Konten dari Pengguna

Apa Itu Denial dan Tahapan Reaksi Emosional yang Dialami Manusia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi denial. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi denial. Foto: pixabay

Denial adalah mekanisme perilaku penolakan terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan. Ini bisa dilakukan ketika seseorang sedang diuji penyakit parah, melakukan kesalahan, ditinggalkan orang tersayang, dan lain-lain.

Dijelaskan dalam Buku Pintar Membaca Karakter Lewat Tulisan Tangan karya Harfi Muthia (2018), orang yang denial akan memainkan peran defensif. Ia akan menyangkal semua masalah atau aspek kehidupan yang terasa menyulitkan baginya.

Elisabeth Kübler-Ross, seorang psikiater asal Amerika mengatakan bahwa sejumlah 500 pasien yang ia teliti cenderung bersikap denial saat didiagnosis penyakit yang parah. Mereka enggan mengakuinya, meski diagnosis tersebut benar.

Menurut Elisabeth, denial ini merupakan tahapan awal dalam reaksi emosi yang dimiliki oleh manusia. Selain itu, ada empat tahapan lainnya yang akan dilalui. Apa saja?

Tahapan Reaksi Emosional Manusia

Umumnya, manusia melewati lima tahapan reaksi emosional ketika menghadapi suatu krisis hidup. Dirangkum dari buku Tuhan Tidak Salah Desain: 6 Langkah Efektif Menangani Anak Istimewa karya Ning Nathan (2016), berikut penjelasannya:

Ilustrasi denial. Foto: pixabay

1. Denial atau penolakan

Penolakan adalah reaksi seseorang ketika menghadapi kenyataan hidup yang tidak diharapkan. Ia kemudian berusaha memanipulasi kenyataan sesuai harapannya. Muncul rasa diperlakukan tidak adil, syok, bingung, gamang, ingin menghindari kenyataan, sampai mengasihani diri sendiri

2. Marah

Tahapan marah muncul dalam bentuk kemarahan terhadap diri sendiri, keadaan, dokter atau psikolog yang mendiagnosis, pasangan, orangtua, anak, lingkungan, atau bahkan Tuhan. Sering kali timbul emosi yang lain di balik perasaan yang dialami, seperti kecemasan dan keputusasaan karena rasa sakit yang diterima.

Rasa marah yang mendominasi dalam tahapan ini memicu pertanyaan seperti, "Mengapa harus aku yang mengalami cobaan ini?", "Mengapa anakku lahir dengan kondisi seperti ini?"

3. Pengandaian

Pada tahapan ini, seseorang sering kali mengingkari kenyataan hidup. Kemudian ia akan berandai-andai dan melakukan tawar-menawar dengan Tuhan. Beberapa pengandaian muncul seperti, "Seandainya aku menjaga diri dari polusi, mungkin anakku tidak terkena autis" dan lain-lain.

4. Depresi

Depresi umumnya ditandai dengan perasaan kosong, tidak berdaya, serta sedih yang mendalam dan mencekam seperti tak berujung. Depresi adalah kondisi yang normal dan wajar dalam menghadapi suatu kenyataan hidup yang pahit. Depresi bukan penyakit jiwa, tetapi bisa menjadi tanda awal dari kondisi kejiwaan yang serius.

Ilustrasi depresi. Foto: pixabay

5. Penerimaan

Pada tahapan ini timbul kesadaran penuh akan kenyataan hidup yang dialami. Menerima bukan berarti Anda meyakini bahwa segalanya baik-baik saja, seperti tidak terjadi apa-apa, melainkan meyakini bahwa semua hal yang terjadi pasti ada hikmahnya.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan denial?
chevron-down

Denial adalah mekanisme perilaku penolakan terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan.

Ada berapa tahapan reaksi emosional yang dirasakan manusia?
chevron-down

Ada lima, yaitu penolakan, marah, pengandaian, depresi, dan penerimaan.

Apa tanda-tanda depresi?
chevron-down

Depresi umumnya ditandai dengan perasaan kosong, tidak berdaya, serta sedih yang mendalam dan mencekam seperti tak berujung.