Konten dari Pengguna

Apa itu Dead Man's Switch dalam Konteks Digital? Ini Penjelasannya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menggunakan dead man's switch. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menggunakan dead man's switch. Foto: Shutterstock

Istilah dead man’s switch atau sakelar pengaman merujuk pada mekanisme yang akan menonaktifkan mesin jika operatornya tiba-tiba berhenti mengendalikan mesin. Mekanisme ini awalnya diciptakan untuk kereta api dan mesin berat.

Dikutip dari laman Still Ok, pada era awal penggunaan kereta api, masinis harus terus memegang tuas untuk mengemudi. Jika masinis tiba-tiba melepaskan tuas karena, misalnya, tertidur atau mengalami serangan jantung, maka kereta akan otomatis mengerem. Nah, mekanisme rem itulah yang disebut dead man’s switch.

Mekanisme tersebut kini juga diterapkan dalam dunia digital. Lantas, apa itu dead man's switch dalam konteks digital? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa itu Dead Man's Switch dalam Konteks Digital?

Ilustrasi menggunakan dead man's switch. Foto: Pexels

Merujuk laman Cipherwill, dead man’s switch berfungsi sebagai pengaman otomatis di masa-masa yang tidak pasti. Dengan menggunakan sistem ini, individu dan perusahaan dapat melindungi informasi sensitif, aset digital, atau pesan-pesan penting.

Dead man’s switch sering kali diintegrasikan dengan email, layanan cloud, atau platform online lainnya. Tak hanya itu, sistem ini juga menggunakan pengaturan waktu (timer), sehingga pelaksanaan tugasnya berlangsung secara otomatis dengan aman dan tepat waktu tanpa perlu intervensi manual.

Sistem pengaman ini bekerja dengan cara memantau aktivitas pengguna. Jika sistem tidak mendeteksi aktivitas dari pengguna dalam jangka waktu yang telah ditentukan, sakelar akan aktif dan mengerjakan tugasnya, seperti melindungi informasi atau mengirimkan data ke platform yang telah diintegrasikan.

Contoh Penggunaan Dead Man’s Switch

Ilustrasi menggunakan dead man's switch. Foto: Pexels

Dead man’s switch dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, berikut beberapa contoh penggunaannya.

1. Menyampaikan Warisan

Kematian bisa datang kapan saja, sehingga beberapa orang memilih menggunakan sistem dead man’s switch untuk menyampaikan pesan terakhir atau warisannya. Sistem ini membantu untuk mengirimkan informasi kepada orang terdekat terkait isi warisan, seperti:

  • Kata sandi brankas yang berisi barang berharga.

  • Pihak yang berhak menerima dan membaca surat pribadi.

  • Tempat penyimpanan dokumen penting yang sifatnya rahasia.

2. Penyampai Pesan Otomatis dalam Kondisi Darurat

Beberapa orang, terutama yang tinggal sendirian, sering kali terlambat mendapatkan penanganan dalam kondisi darurat, seperti pingsan atau terpeleset di toilet. Karena itu, mereka menggunakan dead man’s switch untuk mengirim pesan kepada orang terdekat jika tidak dapat dihubungi dalam jangka waktu tertentu. Pesan itu bisa berupa kode akses pintu, instruksi, dan sebagainya.

3. Delegasi Tugas dalam Bisnis

Bisnis atau perusahaan kecil sering kali memiliki ketergantungan yang besar pada satu orang. Jika orang tersebut menghilang, masalahnya bisa memengaruhi operasional bisnis.

Nah, dengan menggunakan dead man's switch, data penting yang hanya diketahui orang tersebut dapat terkirim pada orang lain. Orang yang menerima pesan dari sistem bisa terbantu untuk mempelajari:

  • Domain yang penting bagi perusahaan.

  • Tempat penyimpanan dokumen penting.

  • Tempat penyimpanan instruksi respons atas sebuah insiden.

  • Bentuk-bentuk kerja sama yang sudah terjalin.

Baca Juga: Apple Rilis iPhone 18 Pro & Pro Max, Bawa Warna Baru Burgundy

(DEL)