Apa Arti Toxic? Ini Pengertian, Karakteristik, dan Contoh Sifatnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah toxic cukup populer digunakan dalam bahasa gaul. Secara bahasa, toxic artinya racun. Milenial dan Gen Z biasa menggunakan istilah ini untuk melabeli seseorang yang memiliki sifat seperti racun karena suka merugikan orang.
Mengutip buku Artikulasi Rasa: Mencintai Kecantikan Diri Sepenuhnya karya Selvia Liem (2022), toxic identik dengan kepribadian seseorang yang suka menyusahkan. Ini bisa membawa dampak buruk pada kondisi fisik dan emosional orang lain.
Seseorang dianggap toxic apabila ia menebarkan sesuatu yang negatif ke lingkungan sekitarnya. Misalnya sering menggunakan kata-kata kasar, melakukan kenakalan remaja, menjalani hidup yang bebas tanpa aturan, dan lain-lain.
Julukan toxic bisa diberikan ke siapa saja, termasuk teman, pasangan, keluarga, sahabat, dan saudara. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang apa arti toxic dan contoh sifatnya yang bisa Anda simak.
Pengertian Toxic dan Contoh Sifatnya
Sifat toxic biasanya muncul dalam hubungan pertemanan dan percintaan. Orang yang toxic cenderung memiliki sifat buruk, merugikan, menyusahkan, mau menang sendiri, dan tidak bermanfaat bagi orang sekitar.
Terkadang, orang yang toxic juga identik dengan sifat dan perkataan yang kasar. Beberapa di antara mereka bahkan berani untuk melakukan tindakan abussive terhadap teman, keluarga, dan pasangannya.
Dalam hubungan percintaan, tipe orang seperti ini dapat memicu toxic relationship. Hubungan ini bisa menimbulkan rasa takut, ketidaknyamanan, dan membuat orang yang menjalaninya merasa tertekan terus menerus.
Mengutip buku Muda Bahagia No Drama karya Jelita Sopani (2009), banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya tengah terjebak dalam hubungan toxic. Ada ciri-ciri hubungan toxic relationship yang harus diwaspadai, yakni sebagai berikut:
Lebih sering takut dan tertekan daripada merasa bahagia saat bersama pasangan.
Adanya kekerasan fisik ataupun verbal dalam hubungan asmara bersama pasangan.
Selalu merasa dikendalikan secara berlebihan oleh pasangan.
Selalu dicemburui/mencemburui tanpa alasan.
Selalu dikekang dan dicurigai dan tidak memiliki kebebasan.
Tidak ada rasa percaya terhadap pasangan.
Tidak merasa didukung atau justru direndahkan oleh pasangan.
Hal tersulit dari toxic relationship adalah mencoba keluar dari jeratnya. Terkadang, orang yang terjebak dalam hubungan seperti ini sulit berpikiran jernih dan enggan menerima saran dari orang lain.
Cara Terlepas dari Jerat Toxic Relationship
Satu-satunya cara untuk terlepas dari jerat toxic relationship adalah dengan memutuskan hubungan secara tegas. Selain itu, ada beberapa cara yang bisa dicoba, berikut penjelasannya:
1. Ikuti kata hati dan akal sehat
Saat menjalani toxic relationship, seseorang kerap dibutakan oleh cinta. Sehingga, ia sulit menerima fakta bahwa pasangannya bukanlah pilihan yang terbaik. Oleh karena itu, sebaiknya Anda harus mengikuti kata hati dan akal sehat.
2. Cari bantuan profesional
Saat Anda susah keluar dari hubungan yang toxic, sebaiknya segera cari bantuan profesional seperti seorang psikolog. Mereka dapat membantu memberi nasihat untuk menjernihkan pikiran untuk sementara.
Selain itu, meminta saran dari mereka juga tidak ada salahnya. Para profesional akan membantu Anda mencari jalan terbaik untuk keluar dari toxic relationship.
3. Cari kegiatan positif
Saat berhasil keluar dari hubungan yang toxic, Anda tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. Cobalah memulai kegiatan baru yang dapat memberikan energi positif kepada Anda.
(MSD)
