Konten dari Pengguna

Apa Itu Moody's? Ini Fungsi dan Skala Penilaiannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lembaga pemeringkat Moody's. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lembaga pemeringkat Moody's. Foto: Reuters

Istilah Moody’s kerap muncul dalam pemberitaan ekonomi global. Nama ini sering dikaitkan dengan pemberian rating kredit suatu negara maupun korporasi. Lantas, apa itu Moody’s?

Secara umum, Moody's merupakan lembaga yang memberikan peringkat atas kemampuan suatu entitas dalam memenuhi kewajiban utangnya saat jatuh tempo. Penilaian tersebut menjadi indikator penting dalam melihat tingkat risiko gagal bayar.

Hasil pemeringkatan ini secara tidak langsung dapat memberi gambaran tentang kesehatan keuangan sebuah entitas. Rating dari Moody’s juga kerap digunakan investor sebagai acuan untuk mengukur risiko sebelum menanamkan modal.

Apa Itu Moody's?

Sebuah papan nama lembaga pemeringkat Moody's terpampang di kantor pusat perusahaan tersebut di New York. Foto: Emmanuel Dunand/AFP

Moody’s merupakan lembaga pemeringkat kredit global yang berbasis di Amerika Serikat. Lembaga ini menilai kemampuan negara, perusahaan, maupun institusi dalam memenuhi kewajiban utangnya agar dibayar tepat waktu. Hasil penilaian berupa credit rating atau peringkat kredit yang dikenal sebagai Moody’s Ratings.

Mengutip laman Financial Edge Training, lembaga ini didirikan pada tahun 1909 oleh John Moody. Seiring perkembangannya, Moody’s menjadi salah satu dari tiga lembaga pemeringkat kredit terbesar di dunia bersama Standard & Poor’s (S&P) dan Fitch .

Skala Penilaian Moody’s Ratings

Ilustrasi skala penilaian pada Moody's Rating. Foto: Pexels

Berdasarkan laman Moody's, lembaga ini memberikan peringkat kredit dalam dua kategori utama, yakni jangka panjang dan jangka pendek dalam skala global.

1. Peringkat Jangka Panjang

Peringkat kredit jangka panjang diberikan kepada peminjam atau instrumen utang dengan jatuh tempo awal 11 bulan atau lebih. Skala global Moody’s menggunakan beberapa tingkatan, mulai dari Aaa hingga C.

  • Aaa: kualitas tertinggi dengan risiko kredit paling rendah

  • Aa: berkualitas tinggi dengan risiko kredit sangat rendah

  • A: kualitas menengah ke atas dengan risiko rendah

  • Baa: kualitas menengah dengan risiko moderat

  • Ba: bersifat spekulatif dengan risiko cukup besar

  • B: spekulatif dengan risiko kredit tinggi

  • Caa: sangat spekulatif dengan risiko sangat tinggi

  • Ca: sangat spekulatif dan mendekati gagal bayar

  • C: peringkat terendah dan umumnya telah gagal bayar

2. Peringkat kredit jangka pendek

Peringkat kredit jangka pendek diberikan kepada utang dengan jatuh tempo awal 13 bulan atau kurang. Kategorinya meliputi:

  • Prime-1 (P-1): kemampuan sangat kuat dalam membayar kewajiban jangka pendek

  • Prime-2 (P-2): kemampuan kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek

  • Prime-3 (P-3): kemampuan yang masih dapat diterima

  • Not Prime (NP): tidak termasuk dalam kategori Prime mana pun

Fungsi Moody’s dalam Sistem Keuangan

Ilustrasi fungsi lembaga Moody's. Foto: Unsplash

Moody’s memiliki sejumlah fungsi penting yang membuatnya berpengaruh dalam sistem keuangan global, sebagaimana dijelaskan dalam laman Investopedia.

1. Menilai Risiko Kredit

Fungsi utama Moody’s adalah menganalisis risiko kredit suatu entitas. Penilaian dilakukan secara independen menggunakan metodologi tertentu. Hasilnya berupa simbol rating yang mencerminkan tingkat kelayakan kredit. Informasi ini membantu perusahaan maupun institusi keuangan dalam mengambil keputusan strategis.

2. Memberikan Panduan bagi Investor

Investor memerlukan data objektif sebelum membeli obligasi atau surat utang. Rating dari Moody’s menjadi pertimbangan penting untuk menentukan apakah suatu instrumen tergolong aman atau berisiko tinggi.

Keberadaan peringkat ini juga membantu dalam menyusun strategi diversifikasi portofolio sesuai profil risiko masing-masing.

3. Mempengaruhi Biaya Pinjaman

Bank dan lembaga pembiayaan menggunakan peringkat kredit sebagai dasar menilai kelayakan debitur. Rating memengaruhi persyaratan pinjaman serta tingkat suku bunga.

Entitas dengan peringkat tinggi umumnya memperoleh bunga lebih rendah. Sebaliknya, peringkat rendah membuat biaya utang meningkat karena risiko dinilai lebih besar.

4. Menilai Stabilitas Keuangan

Regulator seperti bank sentral atau badan pengatur lainnya dapat memanfaatkan rating kredit untuk menilai stabilitas lembaga yang berada di bawah pengawasan. Informasi ini berguna dalam menetapkan kebijakan regulasi serta memantau potensi risiko di sektor keuangan.

Baca Juga: Rubrik Observasi Kinerja Guru: Pengertian, Fungsi, dan Komponen Penilaian

(SA)