Apa Itu Adiksi yang Bisa Kambuh Berulang Kali?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Adiksi merupakan penyakit otak kronis yang dapat menimpa siapa saja, dari kaum muda hingga orang dewasa. Penyakit ini dapat kambuh berulang kali dalam waktu lama.
Penyakit adiksi kerap kali dikaitkan dengan penyalahgunaan narkoba. Faktanya, adiksi tidak hanya terjadi pada masalah narkoba. Adiksi juga bisa terjadi pada kegiatan yang membuat seseorang merasa ketergantungan. Misalnya, alkohol, seks, rokok, hingga pornografi.
Apa arti adiksi yang sebenarnya? Simak ulasan berikut untuk penjelasan lebih lengkapnya.
Apa Itu Adiksi?
Menurut Indriati Makki (2016) dalam bukunya yang berjudul Harmonis Seumur Hidup, adiksi adalah ketergantungan atau kelekatan tidak teratur terhadap sesuatu atau seseorang.
Di sisi lain, Desmiati Ishak dkk. (2020) dalam buku Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari "Api" Narkoba menyebut adiksi sebagai penyakit otak. Sebab, adiksi dapat mengubah struktur dan fungsi normal otak.
Sementara itu, adiksi narkotika didefinisikan sebagai bentuk ketergantungan, di mana pasien tidak dapat hidup tanpa zat-zat tertentu yang bersifat menimbulkan euforia (keadaan gembira berlebihan) dan dapat melawan perasaan tidak enak.
Adapun zat-zat yang dapat menyebabkan adiksi, yakni kofein, nikotin, alkohol, marihuana, kokain, amfetamin, morfin, heroin, XTC, dan LSD.
Adiksi sebenarnya merupakan bentuk perwujudan nyata dari mekanisme bela diri, escape, atau menghindar. Sebagian besar manusia yang menderita adiksi tidak sadar bahwa dirinya sudah menjadi budak di bawah perintah objek adiksinya.
Seperti dikatakan di awal, adiksi dapat berupa beragam hal, seperti seks, gim, pekerjaan (workaholic), hingga alkohol. Namun, yang terparah memang jika terjadi pada masalah narkoba.
Adiksi Penyalahgunaan Narkoba
Dalam kasus penyalahgunaan narkoba, gejala adiksi terbagi menjadi dua macam, yakni gejala bersifat subjektif dan objektif. Gejala subjektif berupa pening dan kelelahan, sedangkan gejala objektif dapat berupa demam atau ruam kulit.
Mengutip buku Obat-obat Penting (2007), mereka yang ketergantungan dengan narkoba dapat merasakan efek euforia kuat, yakni perasaan senang serta nyaman berlebihan dan hilangnya kecemasan. Pemberian kebutuhan akan suasana euforia ini membuat pasien semakin sering menggunakan zat tersebut.
Pada tahapan adiksi, seseorang mulai meningkatkan dosis pemakaian narkotika. Dia tidak mampu lagi mengendalikan diri dan perilaku ketergantungannya. Dengan kata lain, orang tersebut sudah tidak berdaya dan menjadi budak obat.
Ciri-ciri seseorang yang kecanduan narkoba, antara lain:
Keinginan tidak tertahankan terhadap zat yang terkandung dalam narkoba.
Kecenderungan menambah dosis.
Ketergantungan secara fisik, misalnya sakaw .
Ketergantungan secara psikis, seperti gelisah dan emosional.
Ketergantungan terhadap narkotika dapat menimbulkan dampak buruk bagi tubuh, di antaranya hepatitis, radang atau gagal ginjal, merusak pusat syaraf, impotensi, hingga kematian karena overdosis.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa Saja yang Bisa Menyebabkan Adiksi?

Apa Saja yang Bisa Menyebabkan Adiksi?
Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan adiksi, di antaranya obat-obatan, seks, alkohol, dan lain sebagainya.
Apa yang Dimaksud Adiksi Obat?

Apa yang Dimaksud Adiksi Obat?
Adiksi obat adalah kondisi ketergantungan secara fisik dan psikologis terhadap narkoba.
Apa Saja Ciri-ciri Adiksi Obat?

Apa Saja Ciri-ciri Adiksi Obat?
Adiksi obat dapat dikenali dengan beberapa ciri, salah satunya adalah kecenderungan menambah dosis obat.
