Apa itu Global Sumud Flotilla yang Diserang Israel? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam beberapa hari terakhir, dunia menyoroti penyerangan kapal Global Sumud Flotilla oleh pasukan Israel. Kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza itu dicegat di perairan internasional.
Menurut laporan Gulf News, sedikitnya 39 kapal telah dicegat hingga Kamis (2/10) dini hari waktu setempat. Para aktivis kemanusiaan yang di dalamnya pun ditangkap, padahal tak bersenjata sama sekali.
Sebenarnya, apa itu Global Sumud Flotilla? Simak penjelasan tentang gerakan armada ini dalam uraian berikut.
Apa itu Global Sumud Flotilla?
Dikutip dari laman resminya, Global Sumud Flotilla (GSF) adalah gerakan maritim sipil terbesar yang diorganisir untuk mematahkan blokade ilegal yang dilakukan Israel di Gaza. Al Jazeera menyebutkan bahwa sejak 2009, Israel memang secara resmi memberlakukan blokade laut untuk mencegah penyelundupan senjata ke Gaza.
Gerakan akar rumput ini dikoordinasikan oleh pelaut, dokter, pengacara seniman, dan aktivis dari 40 negara lebih. Mereka mengusung misi kemanusiaan tanpa kekerasan. Aksinya murni untuk merespons genosida serta pengepungan yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina.
Armada GSF yang terdiri dari berbagai ukuran mulai berlayar pada akhir Agustus 2025. Mereka berangkat dari pelabuhan di Spanyol dan Italia, berhenti di Yunani dan Tunisia, lalu memulai perjalanannya melintasi Mediterania menuju Gaza.
Terdapat lebih dari 50 kapal yang berlayar, mewakili setidaknya 44 negara. Kapal tersebut membawa ratusan relawan, aktivis, hingga anggota parlemen internasional.
Di dalam kapal tersebut terdapat sejumlah bantuan kemanusiaan yang simbolis dan signifikan. Mulai dari makanan, pasokan medis, dan kebutuhan pokok lainnya bagi penduduk Gaza terus-menerus dibombardir oleh Israel.
Dalam laman resmi GSF, disebutkan bahwa armada tersebut berlayar untuk menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan Palestina selama puluhan tahun. Mereka juga ingin untuk mengubah narasi global yang selama ini keliru tentang Palestina.
GSF merupakan gerakan independen, alias tidak terikat dengan pemerintah atau partai politik mana pun. Gerakan ini memegang teguh prinsip keadilan dan berkomitmen menjaga martabat, serta kesucian hidup manusia.
“Upaya kami dibangun di atas perjuangan Palestina selama puluhan tahun dan solidaritas internasional. Meskipun kami berasal dari/memiliki bangsa, agama, dan keyakinan politik yang berbeda, kami dipersatukan oleh satu kebenaran: pengepungan dan genosida harus diakhiri,” tulis GSF dalam laman resminya.
Meskipun sejak awal sudah menegaskan bahwa aksi mereka independen dan murni mengusung misi kemanusiaan, tapi Israel tetap memberlakukan blokade terhadap armada GSF.
Israel berdalih bahwa kapal bantuan tersebut terafiliasi dengan Hamas, tapi tidak menunjukkan bukti apa pun pada publik. Menanggapi pernyataan itu, Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) yang turut dalam rombongan menegaskan bahwa ini adalah aksi kemanusiaan.
"Tidak benar bahwa Global Sumud hubungannya dengan Hamas, sama sekali tidak benar. Global Sumud Flotilla murni adalah aksi kemanusiaan untuk melakukan misi kemanusiaan," kata Presidium IGPC, Syamsul Ardiansyah, pada Kamis (2/10), dikutip dari kumparanNEWS.
Baca Juga: Israel Kembali Cegat 4 Kapal Global Sumud Flotilla, Puluhan Aktivis Ditangkap
(DEL)
