Apa Itu Hypophrenia? Ini Pengertian dan Penyebabnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menangis adalah respons yang wajar ketika seseorang sedang merasa sedih. Namun, jika ia menangis tanpa alasan yang jelas, bisa jadi itu adalah tanda-tanda hypophrenia. Apa itu hypophrenia?
Hypophrenia dapat didefinisikan sebagai situasi di mana seseorang merasa sedih dan menangis tanpa sebab. Kondisi ini menyebabkan penderitanya begitu emosional dan merasakan kesedihan yang mendalam, bahkan cenderung berlebihan dan tidak normal.
Jika tidak ditangani dengan baik, hypophrenia dapat membawa dampak negatif terhadap pekerjaan, hubungan sosial, hingga kesehatan fisik seseorang. Lalu, apa penyebab hypophrenia sebenarnya?
Penyebab Hypophrenia
Dijelaskan dalam laman Science ABC, pemicu menangis tanpa sebab alias hypophrenia bervariasi. Bisa karena pengalaman buruk yang sulit dilupakan, trauma masa lalu yang tak selesai, ataupun kehilangan yang mendalam.
Banyaknya informasi dan memori yang tersimpan di otak membuat seseorang tidak tahu pasti kapan rangsangan pendengaran atau visual memicu sebuah perasaan nostalgia muncul. Alhasil, ketika ada momen yang memicu perasaan tersebut, otak mungkin saja tidak mengingat memorinya tapi bisa merasakan kesedihannya.
Selain itu, hypophrenia juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi berikut:
1. Depresi
Mengutip laman Top Doctor, suasana hati yang tiba-tiba memburuk hingga menyebabkan perasaan sedih yang mendalam bisa menjadi tanda depresi. Terlebih jika perasaan itu muncul secara tiba-tiba dan diikuti gejala lain, seperti:
Selalu merasa kelelahan dan tidak bertenaga.
Kehilangan minat dalam sebagian besar aktivitas normal seperti hobi atau olahraga.
Memiliki emosi yang kurang stabil.
Insomnia atau justru terlalu banyak tidur.
Nafsu makan dan berat badan menurun atau sebaliknya, terlalu banyak makan dan berat badan naik drastis.
2. Gangguan Kecemasan
Berdasarkan informasi dari situs Mayo Clinic, orang yang memiliki gangguan kecemasan sering kali memiliki kekhawatiran dan ketakutan yang intens tentang situasi tertentu secara berulang.
Gangguan kecemasan ini bisa menyerang tiba-tiba dan sulit dikendalikan. Akibatnya, tubuh akan terasa lesu dan letih sehingga hal kecil sekalipun dapat memicu emosi. Hal itulah yang mungkin menjadi penyebab seseorang menangis tanpa alasan.
3. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)
Post traumatic stress disorder atau PTSD adalah kondisi kesehatan mental yang dipicu oleh trauma masa lalu, baik yang dialami sendiri maupun menyaksikan pengalaman orang lain.
Kebanyakan orang yang mengalami peristiwa traumatis sulit menyesuaikan diri dan mengatasi emosinya dengan baik. Orang dengan PTSD juga bisa dihantui oleh mimpi buruk tentang peristiwa traumatis tersebut. Tekanan emosional yang dirasakannya dapat memicu rasa sedih dan membuatnya menangis tanpa sebab.
Gejala PTSD sendiri dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, penderita PTSD perlu mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa dampak hypophrenia?

Apa dampak hypophrenia?
Jika tidak ditangani dengan baik, hypophrenia dapat membawa dampak negatif terhadap pekerjaan, hubungan sosial, hingga kesehatan fisik seseorang.
Kenapa tiba-tiba merasa sesak dan ingin menangis?

Kenapa tiba-tiba merasa sesak dan ingin menangis?
Menangis npa alasan yang jelas bisa jadi merupakan tanda-tanda hypophrenia.
Apa penyebab hypophrenia?

Apa penyebab hypophrenia?
Bisa karena pengalaman buruk yang sulit dilupakan, trauma masa lalu yang tak selesai, ataupun kehilangan yang mendalam.
