Apa itu Erupsi Freatik? Ini Ciri-Ciri, Penyebab, dan Proses Terjadinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu erupsi freatik? Erupsi freatik merupakan letusan gas yang berada di bawah permukaan kawah. Erupsi ini sering menjadi pertanda akan terjadinya letusan magmatik, terutama pada gunung berapi yang sudah beristirahat selama puluhan tahun.
Erupsi freatik biasanya tidak menghasilkan material gunung api dalam volume yang besar, tetapi diikuti dengan suara menggelegar yang sangat besar.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai erupsi freatik, berikut ini adalah penjelasannya.
Apa itu Erupsi Freatik?
Mengutip buku Soal dan Pembahasan OSN (Olimpiade Sains Nasional) IPA SD/MI oleh Agus Sasono, erupsi freatik adalah erupsi yang terjadi karena adanya kontak air dengan magma, lahar, batuan panas, atau endapan vulkanik baru.
Hujan yang mengguyur puncak gunung berapi dapat menyebabkan genangan air di dasar kawah. Air hujan yang masuk ke dalam kawah mengalami kontak langsung dengan panas magma. Hal ini mengakibatkan terjadinya proses pemanasan secara konduksi.
Konduksi terjadi karena panas magma yang dingin menjadi perantara hubungan antara air dan magma yang masih panas. Air tersebut akan berubah fase dari air menjadi uap air karena tekanan yang lebih tinggi.
Tekanan uap air yang sudah sangat tinggi dan tidak bisa dibendung lagi akan menyebabkan terjadinya erupsi freatik. Ketika terjadi erupsi freatik, keluarlah material gas atau uap air.
Penyebab Erupsi Freatik
Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), penyebab erupsi freatik adalah karena adanya uap air yang terperangkap di bawah permukaan tanah dan terlepas secara tiba-tiba.
Dalam kondisi ini, air yang berada di bawah tanah menyusup menyentuh magma. Air yang terkena panas magma akan berubah menjadi uap. Tekanan uap air yang sudah sangat tinggi kemudian menimbulkan erupsi freatik.
Ketika erupsi, gunung berapi dengan tipe erupsi ini tidak mengeluarkan magma dan hanya melemparkan bahan-bahan pada dinding tutup gunung berapi yang dilalui oleh tekanan gas tersebut.
Biasanya, erupsi freatik mengeluarkan material yang didominasi oleh uap air, gas vulkanik, debu, pasir, dan kerikil. Erupsi ini terbilang relatif aman karena berupa material dingin dan hanya abu ringan.
Proses Terjadinya Erupsi Freatik
Dikutip dari buku Mitigasi Bencana oleh Muh. Natsir Abduh, dkk., berikut adalah proses terjadinya erupsi freatik:
Air di bawah tanah atau permukaan kawah menyusup masuk ke dalam gunung berapi menyentuh magma.
Magma segar mulai naik ke tubuh gunung dari dapur magma. Kondisi ini terjadi karena adanya interaksi magma dengan air di bawah tanah, sehingga menyebabkan penguapan.
Saat intensitas uap bertambah tinggi dan bertekanan cukup tinggi, uap membobol bebatuan penyumbat kawah.
Terjadilah erupsi freatik yang mengeluarkan benda-benda vulkanis dengan uap air yang banyak beserta gas lainnya.
Material yang disemburkan erupsi freatik bersuhu sangat tinggi, kemudian mendingin seperti suhu di sekitarnya saat berada di bagian bawah gunung.
Pada erupsi yang intensitasnya kecil, erupsi freatik ini tidak menyemburkan magma.
(SFR)
