Apa Itu Lava Fountain, Fenomena Saat Gunung Anak Krakatau Erupsi?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gunung Anak Krakatau di wilayah Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026). Selain menimbulkan suara dentuman dan gemuruh, aktivitas gunung api tersebut juga memperlihatkan fenomena lava fountain atau lava air mancur.
Fenomena lava fountain membuat material lava pijar tampak menyembur ke udara dari kawah gunung api. Material yang terlontar dapat jatuh kembali ke sekitar lereng, sementara sebagian lava mengalir menuruni permukaan gunung.
Lantas, apa itu lava fountain dan bagaimana fenomena tersebut dapat terjadi saat gunung api mengalami erupsi? Mari simak informasi selengkapnya berikut ini.
Apa Itu Lava Fountain?
Mengutip laman resmi Badan Geologi ESDM, lava fountain atau lava air mancur merupakan fenomena erupsi yang menghasilkan aliran lava, dan erupsi konstan selama beberapa jam yang disertai fenomena ini merupakan aktivitas yang umum terjadi pada gunung api.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS), lava fountain terbentuk ketika gas dalam magma tidak dapat keluar dengan cukup cepat saat magma bergerak menuju permukaan, sehingga campuran lava dan gas terdorong keluar hingga menyembur ke udara.
Lava fountain terkadang disebut sebagai aktivitas eksplosif Hawaii karena karakter letusan ini umum ditemukan pada gunung api basaltik seperti Kīlauea di Hawaii. Meski begitu, fenomena serupa juga bisa terjadi pada gunung api basaltik di wilayah lain dengan kondisi tektonik berbeda, salah satunya Gunung Etna di Sisilia, Italia.
Ketinggian dan intensitas lava fountain dapat berbeda-beda pada setiap erupsi. Beberapa faktor yang memengaruhinya meliputi:
Tekanan gas di dalam magma.
Sifat atau karakteristik magma, termasuk tingkat kekentalannya.
Kondisi saluran magma di dalam gunung api
Proses Terjadinya Lava Fountain
Pada dasarnya, proses terjadinya lava fountain sama dengan semburan lava pada umumnya. Namun, intensitas, volume, dan tingkat eksplosivitas semburan menjadi faktor yang membedakan apakah aktivitas tersebut dapat disebut sebagai lava fountain.
Dikutip dari laman The Analytical Scientist, lava fountain identik dengan aktivitas letusan gunung api Hawaii. Fenomena ini terjadi melalui kombinasi proses kimia dan fisika ketika magma bergerak naik menuju permukaan.
Menurut laman United States Geological Survey (USGS), proses semburan lava fountain dapat dianalogikan seperti minuman bersoda yang dikocok lalu dibuka secara tiba-tiba.
Tekanan tinggi: Minuman yang dikocok menghasilkan tekanan di dalam botol sehingga cairan menyembur keluar dengan kuat.
Magma mengandung gas: Hal serupa terjadi pada magma yang mengandung gas dan bergerak menuju permukaan.
Gas dilepaskan: Saat tekanan gas dilepaskan, lava dapat menyembur ke udara dan membentuk pancaran yang menyerupai air mancur.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi: Lontarkan Lava Pijar, Terdengar Dentuman
(ANB)
