Apa Itu Kjokkenmoddinger? Simak Penjelasan Fungsi dan Ciri-cirinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kjokkenmoddinger merupakan istilah arkeologis yang digunakan untuk menyebut sampah dapur. Di Indonesia, kjokkenmoddinger dikenal sebagai sampah kerang yang banyak ditemukan di pesisir Sumatera bagian utara.
Kjokkenmoddinger berasal dari bahasa Denmark, yaitu “Kjokken” yang artinya dapur dan “Modding” yang berarti sampah. Kjokkenmoddinger terdiri dari cangkang kerang yang merupakan ekofak dan banyak ditemukan dalam situs-situs arkeologi, terutama situs hunian gua di wilayah pesisir pantai.
Sampah kerang ini erat kaitannya dengan kehidupan manusia purba. Pada masa itu, manusia purba sangat bergantung pada siput dan kerang sebagai sumber makanannya.
Istilah kjokkenmoddinger mulai dikenal pada zaman mesolithikum, yaitu zaman batu abad pertengahan antara batu paleolitik (batu tua) dan batu neolitik (batu baru). Manusia purba di zaman ini umumnya tinggal di pantai dan gua.
Manusia purba di zaman mesolithikum mencari makanan dari laut seperti ikan dan kerang yang sifatnya lebih mudah dicari. Hasil limbah dari cangkang yang dibuang selama ratusan, bahkan ribuan tahun kemudian membukit hingga tingginya mencapai beberapa meter.
Fungsi Kjokkenmoddinger
Adapun fungsi kjokkenmoddinger bagi manusia purba pada zaman mesolithikum ialah sebagai berikut:
Sebagai tempat pembuangan akhir.
Menyimpan benda-benda yang dapat didaur ulang.
Memberi makan hewan dari sisa makanan yang telah dibuang.
Sebagai sarana ritual kuno
Ciri-ciri Kjokkenmoddinger
Kjokkenmoddinger memiliki ciri khas yang membedakannya dengan tumpukan sampah biasa, yaitu sebagai berikut:
Sampah cangkang moluska yang membukit dari zaman mesolithikum.
Terdapat di pesisir pantai.
Telah memadat dan menyatu selama ratusan bahkan ribuan tahun.
(MSD)
