news-card-video
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna

Apa Itu APDESI? Ini Sejarah Pembentukan dan Fungsinya

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
1 Februari 2024 12:51 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Apa Itu APDESI? Ini Sejarah Pembentukan serta Fungsinya. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa Itu APDESI? Ini Sejarah Pembentukan serta Fungsinya. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Salah satu organisasi yang berpengaruh dalam pengelolaan desa adalah APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia). Meski merupakan organisasi berskala nasional, belum banyak masyarakat yang tahu apa itu APDESI.
ADVERTISEMENT
Didirikan resmi pada 17 Mei 2005, ABDESI menjadi wadah kepala desa serta perangkat desa yang memiliki tujuan bersama dalam mewujudkan pembangunan pedesaan. Mengutip buku Wajah Polisi Presisi: Melahirkan Banyak Inovasi dan Prestasi karya Dr. Edi Saputra Hasibuan, APDESI bersifat berdaulat, mandiri, dan berdiri atas dasar kesamaan profesi di bidang pemerintah desa.
Anggota APDESI mencakup kepala desa dan perangkat desa yang masih aktif. Meski begitu, perangkat desa purna bakti yang masih ingin memperjuangkan kemakmuran masyarakat desa juga masih boleh terlibat.

Sejarah APDESI

Sejarah ABDESI. Foto: Pexels
APDESI lahir dari inisiasi sekelompok perangkat desa di wilayah-wilayah tertentu. Semua berawal dari inisiatif kepala desa se-kabupaten Bandung pada tahun 1999.
Mereka bersama-sama mendirikan Ikatan Kepala Desa Lurah se-Kabupaten Bandung. Pada tahun 2001, terjadi perubahan nama menjadi APDESI yang dikenal hingga sekarang.
ADVERTISEMENT
Seiring berjalannya waktu, APDESI semakin berkembang. Pada 22-24 April 2005, dilaksanakanlah Musyawarah Nasional (Munas) pertama APDESI di Yogyakarta. Pada saat itu pula APDESI dideklarasikan secara nasional.
Pada 17 Mei 2005, APDESI pun didirkan secara resmi. Suwardjo Hendro Wijoyo dilantik sebagai Ketua Umum dengan periode jabatan 2005-2010.
Munas kedua APDESI diselenggarakan pada bulan Maret 2011 di Jakarta. Secara aklamasi, Sindawa Tarang dari Takalar, Sulawesi Selatan, terpilih sebagai Ketua Umum sampai lima tahun ke depan.
Namun pada 2014, terjadi dinamika internal yang memaksa diselenggarakannya Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Yogyakarta. Mukernas ini turut dihadiri presiden saat itu, yakni Susilo Bambang Yudhoyono.
Hasil keputusan Mukernas adalah mengangkat Suhardi Buyung dari Lampung sebagai Ketua Umum sementara menggantikan Sindawa Tarang sampai 2016. Pada Munas ketiga tahun 2016, ia kembali terpilih sebagai Ketua Umum periode 2016-2021.
ADVERTISEMENT
Setelah masa jabatan Suhardi Buyung selesai, Arifin Abdul Majid dilantik menggantikannya untuk periode 2021-2026. Pelantikan ini dilakukan saat Munas keempat di Jakarta, tepatnya pada 17-18 September 2021.

Fungsi APDESI

Fungsi APDESI. Foto: Unsplash
Fungsi utama APDESI adalah memfasilitasi perangkat desa di seluruh Indonesia agar dapat berkomunikasi, berkoordinasi, serta bersinergi satu sama lain. Fungsi ini sangat penting mengingat kompleksnya tugas serta tanggung jawab masing-masing perangkat desa dalam membangun pedesaan.
APDESI juga hadir untuk memberikan dukungan, bimbingan, dan pendampingan kepada pemerintah desa, sehingga mereka dapat memahami dan melaksanakan tugas dengan baik.
Selain itu, APDESI berkoordinasi dengan pemerintah untuk mendukung berbagai program dan kebijakan yang diperlukan demi perkembangan desa.
Dengan demikian, fungsi APDESI bukan hanya sebagai pengayom perangkat desa, tapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.
ADVERTISEMENT
(DEL)