Konten dari Pengguna

Apa itu Banyu Pinaruh? Ini Tradisi Pembersihan Diri Umat Hindu di Bali

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ritual pembersihan diri di sumber air dalam tradisi Banyu Pinaruh. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ritual pembersihan diri di sumber air dalam tradisi Banyu Pinaruh. Foto: Pexels

Apa itu Banyu Pinaruh? Banyu Pinaruh adalah upacara tradisional yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali sehari setelah Hari Raya Saraswati. Kegiatan ini berkaitan erat dengan tradisi melukat.

Melukat merupakan upacara pembersihan jiwa dan pikiran dari hal-hal negatif dalam diri manusia. Upacara ini dilakukan secara turun-temurun oleh umat Hindu hingga saat ini.

Lantas, apa yang dilakukan saat Banyu Pinaruh? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut ini.

Apa itu Banyu Pinaruh?

Ilustrasi ritual pembersihan diri di sumber air dalam tradisi Banyu Pinaruh. Foto: Pemerintah Desa Taro Kabupaten Gianyar, Bali

Secara bahasa, Banyu Pinaruh berasal dari gabungan kata dalam bahasa Bali, yaitu "banyu" yang berarti air sebagai sumber kehidupan dan "pinaruh" yang artinya pengetahuan.

Sementara menurut istilah, Banyu Pinaruh diartikan sebagai suatu hari di mana umat Hindu di Bali memohon sumber air pengetahuan untuk membersihkan jiwa dan pikiran mereka. Sebab, jiwa dan pikiran yang kotor hanya bisa dibersihkan dengan pengetahuan suci.

Mengutip laman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Banyu Pinaruh adalah upacara yadnya (persembahan suci) yang dilakukan umat Hindu di Bali sehari setelah Hari Raya Saraswati.

Hari Raya Saraswati merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan. Umat Hindu di Bali biasanya merayakan peringatan ini setiap 210 hari sekali pada Sabtu (Saniscara), Umanis (Legi), dan Watugunung.

Pada Hari Raya Saraswati, umat Hindu akan melakukan pemujaan pada Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan. Keesokan harinya, dilaksanakan upacara Banyu Pinaruh, yakni ritual mensucikan diri di pagi buta.

Pelaksanaan Upacara Banyu Pinaruh

Ilustrasi salah satu tempat pelaksanaan Banyu Pinaruh adalah kawasan air terjun yang dianggap suci. Foto: Pexels

Saat perayaan Banyu Pinaruh, umat Hindu di Bali akan datang ke sumber mata air atau pantai setempat untuk melaksanakan ritual pembersihan diri pada pagi hari sebelum mengawali kegiatan.

Banyu Pinaruh bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan diri. Pada hari perayaan ini, beberapa sumber mata air dan pantai di Bali akan ramai oleh penduduk sekitar. Sejumlah sesaji juga diletakkan di dekat bebatuan sumber air atau sekitar pantai.

Mengutip laman Desa Bongkasa Kabupaten Badung, pelaksanaan Banyu Pinaruh dilakukan dengan cara umat Hindu membersihkan badan dan keramas di sumber mata air. Prosesi ini bermakna untuk membersihkan kegelapan pikiran yang melekat pada tubuh manusia.

Selain sumber mata air atau pantai, tempat lainnya yang menjadi tujuan upacara Banyu Pinaruh adalah kawasan air terjun, pancoran, tukad, dan berbagai tempat lainnya yang dianggap suci.

Pada hari Banyu Pinaruh, masyarakat Hindu di Bali biasanya akan datang bersama keluarga dan anak-anak mereka untuk melakukan ritual pembersihan diri.

Momen Banyu Pinaruh ini menjadi kesempatan bagi umat Hindu untuk melakukan Asuci Laksana, yaitu ritual meningkatkan kesucian diri dengan cara membersihkan badan dari kepala hingga ujung kaki.

Asuci Laksana ini bertujuan untuk membersihkan alam pikiran negatif, mensyukuri segala anugerah, terbuka dengan kondisi diri, mendekatkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, menenangkan pikiran, serta memelihara kesehatan.

(SFR)