Konten dari Pengguna

Antitesis: Pengertian dan Contoh Kalimatnya dalam Bahasa Indonesia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gaya bahasa antitesis. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gaya bahasa antitesis. Foto: Pixabay

Dalam kajian ilmu bahasa Indonesia, antitesis adalah gaya bahasa yang termasuk dalam majas pertentangan. KBBI mendefinisikan antitesis sebagai pertentangan yang benar-benar atau pengungkapan gagasan yang bertentangan dalam susunan kata yang sejajar.

Antitesis banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Biasanya, majas ini dicantumkan sebagai bentuk penekanan antara perbandingan dua kata yang tergabung dalam satu kalimat.

Lebih lanjut, Nur Indah Sholikhati dalam buku Ultralengkap Peribahasa Indonesia, Majas Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia menjelaskan, antitesis adalah gaya bahasa yang memadukan dua kata saling berlawanan dalam satu susunan kalimat.

Kedua kata tersebut tidak hanya saling berlawanan, tetapi juga sangat bertolak belakang dari sisi maknanya. Karena itu majas antitesis mudah dikenali dengan kata antonim yang terdapat dalam kalimatnya.

Ilustrasi bahasa Indonesia. Foto: Pixabay

Majas pertentangan sendiri merupakan majas yang mengandung pertentangan dengan tujuan menciptakan efek kalimat yang lebih hebat. Selain antitesis, ada beberapa gaya bahasa yang dikategorikan sebagai majas ini, yakni paradoks, kontradiksi interminus, anakronisme, dan oksimoron.

Paradoks merupakan majas yang mengungkapkan dua hal yang berlawanan meski keduanya benar adanya. Sedangkan, majas kontradiksi interminus adalah gaya bahasa pengecualian, misalnya “Dilarang masuk ke ruangan ini kecuali karyawan.”

Lalu, majas anakronisme merupakan majas pertentangan yang menyatakan sesuatu pada masa lampau, sementara majas oksimoron adalah majas yang menunjukkan adanya paradoks dalam satu frasa.

Contoh Kalimat Antitesis

Ilustrasi menulis majas antitesis dalam kalimat. Foto: Pixabay

Agar lebih mudah membedakannya dengan majas pertengahan yang lain, berikut kumpulan contoh kalimat yang mengandung majas antitesis, dikutip dari Buku Pintar Majas, Pantun, dan Puisi tulisan dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Pembentukan Istilah oleh Tim Redaksi BIP.

  • Kaya miskin, cantik jelek, pintar bodoh, semuanya sama di mata Tuhan.

  • Naik turunnya harga BBM sangat berpengaruh pada harga kebutuhan pokok.

  • Hidup mati dan susah senangnya anak itu, serahkan saja pada kami.

  • Lapang atau sempitnya rezeki itu bergantung pada usaha kita dalam bekerja.

  • Tua atau muda boleh ikut meramaikan gerak jalan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

  • Bagi wakil Indonesia di ajang SEA Games, menang atau kalah bukan suatu masalah karena yang utama adalah pengalaman.

  • Cantik atau jelek rupa seorang wanita bisa terlihat dari cara ia menggunakan hatinya.

  • Baik buruk seseorang itu tidak bisa kita nilai dari penampilan saja.

  • Menunda pekerjaan kecil berarti menimbulkan masalah besar.

  • Pintar atau bodohnya seseorang itu tergantung pada usahanya dalam belajar.

  • Rajin malas hanyalah pilihan kita.

  • Di antara suka duka kehidupan, ia tak kenal istirahat untuk bekerja.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan antitesis?

chevron-down

Dalam kajian ilmu bahasa Indonesia, antitesis adalah gaya bahasa yang termasuk dalam majas pertentangan.

Apa itu majas oksimoron?

chevron-down

Majas oksimoron adalah majas yang menunjukkan adanya paradoks dalam satu frasa.

Apa yang dimaksud majas paradoks?

chevron-down

Paradoks merupakan majas yang mengungkapkan dua hal yang berlawanan meski keduanya benar adanya.