Konten dari Pengguna

Apa Arti Oposisi dalam Politik? Ini Pengertian dan Fungsinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi pengertian oposisi. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian oposisi. Foto: Unsplash.

Oposisi merupakan istilah yang identik dengan politik. Meski termasuk kosakata populer digunakan dalam tulisan maupun percakapan, apa arti oposisi masih belum diketahui secara luas.

Secara bahasa, oposisi berasal dari kata “opposition” yang artinya sikap maupun tindakan menentang, melawan, atau bermusuhan. Kata ini dipakai untuk menggambarkan pihak lawan atau kelompok yang berseberangan.

Meski dapat digunakan untuk berbagai bidang, istilah oposisi lebih melekat dengan bidang politik. Untuk memahami lebih jauh apa pengertian oposisi dalam politik beserta fungsinya, simak ulasan berikut.

Pengertian Oposisi dalam Politik

Ilustrasi pengertian oposisi. Foto: Jamal Ramadhan/Kumparan.

Oposisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Pelaksanaan demokrasi di suatu negara tidak dapat berjalan dengan baik jika pemerintah yang berkuasa tidak memiliki oposisi.

Dalam pelaksanaan pemilu, partai yang menang akan bertindak sebagai pemegang kekuasaan, sementara yang kalah akan menjadi oposisi dan berada di luar kekuasaan.

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), oposisi dapat diartikan sebagai kelompok atau partai penentang yang mengkritik kebijakan pemerintah yang berkuasa. Kelompok tersebut berperan sebagai penyeimbang dalam sistem politik dan menawarkan alternatif kebijakan yang berbeda.

Dalam jurnal Oposisi dan Koalisi: Potret Kultur Demokrasi Indonesia oleh Munadi, oposisi mempunyai empat konsep perkembangan, yakni:

1. Oposisi seremonial

Oposisi seremonial adalah konsep oposisi yang dibentuk karena formalitas semata. Oposisi seremonial sengaja dibentuk oleh pemerintah yang berkuasa agar rakyat melihat sistem pemerintahan yang ada seolah-olah seimbang.

2. Oposisi destruktif oportunis

Jenis oposisi ini selalu berusaha merusak citra pemerintahan yang berkuasa melalui berbagai cara. Tujuan utama oposisi ini adalah menjatuhkan lawan politiknya, bukan untuk memberikan kritik yang membangun demi kepentingan bersama.

3. Oposisi fundamental ideologis

Oposisi fundamental ideologis tidak jauh berbeda dengan oposisi destruktif oportunis. Jenis oposisi ini sama-sama ingin menjatuhkan lawan politik. Bedanya, oposisi ini menyerang lawan dengan menyertakan konsep ideologinya.

4. Oposisi konstruktif demokrasi

Konsep oposisi konstruktif demokrasi adalah oposisi yang paling baik di antara jenis oposisi lainnya. Oposisi ini dibentuk untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

Kelompok ini akan memberikan kritik secara objektif dan tetap mengapresiasi pemerintah apabila kebijakan yang diambil telah sesuai undang-undang.

Fungsi Oposisi dalam Politik

Ilustrasi pengertian oposisi. Foto: Unsplash.

Fungsi utama oposisi adalah menjaga akuntabilitas pemerintah dengan memantau kegiatan serta kebijakan pemerintah dengan memberikan kritik konstruktif.

Oposisi juga berperan sebagai pengawas pemerintah dalam menciptakan kebijakan publik. Sebagai pengawas, pihak oposisi bertugas memberikan kritik untuk membantu pemerintah memperbaiki kebijakan yang ada.

Dengan mengkritik tindakan yang berisiko merugikan masyarakat, oposisi memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan, mendorong transparansi, serta memastikan pemerintah bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

(GLW)