Apa Dampak Ditemukan Komputer Dalam Bidang Pendidikan?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Komputer saat ini menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sebab, perangkat yang dapat digunakan untuk olah data, olah gambar, dan mampu menyajikan suara dan animasi ini banyak membantu manusia menjalankan tugasnya.
Misalnya untuk keperluan pekerjaan dan pendidikan. Penetrasi komputer telah banyak mengubah tatanan pendidikan ke arah yang lebih baik. Berikut adalah beberapa contoh dampak positif dan negatif ditemukannya komputer dalam bidang pendidikan.
Dampak positif
Komputer memudahkan tenaga pendidik mempercepat proses administrasi sekolah. Misalnya membuat jadwal pelajaran, kurikulum, daftar nilai, dan lain-lain.
Setelah ada komputer dan internet, siswa dapat menggali informasi lebih banyak. Guru dan buku pelajaran bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan. Siswa akan lebih mudah mengerjakan tugas-tugas sekolah.
Mempermudah pelaksanaan ujian, dari yang menggunakan kertas kini menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Komputer menciptakan suasana belajar yang menyenangka. Sebab, siswa dapat mengendalikan kecepatan belajar sesuai dengan kemampuannya. Animasi yang muncul juga membuat siswa tidak cepat bosan. Ini berbeda dengan metode belajar satu arah yang disampaikan dengan penjelasan yang cenderung membosankan dan seringkali tanpa ilustrasi, sehingga sulit dipahami.
Dampak Negatif Komputer
Dikutip dari jurnal Pemanfaatan Software Komputer Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosi (EQ) Anak oleh Deni Hardianto, berikut adalah beberapa tantangan penggunaan komputer di bidang pendidikan.
Jika siswa sering berlama-lama di depan komputer, perkembangan gerak motorikya menjadi terbatas. Sebab, waktu yang seharusnya dipakai untuk melakukan kegiatan fisik lainnya banyak dihabiskan di depan komputer.
Kemampuan bersosialisasi dengan manusia lainnya menjadi terganggu. Oleh sebab itu, diperlukan desain pembelajaran berbasis komputer yang juga melibatkan interaksi sosial dan keterampilan emosional.
(ERA)
