lestari dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan upaya pengendalian usaha dan/atau kegiatan yang berdampak negatif pada lingkungan hidup. Selain itu juga untuk memberikan kejelasan prosedur, mekanisme, dan koordinasi antarinstansi.
Mengutip buku Teknik Lingkungan oleh Hidayat, manfaat amdal bisa dilihat dari sejumlah aspek. Pertama dari sisi pengambilan keputusan, amdal jadi pertimbangan pihak berwenang dalam mengambil keputusan tentang kelanjutan rencana proyek.
Apabila dilihat dari sisi teknis, amdal bertujuan untuk menghindari, meminimalkan dan memitigasi dampak-dampak lingkungan demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Dari sisi komunikasi, amdal memberikan kesepakatan soal keberlanjutan rencana usaha.
Berdasarkan aspek perencanaan, kegiatan ini bisa menjaga keharmonisan hubungan antara seluruh prosesnya sehingga dampaknya dapat diprediksi sejak awal. Amdal juga bisa menjaga akuntabilitas pemrakarsa dan pemerintah terhadap masyarakat.
Dari aspek perjanjian, amdal menjadi dasar bagi pihak terkait untuk menerbitkan izin. Dan dari segi informasi, kegiatan ini memberikan data tentang kondisi dan status lingkungan yang bisa dimanfaatkan dalam perencanaan wilayah, kajian kebijakan, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Tujuan Tahap Persiapan dalam Proses Pelaksanaan AMDAL
Frequently Asked Question Section
Ada berapa tahapan dalam proses penyusunan amdal?

Ada berapa tahapan dalam proses penyusunan amdal?
Delapan tahapan, yaitu penapisan wajib amdal, pengumuman dan konsultasi publik, pelingkupan, penyusunan kerangka acuan, penyusunan andal, penyusunan RKL-RPL, penilaian andal dan RKL-RPL, serta persetujuan kelayakan lingkungan.
Apa dasar hukum utama pelaksanaan amdal di Indonesia?

Apa dasar hukum utama pelaksanaan amdal di Indonesia?
UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Ada berapa jenis amdal di Indonesia?

Ada berapa jenis amdal di Indonesia?
Empat macam, yaitu amdal proyek tunggal, kawasan, terpadu multi sektor, dan regional.
(NSA)
