Konten dari Pengguna

Apa Itu Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Siswa Kelas 5. Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Siswa Kelas 5. Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Kementerian Agama RI mengadakan Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) 2025 untuk memperkuat mutu pendidikan keagamaan bagi peserta didik. Program ini secara khusus ditujukan kepada siswa kelas 5 SD di seluruh Indonesia.

Pelaksanaan ANLDB melibatkan kolaborasi berbagai pihak. Kemenag melalui Direktorat PAI bekerja sama dengan Pustrajak Penda BMBPSDM serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memastikan asesmen berjalan optimal.

Mengutip laman resmi Kemenag, ANLDB untuk siswa kelas 5 SD akan berlangsung pada 18-21 November 2025 melalui aplikasi SIAGA. Sebanyak 13.600 siswa kelas 5 SD dipilih sebagai sampel dari populasi nasional.

Sebenarnya, apa itu Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama? Berikut penjelasan lengkapnya untuk memahami tujuan dan manfaat program ini.

Apa Itu Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama?

Ilustrasi Sekolah Dasar. Foto: Shutter Stock

Direktor Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menjelaskan bahwa ANLDB merupakan upaya Kementerian Agama untuk mengetahui indeks beragama sekaligus memetakan tingkat literasi dasar keagamaan di kalangan siswa sekolah dasar.

“Melalui ANLDB, kami ingin memperoleh gambaran menyeluruh tentang tingkat pemahaman, pengamalan nilai-nilai agama, serta efektivitas pembelajaran PAI di sekolah,” ujarnya dikutip dari laman Kemenag, Senin (3/11/2025).

Ia berharap asesmen ini menjadi momentum bagi siswa untuk memperkuat literasi keagamaan yang inklusif dan moderat.

“Kita ingin pendidikan agama Islam di sekolah menjadi sumber nilai, inspirasi, dan harmoni. Literasi keagamaan yang kuat akan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berwawasan kebangsaan,” tegasnya.

ANLDB untuk siswa ini digelar setelah asesmen bagi guru PAI yang telah lebih dulu berlangsung pada 3-5 November 2025 secara serentak di seluruh Indonesia. Tingkat partisipasi guru dalam asesmen tersebut mencapai 97,14 persen dari target populasi.

Pada pelaksanaan perdananya di tingkat SD, Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis), M. Munir menjelaskan bahwa asesmen dilakukan melalui dua metode utama, yaitu tes tertulis berbentuk pilihan ganda dan tes praktik baca Al-Qur’an.

Ilustrasi Sekolah Dasar. Foto: Shutter Stock

Tes tertulis digunakan untuk mengukur pengetahuan dan kemampuan berpikir peserta. Adapun tes praktik membaca Al-Qur’an menilai kemampuan peserta dalam membaca dan memahami bacaan Al-Qur’an.

Sejalan dengan itu, BRIN sebagai mitra pelaksanaan juga menekankan pentingnya penetapan waktu asesmen agar prosesnya seragam di seluruh wilayah.

“Batas akhir pengisian perlu diputuskan dengan jelas supaya seluruh pihak bisa menyiapkan langkah mitigasinya,” kata Peneliti Utama BRIN, Prof. Murtadlo, dalam rapat koordinasi persiapan ANLDB bagi siswa di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Ia juga memberikan masukan terkait proporsi penilaian baca Al-Qur’an. “Saya kira porsi penilaian baca Qur’an bisa dinaikkan menjadi 20 persen, bukan 10 persen, agar capaian literasi keagamaan dasar lebih terasa dampaknya,” tambahnya.

Untuk mendukung kelancaran program ini, Ditjen Pendidikan Islam melibatkan Pustrajak Penda BMBPSDM serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini dianggap penting untuk memastikan ANLDB berjalan sesuai koridor ilmiah dan memiliki legitimasi akademik yang kuat.

Dengan dukungan riset yang solid dan partisipasi yang luas, ANLDB diharapkan menjadi landasan bagi penyusunan kebijakan pendidikan agama yang berbasis data, akuntabel, dan berfokus untuk meningkatkan kualitas pembelajaran keagamaan di sekolah.

Baca Juga: Contoh Soal Asesmen Nasional Kelas 5 Sekolah Dasar

(ANB)