Apa Itu Gap Year? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Gap year adalah ungkapan yang digunakan ketika seseorang memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan formal di tahun pertama setelah tamat sekolah. Gap year bisa berlangsung selama satu atau beberapa tahun tergantung dari keputusan orang tersebut.
Pada umumnya, gap year lebih sering dilakukan oleh pelajar yang telah lulus dari sekolah menengah atas (SMA) dan memutuskan untuk menunda kuliah. Namun, gap year juga bisa dilakukan oleh lulusan sekolah dasar (SD) ataupun sekolah menengah pertama (SMP) dengan alasan tertentu.
Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih gap year. Beberapa alasannya terkait dengan kondisi finansial keluarga yang kurang mampu, persiapan untuk mendaftar kuliah di luar negeri, dan ingin beristirahat secara fisik maupun mental.
Namun, terlepas dari apa pun alasannya, gap year mempunyai berbagai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Apa saja kelebihan dan kekurangannya?
Kelebihan Gap Year
Gap year biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, seperti mengambil kursus keterampilan, bekerja paruh waktu, mengikuti magang, terlibat dalam kegiatan sukarela, dan sebagainya. Karenanya, gap year dapat membantu pelajar menambah wawasan tentang keterampilan, perspektif, serta pengembangan diri.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Gap Year Association Data and Benefits, pelajar yang pernah gap year sebelumnya cenderung memiliki keterampilan yang lebih baik dibandingkan pelajar yang tidak. Adapun beberapa kelebihan gap year di antaranya:
1. Menemukan Pilihan yang Lebih Baik
Selama menjalani masa gap year, pelajar memiliki waktu lebih untuk merenungkan apa yang benar-benar mereka inginkan dalam hidupnya. Selain itu, mereka bisa mengejar hobi dan minat yang tidak sempat dilakukan semasa sekolah.
Dengan demikian, pelajar yang memutuskan gap year bisa saja memiliki pilihan yang berbeda dari sebelumnya dan pilihan itu lebih baik untuk hidup maupun karier mereka ke depannya.
2. Mendapat Pengalaman Kerja
Bagi lulusan SMA/SMK, mengambil gap year bisa memberi mereka kesempatan untuk bekerja, entah sebagai pekerja paruh waktu, magang, atau mungkin pekerja purnawaktu. Pengalaman kerja tersebut dapat membantu mereka mengasah keterampilan dan mempersiapkan karier yang mereka inginkan.
3. Membuka Pandangan dan Menambah Wawasan tentang Dunia
Ada banyak pengalaman hidup yang bisa diperoleh di luar sekolah. Pelajar yang memutuskan gap year memiliki kebebasan untuk bepergian ke berbagai tempat, bertemu orang-orang baru, hingga mengikuti beragam kegiatan sukarela untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.
Berbagai pengalaman tersebut sangat berharga untuk membuka pandangan atau perspektif baru terhadap dunia. Selain itu, mereka juga akan memiliki wawasan yang lebih luas tentang banyak hal.
4. Mendapatkan Waktu untuk Introspeksi Diri
Selama masa gap year, ada banyak waktu luang yang dimiliki untuk introspeksi diri. Pelajar yang gap year bisa memanfaatkan waktu luang tersebut untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki kekurangan yang dimiliki.
5. Memiliki Keahlian Baru
Gap year menjadi waktu yang tepat untuk mempelajari keahlian baru, seperti memasak, belajar bahasa asing, dan berbagai aktivitas lainnya yang bermanfaat untuk pengembangan diri. Mempelajari keahlian baru juga dapat membawa mereka ke bidang karier yang mungkin belum pernah dipertimbangkan sebelumnya.
Kekurangan Gap Year
Pada dasarnya, gap year bukanlah pilihan yang tepat untuk sebagian orang. Gap year dapat menggagalkan berbagai rencana yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sebelum memutuskan untuk mengambil gap year, berikut ini beberapa kekurangannya yang bisa jadi bahan pertimbangan:
1. Tidak Siap Kembali Belajar Formal
Selama 12 tahun menempuh pendidikan formal, para pelajar sudah terbiasa dengan ritme belajar di sekolah. Ketika mengambil gap year, mereka bisa jadi mengalami kesulitan untuk kembali belajar secara formal. Kebiasaan dan kemampuan belajar juga mungkin menurun selama menjalani masa gap year.
2. Merasa Tertinggal
Tidak dimungkiri bahwa mengambil gap year bisa membuat seseorang merasa tertinggal dibandingkan pelajar seusianya. Misalnya, ketika masuk kuliah sebagai mahasiswa gap year, mahasiswa tersebut mungkin menjadi salah satu yang paling tua di kelas.
Bagi kebanyakan orang, usia yang lebih tua bukanlah masalah. Namun, sebagian orang mungkin akan merasa tertinggal dibandingkan teman-teman sekelasnya yang baru lulus.
3. Membutuhkan Perencanaan yang Matang
Seseorang yang ingin mengambil gap year membutuhkan perencanaan yang matang. Jika tidak ada perencanaan, maka orang tersebut akan menyia-nyiakan waktu dan berbagai kesempatan yang bisa diambil untuk mengembangkan diri. Karenanya, pastikan untuk membuat perencanaan yang detail agar bisa memanfaatkan waktu gap year sebaik mungkin.
Frequently Asked Question Section
Gap year biasanya berapa lama?

Gap year biasanya berapa lama?
Gap year bisa berlangsung selama satu atau beberapa tahun tergantung dari keputusan individu tersebut.
Mengapa seseorang memilih gap year?

Mengapa seseorang memilih gap year?
Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih gap year, seperti kondisi finansial keluarga yang kurang mampu dan ingin beristirahat secara fisik maupun mental.
Apa saja kegiatan yang bisa dilakukan selama gap year?

Apa saja kegiatan yang bisa dilakukan selama gap year?
Gap year biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, seperti mengambil kursus keterampilan, bekerja paruh waktu, terlibat dalam kegiatan sukarela, dan sebagainya.
(SFR)
