Apa Hukum Puasa Weton Menurut Islam? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa weton merupakan salah satu tradisi turun-temurun yang berkembang di masyarakat Jawa, khususnya para penganut Kejawen. Praktik puasa ini sebenarnya tidak tercantum dalam Al-Quran dan hadist apapun. Lantas, apa hukum melakukan puasa weton menurut Islam?
Mengutip buku Super Jenius dengan Mukjizat Puasa Senin Kamis karya Rizem Aizid, puasa dalam Islam berarti menahan diri dari sesuatu yang membatalkannya selama satu hari, mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat dan beberapa syarat.
Puasa yang ditetapkan syariat terbagi menjadi dua jenis, yaitu puasa fardhu dan puasa sunnah. Puasa fardhu adalah puasa wajib yang jika tidak dilakukan akan berdosa. Sementara itu, puasa sunnah adalah puasa yang tidak wajib, namun apabila dikerjakan akan mendapat pahala.
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, puasa weton tergolong ke dalam jenis puasa sunnah. Sebelum mengetahui lebih lanjut terkait hukum puasa weton menurut Islam, simak terlebih dahulu pengertiannya dalam ulasan berikut ini.
Pengertian Puasa Weton
Menurut Iman Budhi Santosa dalam buku Laku Prihatin: Seni Hidup Bahagia Orang Jawa, puasa weton adalah puasa yang dijalankan setiap hari kelahiran, baik untuk diri sendiri maupun orang terdekat, seperti anak, istri, cucu, dan sebagainya.
Puasa weton dilakukan selapan (tiga puluh lima hari) sekali berdasarkan penanggalan Jawa. Jika seseorang lahir Sabtu Pahing, maka setiap hari tersebut tiba, ia dianjurkan untuk melakukan puasa.
Puasa weton merupakan ajaran mulia dari para leluhur guna menghayati dan menghargai kelahiran diri kita ke dunia. Tujuan lain dari puasa weton adalah untuk memohon keselamatan, kesehatan, dimudahkan dalam bekerja dan mencari rezeki, dan lain-lain.
Hukum Puasa Weton Menurut Islam
Dihimpun dari buku Hidup Bersama Al-Quran 1 terbitan Lentera Hati, hukum puasa weton (hari kelahiran) adalah mubah atau boleh saja dilakukan selama tidak dianggap sebagai bagian dari anjuran agama.
Puasa weton dalam tradisi masyarakat Jawa sendiri sebenarnya bukanlah suatu ibadah yang tercantum dalam syariat. Tidak ada tuntunan atau ketentuan apapun yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya terkait puasa weton.
Amalan puasa weton ini memang tersirat dari perilaku Rasulullah SAW. Ketika itu, beliau ditanya oleh para sahabat tentang puasa yang dilakukannya setiap hari Senin. Rasulullah SAW pun menjawab sebagai berikut.
"Hari Senin adalah hari kelahiranku dan hari diturunkannya wahyu kepadaku." (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim).
Meski demikian, pernyataan yang terdapat pada hadist di atas dijelaskan lebih lanjut dalam riwayat lain. Alasan Rasulullah SAW mengerjakan puasa pada hari Senin bukan karena ingin merayakan kelahirannya, tetapi karena beliau ingin amalannya dilaporkan ketika ia tengah berpuasa.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda,
"Berbagai amalan dihadapkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Maka, aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747. Sahih dilihat dari jalur lainnya)
Hukum puasa weton menurut Islam juga telah ditegaskan oleh para ulama di Indonesia, salah satunya Quraish Shihab. Berkaitan dengan puasa weton, Quraish Shihab berpendapat bahwa tidak ada kesunahan khusus dalam mengerjakan puasa di hari kelahiran.
Maka dari itu, puasa weton tidak boleh dianggap sebagai puasa sunnah. Namun, puasa pada hari kelahiran tetap dapat dilakukan dengan niat yang lebih jelas dan sesuai syariat agama.
Sebagai contoh, ada seseorang yang lahir di Senin Legi ingin menunaikan puasa pada hari tersebut. Hendaknya puasa tersebut tidak diniatan sebagai puasa weton, tetapi diganti menjadi puasa sunnah Senin, mengganti utang Ramadhan, membayar nadzar, dan lain-lain.
(AAA)
Frequently Asked Question Section
Apa saja jenis puasa dalam Islam?

Apa saja jenis puasa dalam Islam?
Puasa yang ditetapkan syariat terbagi menjadi dua jenis, yaitu puasa fardhu dan puasa sunnah.
Apa yang dimaksud dengan puasa weton?

Apa yang dimaksud dengan puasa weton?
Puasa weton adalah puasa yang dijalankan setiap hari kelahiran, baik kelahiran diri sendiri maupun orang terdekat, seperti anak, istri, cucu, dan sebagainya.
Apa tujuan puasa weton?

Apa tujuan puasa weton?
Puasa weton merupakan ajaran mulia dari para leluhur guna menghayati dan menghargai kelahiran diri kita ke dunia. Tujuan lain dari puasa weton adalah untuk memohon keselamatan, kesehatan, dimudahkan dalam bekerja dan mencari rezeki, dan lain-lain.
