Apa itu Kapur Epifani dalam Tradisi Umat Kristen? Ini Makna beserta Panduannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Kristen mengenal istilah "Epifani" sebagai Hari Raya Penampakan Tuhan. Dalam perayaan spesial ini, ada satu tradisi yang tak boleh luput dijalankan, yakni pembacaan doa memberkati kapur.
Nantinya, kapur yang telah diberkati digunakan sebagai alat untuk menulis angka atau simbol tertentu dalam prosesi pemberkatan rumah. Pemberkatan ini merupakan tradisi kuno yang dijalankan untuk memohon perlindungan Tuhan.
Melalui tradisi ini, umat Kristen kembali diingatkan akan kehadiran Tuhan yang senantiasa menyertai segala aspek kehidupannya. Bagi yang belum tahu apa itu kapur Epifani beserta makna filosofinya, simaklah pembahasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Kapur Epifani?
Mengutip laman resmi Gereja Saint Patrick, kapur Epifani adalah kapur yang diberkati oleh imam dalam misa Hari Raya Epifani dan digunakan untuk menandai pintu rumah sebagai bagian dari tradisi Gereja Katolik.
Tradisi ini juga dikenal sebagai Berkat Epifani atau Epiphany Blessing. Melalui tradisi ini, setiap keluarga dan individu memohon berkat Tuhan dengan menuliskan simbol khusus di pintu rumah. berikut adalah simbol yang dimaksud:
20 + C + M + B + 25
Setiap elemen pada simbol tersebut memiliki makna tersendiri. Angka 20 dan 25 di bagian awal dan akhir merupakan simbol yang mewakili tahun perayaan Epifani. Artinya, angka ini dapat berubah setiap tahun.
Lalu, spasi di antara angka dan ketiga huruf yang diisi dengan tanda “+” melambangkan sebuah salib. Tanda ini menjadi pengingat bahwa melalui penderitaan, kematian, dan kebangkitan Kristus, rahmat-Nya selalu mengalir dalam keluarga.
Sementara itu, huruf C, M, dan B melambangkan nama tiga orang Majus yang datang menemui Yesus di Betlehem, yaitu Caspar, Melchior, dan Balthasar. Huruf tersebut juga merupakan frasa Latin dari Christus Mansionem Benedicat, yang berarti "Semoga Kristus memberkati rumah ini".
Cara Melakukan Tradisi Kapur Epifani
Cara melakukan tradisi kapur Epifani sebenarnya cukup mudah dan sederhana. Mengutip laman Gereja Santo Laurensius, berikut langkah-langkahnya yang bisa dipraktikkan di rumah:
Semua anggota keluarga berkumpul di dekat pintu masuk rumah.
Pemberkatan dimulai dengan membuat tanda Salib (+).
Kepala keluarga memimpin doa dengan membaca: "Damai sejahtera bagi rumah ini dan semua yang tinggal di sini, dalam nama Tuhan."
Semua anggota keluarga secara bersama mengucapkan: "Syukur kepada Allah."
Lalu, dilanjutkan dengan membaca kutipan Matius 2:1-12.
Kepala keluarga kemudian menuliskan huruf C+M+B menggunakan kapur pada dinding atau pintu utama rumah atau gerbang.
Akhiri dengan doa singkat berikut ini bersama seluruh keluarga: “Tuhan Allah pencipta langit dan bumi, Engkau telah menunjukkan Putra-Mu kepada semua bangsa melalui bimbingan bintang. Berkatilah rumah ini, semua yang tinggal di dalamnya, serta setiap tamu yang datang. Semoga kami dilimpahi kesehatan, kebaikan, kelembutan hati, dan ketaatan pada ajaran-Mu. Penuhi kami dengan cahaya Kristus, agar kasih kami satu sama lain dapat dirasakan oleh semua orang. Demi Kristus, Tuhan dan perantara kami. Amin.”
Baca juga: 11 Doa Makan Kristen sebagai Ungkapan Rasa Syukur kepada Tuhan
(RK)
