Apa itu Kedaulatan Pangan dan Energi yang Ada di RAPBN 2026? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemerintah mendesain RAPBN 2026 dengan tema utama kedaulatan pangan dan energi. Hal ini disampaikan dalam Siaran Pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI pada 15 Agustus 2025.
Kedaulatan pangan dan energi memang sangat penting bagi sebuah negara. Bahkan, Presiden RI Prabowo pernah menegaskan bahwa kedaulatan bangsa bergantung pada aspek pangan dan energi.
“Kedaulatan suatu bangsa dijamin oleh kemampuan bangsa itu untuk memenuhi pangan untuk bangsanya sendiri, dan kedua, kemampuan bangsa itu untuk memenuhi kebutuhan energinya sendiri,” ucap Prabowo dalam Konvensi dan Pameran Tahunan ke-49 IPA Convex pada 21 Mei 2025 lalu, dikutip dari laman resmi Presiden RI.
Sebenarnya, apa itu kedaulatan pangan dan energi? Agar lebih paham, simak penjelasan konsepnya di bawah ini.
Apa itu Kedaulatan Pangan dan Energi?
Dalam Buku Ajar Pengantar Ilmu Pertanian susunan Putu Lasmi Yulia, dikutip dari pendapat Dwidjono (2011), bahwa konsep kedaulatan pangan adalah hak untuk mengonsumsi pangan yang tidak hanya bergizi, tapi juga penting secara budaya, ditanam secara berkelanjutan, dan tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan.
Menurut prinsip kedaulatan pangan, hak rakyat atas pangan itu dilindungi konstitusi, dan negara bertanggung jawab untuk memenuhinya. Kedaulatan pangan juga mengacu pada kewenangan yang dimiliki masyarakat untuk memilih sistem pangan petani sendiri. Artinya, konsep kedaulatan pangan sangat berpusat pada petani sebagai figur utamanya.
Setidaknya, ada enam prinsip utama dalam konsep kedaulatan pangan menurut Ali (2013), yakni:
Perhatian kepada pangan untuk masyarakat
Menghargai petani sebagai produsen
Mewujudkan sistem pangan lokal
Kontrol ada pada komunitas
Membangun pengetahuan dan keterampilan
Bertani ramah lingkungan
Sementara itu, dikutip dari laman UNDP (United Nations Development Programme), kedaulatan energi atau energy security adalah ketersediaan energi berkelanjutan dalam beragam bentuk, memiliki jumlah yang memadai, dan harganya masih wajar.
Kedaulatan energi juga berarti tidak rentan terhadap gangguan pasokan impor yang sifatnya sementara atau lebih lama. Memiliki kedaulatan energi artinya memiliki ketersediaan sumber daya lokal dan impor untuk memenuhi permintaan energi yang terus meningkat seiring waktu.
Namun, permintaan energi itu harus dipenuhi dengan harga yang wajar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi negara, mengingat ada banyak aspek yang bisa memengaruhi ketersediaan energi.
Beberapa tantangannya adalah lingkungan, liberalisasi dan deregulasi, serta dominasi kekuatan pasar yang semakin besar. Karena itulah, peran pemerintah dibutuhkan untuk mendorong kedaulatan energi secara sistematik.
Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang luar biasa, namun baru kurang dari 1% yang dimanfaatkan. kumparan Green Initiative Conference 2025 hadir sebagai forum lintas sektor untuk mendorong pemanfaatan sumber energi ini demi tercapainya kedaulatan energi bersih. Bergabung pada 17–18 September 2025 di Hotel Borobudur Jakarta. Daftar sekarang di 🔗 kum.pr/gic2025.
Baca Juga: Pemakaian Energi Terbarukan Melonjak Tinggi, China Penyumbang Terbesar
(DEL)
