Konten dari Pengguna

Apa Itu Bulol, Bahasa Gaul yang Ditujukan untuk Orang Kasmaran?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bulol. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bulol. Foto: Unsplash

Bulol adalah salah satu bahasa gaul yang kerap ditemui di media sosial, khususnya di Twitter, TikTok, dan Instagram. Istilah ini secara spesifik ditujukan kepada seseorang atau pasangan kekasih yang tengah kasmaran.

Mulanya, istilah bulol hanya terkenal di kalangan pengguna RP (role player). Namun, sejak sering digunakan, kata ini merambah ke berbagai media sosial lain. Bulol pun menjadi kata yang lumrah diucapkan, baik di media sosial maupun secara langsung.

Lantas, apa itu bulol yang tengah menjadi tren di kalangan anak muda? Untuk mengetahuinya, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Bulol?

Ilustrasi pasangan kekasih yang tengah dimabuk cinta. Foto: Unsplash

Bulol adalah singkatan dari bucin tolol. Istilah ini sebetulnya merupakan sindiran terhadap seseorang atau pasangan sejoli yang bucin dan sedang dimabuk asmara. Saking bucinnya, mereka sampai tidak memedulikan akibat dari hal-hal konyol yang dilakukannya.

Bucin sendiri merupakan istilah gaul yang sudah populer lebih dulu. Menurut Urban Dictionary, singkatan dari budak cinta ini biasanya disematkan kepada orang-orang yang dibutakan oleh cinta.

Pada dasarnya, arti bulol dan bucin kurang lebih sama. Namun, bulol lebih identik dengan kelakuan-kelakuan konyol seseorang untuk membuktikan rasa cintanya.

Di sisi lain, para K-Popers kerap menyematkan istilah bulol kepada diri sendiri ketika menyadari dirinya sudah mengagung-agungkan seorang idol di atas segala-galanya.

Agar lebih memahaminya, berikut contoh penggunaan kata bulol dalam percakapan sehari-hari:

  • “Lihatlah si bulol ini, disuruh nunggu pacarnya sampai 3 jam pun dia mau.”

  • “Si A bulol banget deh, udah tau lagi nggak ada uang, dia rela beliin pacarnya HP baru.”

  • “Kamu tuh jangan mau jadi bulol, ditinggalin aja baru tau rasa.”

  • “Sebentar lagi Bigbang comeback, siap-siap jadi bulol dulu ah.”

Dampak Negatif Jadi Bulol

Ilustrasi bulol. Foto: Unsplash

Akibat mengatasnamakan cinta, seseorang yang bulol tanpa disadari akan memberikan dampak negatif untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Berikut beberapa dampak negatif menjadi bulol.

1. Tidak produktif

Mengutip situs Huffpost, seseorang yang sedang jatuh cinta cenderung menghabiskan pikiran dan waktunya untuk sang pujaan hati. Kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan melakukan kegiatan lain menjadi berkurang. Alhasil, aktivitas sehari-hari yang semestinya dilakukan dengan tepat akan terhambat.

2. Melupakan teman dan keluarga

Disibukkan dengan kekasih membuat seorang yang bulol akan melupakan teman dan keluarganya. Ia merasa bahwa orang yang dicintainya itu lebih penting ketimbang siapa pun. Akibatnya, hubungan dengan teman, keluarga, ataupun kerabat lainnya menjadi renggang.

3. Boros

Meski tidak semuanya, kebanyakan bulol rela mengeluarkan uang lebih untuk membiayai keperluan pujaan hati. Misalnya, membelikan baju baru hampir setiap minggu, membayarkan tarif ojek online saat akan bertemu, atau makan di restoran mahal untuk membuat kekasihnya terkesan.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa itu bulol?

chevron-down

Bulol adalah singkatan dari bucin tolol.

Apa yang dimaksud dengan bucin?

chevron-down

Istilah yang ditujukan kepada orang-orang yang dibutakan oleh cinta.

Apa saja dampak negatif menjadi bulol?

chevron-down

Antara lain tidak produktif, melupakan teman dan keluarga, dan boros.