Apa itu Megaquake yang Diperingatkan Badan Meteorologi Jepang? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengumumkan peringatan megaquake tidak lama setelah terjadinya gempa berkekuatan 7,5 magnitudo pada Senin (8/12) malam. Gempa tersebut menyebabkan 33 orang terluka dan menimbulkan gelombang tsunami kecil setinggi 70 cm.
Pejabat Kabinet Bidang Manajemen Bencana Jepang, Tsukasa Morikubo, mengatakan dalam konferensi pers pada Selasa (9/12) bahwa megaquake kemungkinan akan jadi gempa susulan. Titiknya di sepanjang Palung Jepang dan Palung Kuril pantai Hokkaido.
“Belum jelas apakah akan terjadi gempa bumi berskala besar,” kata Morikubo dikutip dari Time Magazine. “Namun, semua orang harus mengindahkan imbauan untuk mengambil tindakan pencegahan demi melindungi nyawa mereka sendiri.”
Pertanyaannya, apa itu megaquake yang diwaspadai Jepang? Simak penjelasannya di bawah ini.
Apa itu Megaquake?
Dikutip dari laman The Independent, megaquake adalah gempa bumi dahsyat dengan magnitudo di atas 8,0 skala Richter. Megaquake sering juga disebut gempa megathrust.
Gempa megathrust terjadi akibat subduksi lempeng, yaitu ketika satu lempeng tektonik meluncur ke bawah lempeng lainnya, sehingga akhirnya tenggelam ke dalam mantel bumi.
Proses tersebut menimbulkan penumpukan energi yang besar sekali dan dilepaskan dalam bentuk gempa bumi. Gempa bumi dahsyat tersebut dapat menyebabkan patahan hingga sepanjang 1.000 km.
Menurut Japan’s Headquarters for Earthquake Research Promotion (HERP), kalau patahannya terjadi di daerah dangkal di bawah dasar laut, maka hampir pasti akan menimbulkan tsunami besar.
Menanggapi kondisi ini, kantor kabinet Jepang merilis skenario mengenai dampak bila megaquake terjadi. Diproyeksikan bahwa setiap retakan besar di lepas pantai (offshore) dapat menewaskan sekitar 300.000 orang, serta menyebabkan kerusakan setara dengan setengah PDB negara tersebut.
Apakah Megaquake akan Terjadi di Jepang dalam Waktu Dekat?
JMA menyatakan bahwa berdasarkan data statistik gempa bumi skala besar global di masa lalu, terjadi peningkatan probabilitas megaquake sepekan setelah gempa Senin (8/12) malam. Probabilitasnya sekitar 1 banding 100, lebih tinggi dari biasanya.
Jumat (12/12) pagi memang sempat terjadi gempa susulan di Jepang. Kekuatannya 6,7 magnitudo dan berpotensi memicu tsunami di daerah Hokkaido serta Tohoku. Meski begitu, angka tersebut tidak dapat dikategorikan megaquake.
Kemungkinan terjadinya megaquake tetap ada. Tapi, perlu diingat bahwa ini bukan prediksi yang sudah pasti akan terjadi dalam waktu dekat.
Dalam sejarah Jepang, peringatan megaquake bukanlah hal baru. Dikutip dari Time Magazine, peringatan ini pernah dirilis sebagai respons terhadap gempa berkekuatan 7,1 magnitudo di bagian selatan Jepang pada Agustus 2024.
Gempa berkekuatan besar itu berasal dari Palung Nankai. Namun, tidak ada megaquake susulan seperti yang dikhawatirkan, sehingga warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa seminggu kemudian.
Peringatan megaquake kali ini juga tidak diikuti dengan imbauan agar warga mengungsi. JMA mengakui bahwa prakiraan megaquake yang mereka rilis memiliki tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi.
Baca Juga: Gempa 6,7 Magnitudo Guncang Utara Jepang, Peringatan Tsunami Dikeluarkan
(DEL)
