Apa Itu Gugur Gunung yang Kerap Dilakukan di Wilayah Pedesaan?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerja sama dapat dibedakan menjadi beberapa macam, salah satunya gotong royong atau gugur gunung. Istilah gugur gunung biasanya digunakan oleh masyarakat yang tinggal di Yogyakarta dan wilayah Jawa Tengah lainnya.
Dalam ilmu sosial, gugur gunung termasuk sebagai kerja sama tradisional atau traditional cooperation. Gugur gunung melibatkan masyarakat di suatu wilayah yang diikat dengan tali persaudaraan.
Lantas, apa itu gugur gunung? Simak ulasan berikut untuk mengetahui jawabannya.
Apa Itu Gugur Gunung?
Mengutip buku Explore Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jilid 3 karya Drs. Tijan, M. Si dan Drs. F. A. Sugimin, M. Kom, gugur gunung adalah upaya penyelesaian suatu pekerjaan berat yang dilakukan secara bersama-sama tanpa mengharapkan imbalan.
Gugur gunung juga dapat diartikan sebagai bergotong royong untuk menyelesaikan pekerjaan, seperti membangun rumah, memperbaiki jembatan, membersihkan jalan, atau membersihkan sungai.
Menurut Galuh Ambar Sasi,dkk. dalam buku Ngeteh di Patehan, gugur gunung jarang ditemukan di daerah perkotaan. Biasanya, kerja sama ini dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan. Aktivitas ini melibatkan banyak orang, khususnya kaum muda yang fisiknya masih kuat dan sehat.
Umumnya, gugur gunung digelar pada hari-hari tertentu yang sudah ditetapkan dan disepakati bersama oleh warga dan perangkat kelurahan, kampung, RW, dan RT. Misalnya, gugur gunung yang dijadwalkan sebulan sekali setiap hari minggu.
Di daerah Patehan, ada bentuk kerja sama lain selain gugur gunung, yakni rewang. Dalam bahasa Jawa, rewang artinya kegiatan membantu.
Secara umum, rewang adalah gerakan gotong royong warga Patehan untuk membantu sesama yang sedang kesulitan. Salah satu contohnya, yakni membantu warga yang sedang memiliki hajatan. Baik hajatan pernikahan, kelahiran, atau kematian.
Istilah Gotong Royong di Berbagai Daerah
Seperti dikatakan sebelumnya, gugur gunung merupakan istilah gotong royong yang digunakan di Jawa Tengah. Di samping itu, masih ada istilah gotong royong yang digunakan di wilayah lain.
Berikut istilah gotong royong di berbagai daerah yang dikutip dari buku Explore Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jilid 3 karya Drs. Tijan, M. Si dan Drs. F. A. Sugimin, M. Kom:
1. Sakato
Sakato merupakan istilah gotong royong yang digunakan di Sumatera Barat, khususnya di Desa Sungai Beringin, Sarilamak. Contoh sakato adalah membangun rumah bagi warga yang kurang mampu.
2. Mapalus
Di Minahasa, gotong royong disebut dengan mapalus. Awalnya, mapalus hanya dilakukan untuk kegiatan yang berhubungan dengan pertanian. Namun seiring berjalannya waktu, penggunaan istilah ini semakin luas.
Istilah mapalus pun diterapkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan di berbagai bidang kehidupan. Misalnya, upacara adat, membangun jembatan, dan lain-lain.
3. Foi Kenambai Umbai
Foi Kenambai Umbai merupakan gotong royong untuk menghasilkan karya dalam Festival Danau Sentani. Tujuan festival ini adalah menggerakkan kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif Papua.
4. Pawonda
Istilah pawonda digunakan oleh masyarakat di Waingapu, NTT. Pawonda merupakan kerja sama yang melibatkan sekelompok orang untuk membangun rumah.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa Itu Gugur Gunung?

Apa Itu Gugur Gunung?
Gugur gunung merupakan istilah untuk gotong royong. Istilah ini kerap digunakan oleh masyarakat dari Yogyakarta dan wilayah Jawa Tengah lainnya.
Apa Saja Contoh Gugur Gunung?

Apa Saja Contoh Gugur Gunung?
Ada beberapa contoh gugur gunung, yaitu membantu membersihkan jalanan, membangun jembatan, dan sebagainya.
Apa Saja Istilah Gotong Royong di Berbagai Daerah?

Apa Saja Istilah Gotong Royong di Berbagai Daerah?
Gotong royong memiliki istilah yang berbeda di daerah lain, salah satunya pawonda di NTT.
