Apa Itu ISF yang Diumumkan Board of Piece? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia telah menyetujui tawaran untuk menempati posisi Wakil Komandan dalam Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF). Pengumuman ini disampaikan dalam rapat perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian pada (19/2).
Sehubungan dengan hal tersebut, Indonesia siap mengirim hingga 8.000 personel TNI untuk bergabung dengan Pasukan ISF yang akan diberangkatkan ke Gaza, Palestina. Pemerintah juga menyeleksi satu perwira terbaik yang akan menjabat sebagai Wakil Komandan ISF.
Selain itu, tim advance akan diberangkatkan lebih awal guna mempersiapkan segala kebutuhan sebelum penugasan utama dimulai. Lantas, apa itu ISF dan seperti apa tugasnya? Bagi yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Apa Itu ISF?
International Stabilization Force (ISF) merupakan pasukan militer sementara yang beroperasi di luar pengawasan langsung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut laman resmi PBB, pembentukan ISF disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 pada 17 November 2025.
Berdasarkan resolusi tersebut, ISF berada di bawah komando gabungan yang disetujui Board of Peace dan sepenuhnya dibiayai oleh negara-negara donor. Secara prinsip, pasukan ini akan bekerja sama dengan Israel dan Mesir untuk menjalankan proses “demiliterisasi” di Jalur Gaza.
Sementara itu, mengutip laman Al Jazeera, ISF juga dikenal sebagai pasukan multinasional karena melibatkan kontribusi dari berbagai negara di dunia. Pasukan yang terpilih akan ditempatkan di Gaza untuk menjaga keamanan, melindungi warga sipil, dan mengamankan perbatasan wilayah.
Secara garis besar, pasukan ISF akan mengambil alih tanggung jawab keamanan yang selama 19 tahun terakhir berada di bawah Hamas. Penempatan pasukannya dilakukan di lima sektor utama, yakni Rafah, Khan Younis, Deir al-Balah, Gaza City, dan Gaza Utara.
Mandat dan Tugas Pasukan ISF
Sebagai pasukan stabilisasi, ISF memiliki mandat operasional yang difokuskan pada pemulihan keamanan di Gaza hingga tanggal 31 Desember 2027. Mengutip laman Middle East Institute, fokus utama ISF adalah membantu mengamankan dan mendemiliterisasi Jalur Gaza.
Selain tugas utama tersebut, ISF juga memikul tanggung jawab lain yang penting. Berikut adalah beberapa mandat dan tugas dari pasukan gabungan tersebut.
Mendukung proses demiliterisasi serta pembongkaran infrastruktur militer dan teror.
Mengamankan wilayah perbatasan Gaza dengan Israel dan Mesir untuk menjaga stabilitas.
Menjamin perlindungan warga sipil sekaligus mengawal distribusi bantuan kemanusiaan.
Memberikan pelatihan kepada aparat kepolisian Palestina yang telah lolos proses verifikasi kelayakan (vetted).
Memfasilitasi pembukaan koridor kemanusiaan agar bantuan dapat tersalurkan dengan lancar.
Membantu Dewan Perdamaian dalam memantau dan memastikan pelaksanaan gencatan senjata berjalan efektif.
Baca juga: Rencana Penempatan Pasukan ISF: Gaza Dibagi 5 Sektor, 1 Sektor 1 Brigade
(RK)
