Apa Itu DNA, Molekul yang Menjadi Cetak Biru Makhluk Hidup?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

DNA merupakan molekul yang memegang peranan penting bagi makhluk hidup, khususnya dalam pewarisan sifat dan duplikasi diri. Bukti nyata peranan DNA bisa dilihat melalui perbedaan bentuk fisik, seperti bentuk hidung, mata, bibir, dan lain sebagainya.
DNA kerap kali disebut "cetak biru makhluk hidup" lantaran kemampuannya dalam mengkode komponen sel. Sampel tes cetak biru ini bisa didapatkan dari hampir semua bagian tubuh. Mulai dari kulit, gigi, tulang, hingga rambut. Namun, darah memiliki kualitas paling baik untuk dijadikan sampel DNA.
DNA pertama kali ditemukan oleh James Watson dan Francis Crick pada 1953 silam. Kala itu, mereka mendefinisikan DNA sebagai polimer yang terdiri dari empat basa dari asam nukleat. Sebagaimana dijelaskan dalam buku Smart Bio Series: IPA Biologi oleh Siti Pramitha Retno Wardhani (2020).
Lalu, apa itu DNA? Apa saja fungsinya? Untuk menambah wawasan, langsung saja simak penjelasan berikut ini.
Apa Itu DNA?
DNA atau Deoxyribonucleic Acid adalah asam deoksiribosa nukleat (ADN) yang menjadi tempat penyimpanan informasi genetik. DNA juga diartikan sebagai polimer asam nukleat yang tersusun secara sistematis dan menjadi pembawa informasi genetik yang diturunkan pada jasad keturunannya.
Awalnya, protein dipercaya sebagai tempat penyimpanan informasi genetik lantaran terdiri dari 20 jenis asam amino. Berbeda dengan DNA yang hanya terdiri dari empat macam nukleotida. Kendati demikian, penelitian membuktikan bahwa komponen yang membawa informasi genetik adalah DNA, bukan protein.
Berdasarkan informasi dari buku Biologi Jilid 3 karya Diah Aryulina, dkk., Frances Crick dan James Watson pada 1953 menemukan model molekul DNA dengan struktur heliks beruntai ganda atau heliks ganda Watson-Crick.
Heliks ganda menjadi wujud makromolekul polinukleotida yang tersusun atas polimer nukleotdida berulang-ulang, rangkap, dan berpilin ke kanan. Setiap nukleotida memiliki tiga gugus molekul, yakni:
Gula 5 karbon (2-deoksiribosa)
Basa nitrogen yang terdiri dari golongan purin, yakni adenin (A) dan guanin (G), serta golongan primidin, yaitu sitosin (C) dan timin (T).
Gugus fosfat.
Keempat basa nitrogen nukleotida dalam DNA jumlahnya tidak sama rata. Namun pada setiap molekul DNA, jumlah adenin (A) selalu sama dengan jumlah timin (T). Lalu jumlah guanin (G) juga selalu sama dengan sitosin (C). Fenomena kesamaan ini disebut juga dengan “Ketentuan Chargaff”.
Adenin (A) juga selalu berpasangan dengan timin (T) dan membentuk dua ikatan hidrogen (A=T). Kemudian, sitosin selalu berpasangan dengan guanin (G) membentuk tiga ikatan hidrogen (C=G).
Fungsi DNA
Menurut Dr. Anna Yuliana, M. Si dan Mochamad Fathurohman, M. Si dalam buku Teori Dasar dan Implementasi Perkembangan Biologi Sel dan Molekuler, DNA memiliki beberapa fungsi, antara lain:
Membawa informasi genetik.
Berperan dalam pewarisan sifat.
Mengekspresikan informasi genetik.
Menduplikasikan diri atau bereplikasi
Menyintesis molekul kimia lain.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa Itu DNA?

Apa Itu DNA?
DNA adalah asam deoksiribosa nukleat (ADN) yang menjadi tempat penyimpanan informasi genetik.
Apa Saja Fungsi DNA?

Apa Saja Fungsi DNA?
Ada beberapa fungsi DNA, di antaranya menyintesis molekul kimia lain, membawa informasi genetik, dan lain-lain.
Kapan DNA Pertama Kali Ditemukan?

Kapan DNA Pertama Kali Ditemukan?
DNA pertama kali ditemukan oleh James Watson dan Francis Crick pada 1953 silam.
