Konten dari Pengguna

Apa itu Blood Moon? Ini Penjelasan Ilmiah Soal Bulan yang Tampak Merah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi blood moon adalah apa. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi blood moon adalah apa. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Blood moon adalah fenomena langit langka yang baru saja terjadi pada 7-8 September 2025 dini hari. Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah wilayah Indonesia.

Pada saat blood moon, bulan tampak berwarna merah pekat sehingga menciptakan pemandangan yang berbeda. Banyak orang yang mengabadikannya dalam foto dan video, bahkan menjadikannya perbincangan hangat karena keindahannya yang jarang terjadi.

Keindahan ini memang memikat, tetapi di balik tampilannya tersimpan penjelasan ilmiah menarik. Lantas, apa sebenarnya blood moon itu? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Pengertian Blood Moon

Ilustrasi blood moon adalah apa. Foto: REUTERS/Darren Whiteside

Istilah blood moon diambil dari warna bulan yang tampak merah menyerupai darah saat fenomena ini terjadi. Warna merah muncul ketika bulan mengalami gerhana total.

Menurut penjelasan Space.com, blood moon terjadi ketika bumi sepenuhnya menutupi cahaya bulan purnama. Pada saat itu, sinar matahari yang melewati atmosfer bumi disaring sehingga memantulkan warna merah tua hingga cokelat tembaga di permukaan bulan.

Karena orbit bulan sedikit miring, sebagian besar bulan purnama tidak berada dalam garis sejajar sempurna. Namun, ketika posisi sejajar tercapai, terjadilah gerhana bulan total yang dikenal sebagai blood moon.

Fenomena ini telah memikat perhatian manusia sejak berabad-abad lalu, baik sebagai objek penelitian ilmiah maupun sebagai tontonan langit yang penuh pesona.

Baca Juga: Gerhana Bulan Total 7 September 2025, Ini 7 Fase yang Bisa Diamati

Seberapa Sering Blood Moon Terjadi?

Ilustrasi blood moon. Foto: Muhammad Iqbal/kumparan

Blood moon menjadi salah satu fenomena langit yang selalu dinantikan masyarakat di berbagai belahan dunia. Menurut Space.com, sekitar 29 persen dari seluruh gerhana bulan yang terjadi merupakan gerhana bulan total.

Secara umum, bumi mengalami sekitar dua kali gerhana bulan setiap tahunnya. Namun, gerhana bulan total, yang menghasilkan blood moon, hanya dapat disaksikan dari beberapa lokasi tertentu rata-rata sekali dalam 2,5 tahun.

Lebih lanjut, fenomena ini baru saja terjadi di Indonesia pada 7-8 September 2025 dini hari. Selain Indonesia, negara lain yang mengalami blood moon adalah negara-negara di Asia dan Australia Barat.

Beberapa fase gerhana bulan juga bisa diamati dari Eropa, Afrika, Australia Timur, dan Selandia Baru. Namun, peristiwa ini tidak dapat diamati dari Amerika.

Apa yang Terjadi saat Blood Moon?

Ilustrasi blood moon. Foto: FREDERIC J. BROWN/AFP

Mengutip situs stmikkomputama.ac.id, blood moon terjadi saat bulan memasuki fase purnama, ketika posisi matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis lurus.

Kondisi ini memicu pasang purnama atau spring tide, yakni pasang air laut yang sedikit lebih tinggi dari biasanya. Meski demikian, ketinggian pasang tersebut tetap sama seperti pasang purnama pada umumnya dan tidak menunjukkan perbedaan signifikan.

Di sisi lain, BMKG menegaskan bahwa gerhana bulan, termasuk blood moon, tidak menimbulkan bencana alam. Pasang tinggi yang terjadi semata-mata dipengaruhi oleh gravitasi bulan dan matahari pada fase purnama, bukan akibat langsung dari fenomena blood moon.

(NSF)