Konten dari Pengguna

Apa Itu Air Quality Index? Ini Penjelasan dan Kategorinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penggunaan Air Quality Index (AQI) US dari Origins Lasser Egg. Foto: kumparan/Alfadillah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penggunaan Air Quality Index (AQI) US dari Origins Lasser Egg. Foto: kumparan/Alfadillah

Air Quality Index (AQI) adalah istilah yang digunakan untuk mengukur kualitas udara di suatu wilayah. Semakin rendah nilai AQI di wilayah yang diukur, artinya kualitas udaranya bagus atau bebas dari polutan berbahaya untuk kesehatan manusia.

Berdasarkan data IQAir, rata-rata kualitas udara Indonesia pada tahun 2023 cukup berpolusi. Indonesia ada di urutan ke-14 dalam daftar negara dengan kualitas udara terburuk, kalah dari Malaysia di urutan 38 dan Singapura di urutan ke-80.

Pengertian Air Quality Index

Ilustrasi Penggunaan Air Quality Index (AQI) US dari Origins Lasser Egg. Foto: kumparan/Alfadillah

Menurut laman National Weather Service, Air Quality Index merupakan metode pengukuran yang digunakan untuk melaporkan kualitas udara harian di suatu wilayah. Angka ukuran AQI berkisar dari 0 hingga 500.

Nilai AQI yang berada di bawah angka 100 dianggap memuaskan atau sehat. Sedangkan nilai yang melampaui 100 berarti udara yang tidak sehat dan rentan membahayakan kesehatan.

Penilaian AQI dibagi ke dalam enam kategori. Setiap kategori diwakili dengan warna tertentu. Berikut rinciannya yang dikutip dari laman AirNow:

  • Hijau (Bagus, nilai indeks 0-50): Kualitas udara memuaskan dan tidak menimbulkan risiko kesehatan. Kalaupun ada, risikonya sangat sedikit.

  • Kuning (Sedang, nilai indeks 51-100): Kualitas udara dapat diterima. Namun, mungkin ada risiko bagi sebagian orang, terutama mereka yang sangat sensitif terhadap polusi.

  • Oranye (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif, nilai indeks 101-150): Kelompok orang yang sensitif terhadap polusi mungkin mengalami dampak buruk pada kesehatannya. Tapi masyarakat umum cenderung tidak terpengaruh.

  • Merah (Tidak Sehat, nilai indeks 151-200): Beberapa orang mungkin mengalami dampak negatif untuk kesehatan. Sementara kelompok yang sensitif mungkin mengalami dampak yang lebih serius.

  • Ungu (Sangat Tidak Sehat, nilai indeks 201-300): Risiko kesehatan meningkat untuk semua orang.

  • Merah Tua (Berbahaya - nilai indeks 301 ke atas): Semua orang kemungkinan besar akan terkena dampak negatif polusi.

Dampak Polutan bagi Kesehatan

Ilustrasi Dampak Polutan Bagi Kesehatan. Foto: leungchopan/Shutterstock

European Environment Agency menyatakan bahwa partikel halus polutan dengan diameter 2,5 µm atau lebih kecil dapat menyebabkan kematian dini.

Menurut laporan State of Global Air 2020, ada 4,5 juta kematian di dunia karena paparan polusi di luar ruangan pada tahun 2019. Di tahun yang sama, ada 2,2 juta kematian yang disebabkan oleh polusi udara dalam ruangan.

Paparan polusi juga dapat menyebabkan beberapa dampak kesehatan lainnya, seperti:

  • Batuk

  • Mengi/kesulitan bernafas

  • Iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan

  • Sakit kepala

  • Pusing

  • Kelelahan

  • Penyakit pernapasan seperti asma atau emfisema

  • Kerusakan pada kardiovaskular

  • Kerusakan sistem saraf

  • Kanker

  • Cacat lahir

Baca Juga: Cara Cek Air Quality Index Jakarta untuk Mengetahui Kualitas Udara

(DEL)