Konten dari Pengguna

Apa Itu Dosa Besar Katolik? Ini Penjelasan dan Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dosa besar Katolik. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dosa besar Katolik. Foto: Pixabay

Dosa merupakan perbuatan manusia yang melawan kebenaran. Suatu tindakan bisa digolongkan sebagai dosa jika bertentangan dengan perintah-perintah yang telah ditetapkan Tuhan.

Perbuatan dosa juga berarti manusia melukai kodratnya sebagai pribadi dan relasinya dengan sesama. Dengan kata lain, tindakan dosa yang dilakukan tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga membebani orang lain.

Dalam ajaran Katolik, dosa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dosa kecil dan dosa besar atau dosa berat. Penggolongan ini didasarkan pada seberapa besar kesalahan yang dilakukan seorang umat.

Mengutip Buku Ajar Agama Katolik 2 Hidup dalam Iman Katolik tulisan Erwin Sutanto dkk., dosa kecil atau dosa ringan merupakan pelanggaran hukum moral yang tidak terlalu berat. Seorang umat yang melakukan dosa ringan biasanya tidak memiliki pengetahuan yang luas akan tindakan yang dilakukannya.

Dosa ringan bisa menjadi dosa berat jika sudah menjadi kebiasaan dan tidak berusaha dihilangkan oleh pelaku. Lalu, bagaimana dengan dosa besar? Apa saja yang digolongkan sebagai dosa besar katolik? Untuk mengetahui penjelasannya, simaklah informasi berikut ini.

Dosa Besar Katolik

Ilustrasi dosa besar Katolik. Foto: Pixabay

Seperti yang disebutkan, dosa besar bisa jadi berasal dari dosa kecil yang tidak kunjung dievaluasi oleh sang pelaku. Sebuah perbuatan dinilai berdosa besar jika berakibat merusak relasi kasih umat dengan Allah.

Melakukan dosa besar Katolik artinya seorang umat melakukan pelanggaran atas hukum Allah, memalingkan diri dari Allah, dan memiliki maksud serta tujuan akhir hanya untuk kesenangan duniawi semata.

Contohnya, seorang mahasiswa melakukan plagiat terhadap karya tulis orang lain. Ia tahu betul bahwa tindakannya tidak benar. Namun, ia tidak memedulikannya demi memperoleh nilai yang bagus.

Lebih spesifik, beberapa sumber mengatakan bahwa dosa besar Katolik berarti melawan Sepuluh Perintah Allah atau Sepuluh Firman Allah. Itu adalah kumpulan perintah yang disampaikan Allah kepada bangsa Israel melalui Nabi Musa dan ditulis pada kedua loh batu.

Baca juga: Tata Cara Pengakuan Dosa menurut Iman Katolik

Ilustrasi dosa besar Katolik. Foto: Pixabay

Sepuluh Perintah Allah tercantum dalam Perjanjian Lama. Dikutip dari buku Pendidikan Agama Katolik Tumbuh dalam Komunikasi Iman untuk Sekolah Dasar Kelas 4 oleh Yenni Suria dan Emiria YZ Dakhi, isi Sepuluh Perintah Allah adalah sebagai berikut:

  1. Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.

  2. Jangan menyebut nama Tuhan Allah-mu dengan tidak hormat.

  3. Kuduskanlah hari Tuhan.

  4. Hormatilah ibu bapamu.

  5. Jangan membunuh.

  6. Jangan berzina.

  7. Jangan mencuri.

  8. Jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu.

  9. Jangan mengingini istri sesamamu.

  10. Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.

Bagi umat yang melakukan dosa besar Katolik, Allah dapat mengampuninya jika mereka datang kepada-Nya, menyadari, menyesali, dan mengakui semua dosanya, serta dan bertekad melanjutkan hidup lebih baik. Pertobatan umat Katolik ini dapat dilakukan melalui Pengakuan Dosa di hadapan imam.

(ADS)

Baca juga: Tata Cara Pengakuan Dosa menurut Iman Katolik

Frequently Asked Question Section

Apa itu dosa dalam pandangan Katolik?

chevron-down

Dosa merupakan perbuatan manusia yang melawan kebenaran.

Apa yang dimaksud dengan dosa besar Katolik?

chevron-down

Sebuah perbuatan dinilai berdosa besar jika berakibat merusak relasi kasih umat dengan Allah.

Apa saja 10 perintah Allah dalam ajaran Katolik?

chevron-down

Beberapa di antaranya adalah jangan berzina, jangan mencuri, dan jangan membunuh.