Konten dari Pengguna

Anda Ingin Membangun Sistem Penyaring Spam, Apa yang Perlu Dipahami tentang AI?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Talenta Digital di bidang Artificial Intelligence (AI). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Talenta Digital di bidang Artificial Intelligence (AI). Foto: Abid Raihan/kumparan

Artificial Intelligence (AI) kini dipakai secara luas dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satu bentuk penerapannya yakni membantu mendeteksi dan menyaring pesan digital yang berpotensi menjadi spam.

Teknologi penyaring spam kini semakin berkembang dalam mengidentifikasi pola dan karakteristik pesan mencurigakan. Pesan yang terindikasi sebagai spam dapat secara otomatis ditandai atau dipindahkan ke folder khusus agar tidak memenuhi kotak masuk utama pengguna.

Untuk membangun sistem penyaring spam berbasis AI, diperlukan pemahaman tentang cara AI mengolah data, menemukan pola, dan mengklasifikasikan pesan. Lantas, apa saja yang perlu dipahami untuk membangun sistem tersebut? Berikut penjelasan selengkapnya.

Apa Tugas AI Spam Filter?

Ilustrasi artificial intelligence. Foto: Shutterstock

Sebelum membahas cara kerja AI spam filter, mari memahami terlebih dahulu fungsi dari teknologi ini. Mengutip laman Tozcall, AI spam filter merupakan perangkat lunak yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mengenali dan menyaring pesan yang tidak diinginkan atau berpotensi membahayakan.

Pesan tersebut dapat berupa email spam, upaya pishing, pesan sampah, hingga tautan yang berisiko bagi pengguna. Secara umum, AI spam filter memiliki beberapa kemampuan, antara lain:

  • Mempelajari spam yang pernah ditemukan berdasarkan data dan contoh yang tersedia.

  • Mengenali pola spam baru sehingga dapat mendeteksi berbagai bentuk spam yang terus berkembang.

  • Meningkatkan akurasi dari waktu ke waktu seiring dengan bertambahnya data yang dipelajari.

  • Mengurangi kesalahan deteksi, yaitu kondisi ketika pesan yang sebenarnya bukan spam justru dianggap sebagai spam.

Cara Kerja AI Spam Filter

Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). Foto: Shutterstock

Berdasarkan informasi dari laman Tozcall, AI spam filter terus belajar dari banyak data untuk mengenali pola spam dan meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi pesan mencurigakan.

Secara umum, AI spam filter bekerja secara bertahap, mulai dari mempelajari data hingga meningkatkan kemampuannya berdasarkan umpan balik pengguna. Berikut cara kerjanya:

1. Mempelajari Data

Sistem mengumpulkan berbagai contoh pesan, baik yang tergolong spam maupun bukan spam. Data tersebut digunakan sebagai bahan pembelajaran agar AI dapat mengenali karakteristik dan pola dari masing-masing jenis pesan.

2. Menganalisis Karakteristik Pesan

AI kemudian menganalisis berbagai karakteristik yang terdapat dalam pesan, antara lain:

  • Perilaku dan informasi pengirim.

  • Hubungan atau interaksi antara pengirim dan penerima.

  • Lampiran yang terdapat dalam pesan.

  • Isi dan informasi lain yang berkaitan dengan pesan.

  • Pola tertentu yang sering ditemukan pada spam.

Data tersebut kemudian dipelajari menggunakan algoritma machine learning untuk membantu sistem mengenali pola spam.

3. Melakukan Klasifikasi secara Real-Time

Ketika pesan masuk, sistem dapat menganalisisnya secara otomatis dan menentukan apakah pesan tersebut termasuk spam atau bukan. Pesan yang terindikasi sebagai spam dapat ditandai atau dipindahkan ke folder spam, sedangkan pesan yang dianggap aman dapat diteruskan ke kotak masuk.

4. Terus Belajar dari Umpan Balik

Kemampuan AI spam filter tidak berhenti setelah sistem digunakan. Umpan balik dari pengguna, seperti ketika pengguna menandai pesan sebagai spam atau bukan spam, dapat menjadi data tambahan untuk membantu meningkatkan akurasi sistem.

Baca Juga: Alasan Mengapa Penggunaan AI Secara Efisien Itu Penting untuk Masa Depan Digital

(ANB)