Konten dari Pengguna

Apa Bedanya Fardhu Kifayah dan Fardhu Ain? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fardhu ain. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fardhu ain. Foto: Unsplash

Islam adalah agama yang sempurna dan ditujukan kepada seluruh umat manusia. Maka dari itu, ajaran Islam sangatlah kompleks dan lengkap, mencakup segala hal yang dibutuhkan untuk membimbing manusia agar bahagia di dunia dan akhirat.

Sebagai pedoman hidup, Islam memiliki hukum-hukum yang bertujuan mengatur hidup manusia agar tidak tersesat. Hukum tersebut didasari oleh firman Allah SWT dalam Al Quran dan sabda Rasulullah dalam hadist. Dengan demikian, hukum tersebut patut ditaati oleh seluruh umat Muslim.

Dalam hukum Islam dikenal istilah wajib dan sunnah. Wajib atau fardhu artinya jika tidak dilakukan maka akan mendapat dosa dan bila dilakukan akan menerima pahala. Sedangkan, sunnah artinya jika dilakukan mendapat pahala, namun jika ditinggalkan tidak berdosa.

Hukum fardhu terbagi menjadi fardhu kifayah dan fardhu ain. Lantas, apakah perbedaan antara fardhu kifayah dan fardhu ain? Simak penjelasan berikut.

Perbedaan Fardhu Kifayah dan Fardhu Ain

Ilustrasi fardhu kifayah. Foto: kemenag

Mengutip buku Ini Dulu Baru Itu oleh Oni Syahroni, fardhu kifayah adalah kewajiban yang cukup dijalankan oleh salah satu dari masyarakat yang wajib menjalankannya. Sedangkan, fardhu ain adalah kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap individu Muslim dan apabila tidak dijalankan, maka akan berdosa.

Perbedaan fardhu kifayah dan fardhu ain adalah terletak pada adanya sifat pengguguran kewajiban pada fardhu kifayah. Apabila suatu kewajiban telah dilaksanakan salah satu orang, maka sifat wajibnya telah gugur yang berarti tidak berdosa jika tidak dilaksanakan.

Pada hukum fardhu ain, sifat wajibnya melekat pada tiap masing-masing orang dan tidak akan gugur apabila salah satu orang telah melaksanakannya. Maka dari itu, tetap berdosa jika tidak menjalankan kewajiban yang hukumnya fardhu ain.

Contoh fardhu kifayah adalah mengurusi jenazah yang meliputi memandikan, mensholati, dan menguburkannya. Sedangkan, contoh fardhu ain adalah shalat lima waktu dan puasa Ramadan.

Proses sholat jenazah Laila Sari Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Mengutip buku Pemikiran-pemikiran Emas para Tokoh Pendidikan Islam oleh Yanuar Arifin, menurut Al Ghazali, contoh ilmu yang fardhu ain adalah ilmu agama seperti Kitabullah, shalat, zakat, puasa, dan lain-lain. Sementara itu, contoh ilmu yang fardhu kifayah adalah ilmu umum seperti kedokteran, matematika, dan ilmu muamalah seperti jual beli dan pembagain waris.

Menyikapi adanya fardhu kifayah dan fardhu ain, Rasulullah mengatakan untuk mendahulukan fardhu ain sebelum kifayah.

Namun, keduanya harus sama-sama dipahami. Janganlah berpangku tangan agar orang lain menggugurkan kewajiban dengan mengerjakan fardhu kifayah, melainkan setiap Muslim harus dapat melaksanakannya.

(AFM)