Apa Itu Natto, Makanan Tradisional yang Berasal dari Jepang?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Natto adalah makanan tradisional khas Jepang yang terbuat dari fermentasi kacang kedelai. Proses pembuatannya meliputi tahap perendaman, pemasakan, inokulasi dengan starter, dan inkubasi selama 48 jam.
Mengutip buku Awet Muda Ala Jepang susunan Redaksi Health Secret (2013), natto mengandung vitamin K yang baik untuk tubuh. Makanan ini juga kaya akan enzim nattokinase yang dipercaya mampu menurunkan risiko penggumpalan darah dan hipertensi.
Selain itu, natto juga dapat membantu memecah plak yang memicu penyakit alzheimer. Ini adalah penyakit gangguan otak yang mampu menurunkan daya ingat seserang.
Di Jepang, natto biasa dikonsumsi dengan nasi sebagai menu sarapan. Apa itu natto dan bagaimana khasiatnya untuk kesehatan? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan berikut.
Manfaat Natto untuk Kesehatan
Natto sudah menjadi makanan tradisional Jepang sejak 1.000 tahun yang lalu. Menurut kisahnya, natto pertama kali diperkenalkan oleh seorang prajurit bernama Yoshiie Minamoto di Jepang barat laut.
Mulanya, warga Jepang menjadikan natto sebagai pakan kuda untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatannya. Namun seiring berjalannya waktu, natto mulai dikonsumsi sebagai menu sarapan karena terbukti memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.
Natto mengandung kalori, serat, kalsium, kalium, vitamin B2, dan vitamin K yang baik untuk tubuh. Meski protein natto lebih sedikit dari daging sapi, namun kandungan zat besi, vitamin E, dan kalsiumnya jauh lebih banyak.
Kandungan tersebut sangat baik untuk ibu hamil. Mengutip buku Program Pencegahan dan Penyembuhan Skoliosis untuk Anda karya Dr. Kevin Lau (2010), natto terbukti mampu meningkatkan kekuatan estrogen dan menjaga kesehatan janin.
Selain itu, natto juga terkenal sebagai makanan antihipertensi. Ekstrak air natto dengan dosis 100 mg/kg mampu menurunkan tekanan sistolik sebesar 21 mmHg dan diastolik sebanyak 30 mmHg. Kondisi ini mampu berjalan efektif selama kurang lebih 8 jam.
Nur Hidayat, dkk., dalam buku Mikrobiologi Industri Pertanian menyebutkan bahwa penurunan tekanan darah akibat natto ini tidak jauh berbeda dengan konsumsi obat Captopril. Obat ini mampu menurunkan tekanan sistolik sebesar 29 mmHg dan tekanan diastolik 36 mmHg.
Tidak ada informasi jelas mengenai senyawa yang memberi efek antihipertensi pada natto. Namun para ilmuwan meyakini bahwa produk fermentasi yang berasal dari biji-bijian memang memiliki khasiat tersebut.
Oleh karena itu, masyarakat Jepang banyak yang mengonsumsi natto sebagai menu sarapan. Biasanya natto disajikan dengan tambahan nasi dan telur di atasnya.
Natto kaya akan kandungan fitoestrogen yang mampu mencegah penyakit kanker, terutama kanker payudara. Selama berabad-abad, natto dibuat dengan cara yang sangat sederhana.
Kedelai dikemas di dalam jerami yang mengandung baktri Bacillus alami, kemudian dikubur selama satu minggu di dalam tanah. Kini, pembuatan natto sudah jauh lebih simpel. Produsen hanya menyuntikkan bakteri Bacillus ke dalamnya dan melakukan proses fermentasi selama 2 hari.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa bahan dasar natto?

Apa bahan dasar natto?
Kacang kedelai yang difermentasikan.
Apa nama bakteri dalam pembuatan natto?

Apa nama bakteri dalam pembuatan natto?
Bakteri Bacillus subtilis.
Apa saja kandungan natto?

Apa saja kandungan natto?
Natto mengandung kalori, serat, kalsium, kalium, vitamin B2, dan vitamin K yang baik untuk tubuh.
